
Keluar dari ruangan dokter maka Nadya dan Dafi mau pulang ke rumah tapi sebelumnya mereka menemui sahabat mereka berdua. Mila yang duduk di datangi oleh Nadya.
"Bagaimana Nadya? sudah selesai?"tanya Mila yang penasaran.
"sudah selesai...jadi sekarang aku sedikit lega... tidak ada benda di dalam."jawab Nadya
"Alhamdulillah... syukur lah kalau begitu."kata Mila
Melihat jam yang ada di dinding dan Nadya yang ingat anaknya di rumah.
"Mila...kami duluan ya... lagian sudah malam..."
"iya... kasian anak anak di rumah..."kata Mila pula.
"oke...kapan kamu main ke rumah? sudah lama kita enggak ngobrol."kata Nadya
"iya..iya... nanti kalau sudah kondisi stabil...aku main ke rumah mu... rindu sama arkan dan Nisa."kata Mila
Nadya pun berjalan mendekati suaminya yang lagi ngobrol berdua dengan Andi.
"mereka ini...ada saja yang mereka bicarakan, padahal di kantor sudah jumpa..."kata Nadya dalam hati.
Nadya sengaja berdiri di belakang Dafi dan Andi.
"jadi bagaimana dengan kondisi ayah mu?"tanya Dafi
"masih di rumah sakit... Alhamdulillah...sudah sadar...tapi masih tahap observasi, kalau tidak ada yang di khawatirkan...tiga hari lagi pulang."kata Andi
"syukur lah kalau begitu..."
"yang jadi masalah...Mila lagi hamil jadi aku sementara tidak bisa jaga ayah di rumah sakit."kata Andi
"gantian dengan saudara mu...kamu yang membayar biaya rumah sakit jadi seharusnya yang lain jaga malam, apa lagi kondisi istri mu yang hamil."kata Dafi.
"begitu lah bos... terkadang kita bingung kalau sudah menjalani nya."kata Andi
Pembicaraan yang tidak ada habisnya maka Nadya langsung menepuk pelan pundak suaminya.
"bang... sudah malam kita pulang ke rumah sekarang?"tanya Nadya.
Melihat orang yang ada di belakang yang ternyata adalah istrinya sendiri.
"oh...iya...kalian sudah selesai ngobrol nya"tanya Dafi sambil menunjuk ke arah Mila berjarak dua meter.
"sudah... kalau di teruskan enggak ada habisnya...lain kali kami akan ketemu...kami duluan bang Andi"kata Nadya berjalan sampai tersenyum pada Andi.
"kami duluan Ndi..."kata Dafi mengikuti langkah istrinya.
Perjalanan pulang kali ini mereka berdua langsung pulang tidak ada singgah kemana pun karena sudah di pastikan kalau Bu Nani tidak akan menunggu mereka, Dafi sudah chat sama mamanya kalau aman aman saja,. tidak ada yang perlu di khawatirkan.
Sementara Mila dan Andi masih menunggu giliran untuk di panggil, tapi sudah setengah jam belum juga di panggil.
Menunggu adalah pekerjaan yang paling membosankan , Mila yang sudah gelisah karena lama kali menunggu, apa lagi teman ngobrol nya tadi sudah pulang duluan.
__ADS_1
Andi yang kasian dengan istrinya lalu dia menenangkan nya.
"Mila.... sabar...kan kita tadi lama datang nya."kata Mila
"iya... maaf...abang salah... nanti kita minta nomor what's up nya... jadi kalau mau kontrol enggak selama ini."kata Andi.
Tidak mau membantah atau mengomentari suaminya karena alasannya tepat dan sudah meminta maaf.
Setelah satu jam baru lah mereka di panggil, masuk ke dalam.
"atas nama ibu Karmila..."panggil perawat
Mila pun dengan senang hati dia berdiri karena dari tadi dia sudah tidak sabar untuk di panggil ke dalam.
"ya suster...saya."jawab Mila
Perawat tersenyum melihat Mila yang berdiri
"mari Bu ke dalam."kata perawat.
"baik..."jawab Mila dan di ikuti suaminya.
Dokter melihat pasien yang ada di depan nya dengan pasangan nya.
"malam dokter..."kata Mila akhirnya
"selamat malam ibu... bapak...ada yang bisa saya bantu ?"tanya dokter
"saya mau USG karena sudah telanjur satu setengah bulan."kata Mila
"baik lah kalau begitu silahkan berbaring di tempat tidur... suster... tolong di bantu."kata dokter.
Perawat membantu Mila untuk naik ke tempat tidur,lalu membukakan bagian perut untuk di periksa. Perawat memberikan jell di atas perut, terasa dingin tentu nya.
"Bismillah...semoga dapat kabar gembira."kata Mila dalam hati.
Dokter mengambil alat untuk USG untuk di memeriksa Mila sementara Andi melihat monitor yang berwarna hitam putih di depan matanya.
Menekan perut Mila di segala arah untuk memastikan kehamilan dari pasien nya, Mila yang sudah tidak sabar langsung menanyakan pada dokter.
"bagaimana dokter? apakah saya hamil?"tanya Mila.
Dokter yang melihat Mila yang sudah tidak sabar.
"mmmhhh... Alhamdulillah...ibu memang hamil...kita periksa dulu... nanti saya akan jelaskan."kata dokter.
"baik dokter..."kata Mila
Sementara Andi yang lagi konsentrasi melihat layar monitor, dia tidak mendengar percakapan antara Mila dan dokter.
Ada lima menit dokter memeriksa Mila dan setelah itu perawat membantu membersihkan jell yang ada di perut pasien.
Duduk kembali di sebelah Andi untuk mendengarkan omongan dan pesan dari dokter.
__ADS_1
"Selamat... istri bapak hamil enam minggu..."kata dokter.
Andi yang mendengar hal itu seperti tak percaya, seperti mendapat durian runtuh.
"Alhamdulillah..."kata Andi dan tidak bisa berkata apa-apa.
"biasanya di trimester pertama ibu hamil akan mengalami mual atau tidak selera makan, apakah ibu mengalami hal itu?",tanya dokter
"iya dokter...saya mengalami mual dan kalau tidak selera makan."kata Mila
"oh... seperti itu...ini ada resep nya... yang untuk mual...di minum sebelum makan..."
"baik dokter."kata Mila
"ibu hamil itu harus makan dan perhatikan nutrisi yang kita konsumsi, ingat... harus makan walaupun muntah."kata dokter
", kalau tidak selera makan bagaimana?"tanya Mila
"kalau muntah...ya makan lagi, kalau tidak selera makan... harus di paksa...satu lagi... perhatikan kalsium yang di konsumsi."kata dokter.
"baik dokter..."
"kalsium di dapat dari susu, keju dan lainnya... ingat Bu... kalau kurang kalsium maka janin akan mengambil dari tulang ataupun gigi kita."kata dokter lagi.
"baik dokter...insha Allah saya mengerti...ibu hamil itu spesial, dari segala hal...apa lagi makanan empat sehat lima sempurna."kata Mila
"Alhamdulillah... kalau ibu sudah mengerti... nutrisi yang masuk bukan jumlah banyak nya tapi empat sehat lima sempurna dan kalau ada minum juga madu."kata dokter.
"baik dokter."
"ini ada resep yang harus di tebus, nanti tanya saja apoteker nya...mana untuk mual nya."kata dokter lagi.
karena sudah di jelaskan maka Andi yang mengambil kertas resep dokter.
"terima kasih dokter...kami permisi dulu."kata Andi
"ya silahkan... jangan lupa tiap bulan kehamilan nya di kontrol ya..."kata dokter
"iya..."jawab andi berjalan mengikuti Mila yang sudah keluar terlebih dahulu.
Andi pun membayar di bagian administrasi dan setelah itu mereka berdua meninggalkan praktek dokter.
BERSAMBUNG
***
jangan lupa
like...
subscribe...
komentar yang membangun
__ADS_1
terima kasih
🙏🙏🙏