Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.188


__ADS_3

Sementara Andi yang seperti terdakwa hanya diam dan melihat ke arah Mila, begitu juga agung yang melihat ke arah adiknya, sementara Mila hanya tertunduk "kenapa aqu jadi seperti tersangka begini?"kata Mila dalam hati.


Ayah yang pulang dari kenduri sebenarnya sudah lapar,tapi karena ada Andi jadi di urungkan niatnya untuk makan. Karena yang dia tau anak gadis nya itu belum ada calon atau teman laki laki, tapi malam ini kenapa Mila pulang malam dan ada seorang laki laki.",siapa laki laki ini? apakah dia punya hubungan dengan mila?"kata ayah dalam hati.


Karena reaksi anaknya kaget setelah di tanya apakah Andi calon nya maka ayah Mila bertanya pada pada Andi."nama kamu siapa nak?"tanya ayah dengan santai tapi tegas.


"saya Andi pak , temannya Mila"jawab Andi.


"oh...teman, kirain bapak apa yang di katakan agung itu betul"kata ayah sedikit mencairkan suasana.


Andi yang mau mengatakan sesuatu sama Mila tapi karena seperti tertantang maka dia pun bicara."pak boleh saya bicara?"tanya Andi


"tentu saja...mau bicara apa?"tanya ayah.


"begini pak... mmmhhh... sebenarnya saya ada niat mau ta'aruf dengan Mila, tapi..."kata Andi.


"oh...itu niat baik... kalau kamu memang ada niat dengan Mila"kata ayah.


Mendengar itu semua yang ada di ruangan terkejut apa lagi Mila? ya kaget dan terkejut, ada rasa senang,kesal campur jadi satu."kenapa enggak ngomong sama aqu dulu, baru bilang ke ayah. bisa panjang ceritanya ini"kata Mila dalam hati sambil menunjuk meremas tangan.


Andi yang ngomong melihat ke arah ayah Mila dan agung hanya tersenyum dengan perkataan Andi, karena ada ayah di sana yang lebih berhak untuk bicara.


"Maksudnya tapi...itu apa nak Andi?"tanya ayah serius dan menatap Andi.


"Begini pak...tapi saya memang belum mengungkapkan maksud ta'aruf pada Mila "kata Andi.


"oh... seperti itu...kirain saya ada tapi yang lain.."kata ayah dan melihat ke arah Mila.


"bagus juga nyali mu langsung ngomong dengan orang tua Mila langsung, kalau saya tidak masalah tapi saya harus bicarakan dulu dengan anaknya"kata ayah.


Andi yang sebenarnya sudah siap menerima keputusan apa yang akan di ungkapkan,malam ini di putuskan dia sanggupi. Tapi mana bisa secepat itu Andi mendapatkan keputusan pihak keluarga Mila.


"Baik pak saya akan tunggu keputusan nya"kata Andi.


"insha Allah besok saya akan putuskan,jadi kamu datang ke sini setelah ba'da isya"kata ayah lagi.


"baik pak..."jawab Andi.


"dan satu lagi kamu harus melalui beberapa syarat "kata ayah lagi.


"baik pak... kalau syarat nya bisa saya lakukan, insha Allah saya sanggupi "jawab Andi.


Ayah yang melihat penampilan Andi sekali lagi dari atas sampai bawah."minum dulu itu yang buat Mila "kata ayah lagi.


"iya pak "kata Andi dan mengikuti perintah ayah Mila.


Setelah minuman habis Andi pun berpamitan untuk pulang karena hari sudah menunjukkan sudah jam 10 malam."karena sudah malam jadi saya pamit dulu pak, bang"kata Andi.


"oh...iya sudah jam 10 malam"kata ayah.


"sama Mila enggak pamitan?"kata agung.


Andi hanya tersenyum dan melihat ke arah Mila menandakan mau pulang."agung memang seperti itu jangan di ambil hati ya..."kata ayah sambil mengantar ke depan pintu. Mila hanya melihat dari jarak dua meter,dia tidak ikut mengantar ke luar.


Pamitan dengan menyalim tangan ayah Mila sementara agung mengantarkan sampai ke dekat sepeda motor."saya permisi dulu bang"kata Andi lagi.

__ADS_1


"ya...tapi ada yang mau saya tanyakan pada mu"kata agung.


"apa itu bang "tanya Andi


"apakah kamu memang serius dengan Mila?"tanya agung


"insha Allah serius bang, kenapa bang?"jawab Andi mantap.


"oke, enggak ada apa apa... kalau kamu mempermainkan adik saya, awas...kamu akan berurusan dengan saya, camkan itu"kata agung dengan wajah serius.


"baik bang... kalau begitu saya pamit dulu,"kata Andi.


"ya... silahkan"jawab agung.


"Assalamualaikum..."Andi memberikan salam.


"Wa'alaikum salam..."jawab agung sambil melihat kepulangan tamunya


Andi pun berlalu meninggalkan rumah Mila.


Sementara Agung masuk ke dalam rumah.


Di dalam ternyata ayah lagi makan di meja di temani mama Mila. Agung ikut nimbrung di meja makan."ma...mana Mila?",tanya agung.


"lagi di kamar,mau ganti baju,"jawab mama.


Mama mengambilkan air putih untuk ayah. Agung jadi berselera melihat ayahnya makan dan mama mengetahui hal tersebut."makan kamu agung?"kata mama


"iya ma...selera lihat ayah makan"kata agung.


"baik ayah "jawab agung.


"nanti kalau ngobrol dengan adikmu jangan terlalu di pojokan dia, nanti dia jadi malu"kata mama mengingatkan.


"iya ma...tenang saja, tadi agung ngomong begitu karena melihat si Andi itu PD kali antar sampai rumah. Biasanya teman Mila ngantar sampai pintu gerbang saja"kata agung.


"sudah... sudah...kita makan sekarang, setelah ini baru nanti di bahas "kata ayah.


Kakak ipar Mila sudah berada di kamar menidurkan anaknya. Jadi di luar hanya ada ayah, mama, agung dan Mila. Mereka semua sudah duduk di ruang tamu depan biar tak mengganggu anak agung yang tidur.


Ayah melihat ke arah Mila, sementara yang di lihat hanya menunduk."aduh...apa yang akan di tanya ayah ya... seperti mau di sidang saja"kata Mila dalam hati.


Menarik nafas panjang akhirnya ayah memulai bertanya."Mila... ayah mau tanya"kata


"iya ayah"jawab Mila sambil menunduk.


"sudah berapa lama kamu kenal dengan si Andi itu?"tanya ayah.


Mila berpikir tapi dia lupa persisnya kapan."mmmhhh... kalau tidak salah waktu di sekolah bang Andi datang mau lihat cctv sekolah kejadian Nadya kecelakaan"jawab Mila.


"berarti sudah lebih dari setahun?"tanya ayah.


"sepertinya seperti itu"jawab Mila.


"sudah berapa lama hubungan kalian?"tanya ayah lagi.

__ADS_1


Dengan berat Mila mau menjawab sebab dia juga bingung karena selama ini tidak ada hubungan serius dan jumpa juga beberapa kali,itu pun kalau ada berhubungan dengan Nadya saja.


"maaf ayah... Mila bingung jawabnya karena kami hanya berteman"jawab Mila.


Agung yang melihat adiknya ikut berkomentar."teman atau teemeenn, teman jadi demen"kata agung.


"bang agung... ngomong apa sih"kata Mila.


Ayah geleng kepala melihat tingkah anak anaknya, sementara mama hanya tersenyum.


"agung... jangan ganggu adik mu"kata mama.


"sudah... sudah...kamu masuk kamar saja gung...ayah mau bicara serius dengan adik mu"kata ayah.


"ayah... agung sudah dewasa tidak ada salahnya kalau di sini"jawab agung.


"tapi jangan ganggu adik mu"kata mama


"baik... agung enggak bicara hanya jadi pendengar"jawab agung.


Ayah pun kembali melanjutkan topik pembicaraan mereka."menurut ayah si Andi itu memang serius dengan mu berarti selama ini juga memperhatikan mu tapi tidak Mila sadari"kata ayah.


Mendengar perkataan ayah nya seperti tidak percaya dan tak mungkin."masa sih yah..."tanya Mila.


"ayah ini seorang laki laki juga, jadi bisa lah sedikit memahami. jadi kamu bagaimana?",tanya ayah lagi.


"enggak tau yah..."jawab Mila.


Ayah melihat ke arah istrinya."ya sudah...kamu pikirkan saja lagi karena besok Andi akan ke rumah. Sebaiknya kamu sholat, minta petunjuk pada Allah. Menurut ayah dia itu orang baik."kata ayah.


Mila menunduk dan mendengarkan apa yang di katakan ayah, mama mau memberikan saran dan wejangan. Sementara mamanya mendekati anak gadis nya.


"kita ke dalam saja Mila, mama mau bicara berdua sebagai seorang perempuan."ajak mama.


"iya ma...ajak Mila ngomong dari hati ke hati "kata ayah lagi pada istrinya.


Mila dan mama akhirnya masuk ke dalam kamar. Apa saja yang di bicarakan mereka berdua?.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like...like...


add favorit


komentar yang membangun


serta


vote... vote...vote...


Terima kasih

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏


__ADS_2