Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab 103


__ADS_3

Dafi dan Andi duduk di bangku dekat pak Kusuma yang memang ada dua kursi di sana sementara Bu Mona mengambilkan air mineral untuk tamu.


tok


tok


tok


Tiba tiba pintu kamar ada lagi yang mengetuk, siapakah yang datang?.


Setelah mengambil dan meletakkan minuman di hadapan Dafi dan Andi, maka Bu Mona jalan ke depan pintu untuk melihat siapa yang datang.


Tapi belum lagi sampai ternyata Dedy yang masuk ke dalam."Dedy... ternyata kamu? dengan siapa?"tanya Bu Mona.


"iya...mi...sama Siska tapi dia menunggu di luar."jawab Dedy yang melihat Dafi dan Andi ada di dalam, jalan perlahan mendekati tamu tersebut.


"pak Dafi dan pak Andi apa kabar? terima kasih atas waktu nya menjenguk pak Kusuma"kata Dedy pada tamu dan mereka saling bersalaman.


"Alhamdulillah... sehat, tadi pagi kami dapat informasi kalau pak Kusuma lagi di rumah sakit"Dafi menjelaskan sambil bersalaman.


Pak Kusuma duduk di atas tempat tidur memanggil Dedy.


"kamu sama siapa ke sini?"melihat Dedy dan tamu yang ada.


"sa...ma... Sis...ka... papi"jawab Dedy dengan ragu karena takut pak Kusuma marah.


"panggil anak itu ke sini, dia harus minta maaf pada pak Dafi"perintah pak Kusuma


"i...ya... Dedy panggilkan"jawab Dedy dan langsung keluar memanggil Siska.


Melihat suaminya sedikit emosi Bu Mona dengan cepat mendatangi pak Kusuma untuk menenangkan nya."papi... jangan emosi begitu... nanti colebs lagi, papi enggak kasian lihat mami?"kata Bu Mona.


"tapi papi malu dengan perbuatan anak kita, apa lagi pak Dafi datang ke sini. padahal waktu nya pasti padat tapi masih mau ke sini menjenguk papi"kata pak Kusuma.


"pak...betul kata ibu... jangan emosi begitu,kita bisa bicarakan dengan kepala dingin"kata Dafi


Pak Kusuma merasa sangat malu dan bersalah atas perbuatan putri nya, tapi bagaimana lagi semua sudah terjadi. apa lagi sekarang ini di jenguk sama Dafi,dia adalah korban dari Siska anaknya.


Dari luar Dedy masuk ke dalam bersama Siska yang mengikuti dari belakang, dengan menunduk Siska mengikuti suaminya jalan. Dengan situasi seperti ini membuat suka seperti orang yang mau di hakimi dengan perbuatan yang telah dia lakukan.


Mereka masuk dan berdiri di samping tempat tidur sebelah Bu Mona tentunya. Pak Kusuma melihat Dedy dan Siska, mau marah tapi sudah di nasehati tidak boleh emosi, melihat Siska tapi membuat emosi. memang serba salah, tapi bagaimana lagi? tentu harus di hadapi.


"Siska...ini pak Dafi datang menjenguk papi, sudah jadi kamu ke rumah pak Dafi untuk meminta maaf ?"tanya pak Kusuma

__ADS_1


Dengan ketakutan Siska menjawab tapi berat rasanya untuk berkata menjawab pertanyaan dari ayahnya.


"m...b...be...lum... sempat papi ...ka...re...na... rencana kami... malam ini"jawab Siska sambil menunduk melihat lantai.


"pasti itu alasan kamu aja, biar papi lupa, begitu kan?"kata pak Kusuma.


"bukan begitu pi... maksud Siska"jawab nya.


Suasana kamar mulai mencekam, jadi akhirnya Dafi ikut bicara.


"pak jangan emosi begitu, nanti kumat sakit nya. Yang sudah enggak usah di ingat lagi, kan sudah berlalu"kata Dafi.


"betul kata pak Dafi tapi saya mau anak saya ini harus bertanggung jawab atas perbuatannya"kata pak Kusuma.


"papi... jangan seperti itu... nanti Siska pasti minta maaf ke rumah pak Dafi untuk meminta maaf juga dengan istri nya, mami yang bertanggung jawab."kata Bu Mona untuk menenangkan suaminya.


Pak Kusuma hanya diam mendengar istri tercinta bicara , sementara Dafi dan Andi semakin bingung dengan suasana ruang rawat inap tersebut. supaya tidak terjadi hal yang tidak di inginkan Dafi berinisiatif untuk pamit untuk pulang.


"pak...Bu...saya permisi dulu karena saya dan Andi ada meeting lagi di luar"kata Dafi.


"oh... begitu ya...saya mewakili keluarga mengucapkan terima kasih atas kunjungan bapak berdua, mohon maaf apa bila suasana yang sedikit tegang"kata Bu Mona dengan bijak.


"enggak apa apa kok Bu,kami do'akan pak Kusuma cepat sembuh dan bisa beraktivitas kembali"jawab Dafi.


"terima kasih atas kunjungan dan do'a nya, setelah suami saya pulang ke rumah, insha Allah kami akan ke rumah minta maaf sama istri pak Dafi"kata Bu Mona.


"oh...iya Bu nanti saya beri tahukan dengan istri saya"kata Dafi.


"kami permisi dulu Bu"kata Andi dan Salim pada Bu Mona lalu mereka berdua mendekati pak Kusuma.


"cepat sembuh pak, jangan pikirkan hal yang membuat pusing.konsentrasi saja pada kesembuhan bapak"kata Dafi pada pak Kusuma.


"terima kasih atas kunjungannya, nanti kami pasti ke rumah bapak Bersama keluarga"kata pak Kusuma dan mereka saling bersalaman.


Ke dua sahabat tersebut keluar ruangan dan Dedy mengikuti dari belakang untuk bersalaman dan mengantarkan ke depan pintu.


"kami permisi dulu pak Dedy , titip salam sama istri"kata Dafi.


Dedy hanya mengangguk dan bersalaman dengan Dafi,tapi pas bersalaman dengan Andi"kapan menikah dengan Bu Siska?"tanya Andi pada Dedy.


"baru kok pak"jawab Dedy.


"kamu itu iri dengan nasib pak Dedy"kata Dafi pada sahabatnya.

__ADS_1


"bukan begitu bos, penasaran saja"jawab Andi


"sudah ah...kami permisi dulu pak Dedy"kata Dafi.


Mereka pun berjalan untuk pulang tapi ke parkiran mobil dahulu. Keluar dari rumah sakit Andi yang membawa mobil."bos...kita lewat rumah qu ya..."tanya Andi pada sahabatnya.


"terserah kamu saja"jawab Dafi


"terima kasih...bos adalah atasan yang paling baik sedunia"kata Andi.


Dafi hanya diam tak menjawab perkataan dari sahabat nya itu dan membuat Andi penasaran dengan sikap Dafi karena biasanya kalau bicara seperti itu Dafi pasti ada saja jawaban.


"bos...kok diam saja? ada masalah?"tanya Andi.


"aqu bingung aja menjelaskan sama Nadya kalau keluarga pak Kusuma untuk meminta maaf"kata Dafi.


"oh...jadi bos belum cerita sama Nadya tentang tabrakan kemarin"tanya Andi


"aqu memang belum cerita karena kondisi Nadya yang lagi mabuk,aqu enggak mau menambah pikiran nya"kata Dafi


"ya... sudah...jangan cerita dulu, nanti kalau mereka datang baru bos cerita. Tapi nanti keluarga pak Kusuma akan menjelaskan juga"kata Andi.


"betul juga kamu Andi, sebaiknya aqu enggak usah cerita dulu pada Nadya"kata Dafi


mobil pun berjalan menuju rumah Andi terlebih dahulu setelah itu Dafi yang membawa mobil menuju rumah nya dan sudah tidak sabar menemui keluarga tercinta.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like... like... like...


add favorit...


komentar yang membangun


Dan


vote... vote... vote...


Terima kasih

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2