
Setelah Nadya sudah kembali ke rumah dia melakukan pengobatan seminggu tiga kali untuk sementara dan di lakukan pada waktu pagi hari jam 9, di laksanakan di rumah sakit kemarin dia di rawat.
Untuk pengobatan terapi Dafi dengan setia mendampingi Nadya. Jam 7 pagi biasanya dia sudah sampai di rumah untuk menjemput pujaan hati nya. Dan pagi ini dia pun sudah sampai di depan rumah Nadya, tetapi tak sengaja Dafi bertemu dengan Bu Bedah
"aduh...om ganteng, pagi pagi sudah sampai aja di rumah Nadya". Bu Bedah berkata sama Dafi yang keluar dari mobil sementara dia di depan pagar nya.
Mendengar sapaan Bu Bedah, Dafi hanya tersenyum saja dan menjawab"mari Bu..." kata Dafi
"kapan kapan ajak ibu juga dong"kata Bu Bedah lagi.
Dafi tidak menjawab hanya tersenyum dan berlalu memasuki rumah Nadya.
Tok...
Tok...
Tok..
"Assalamualaikum..." Dafi mengetuk pintu dan mengucap salam.
Dari dalam rumah mbok Sumi membuka pintu.
"wa'alaikum salam..."jawab mbok Sumi. Semenjak Nadya sakit mbok Sumi kerja di rumah Bu Nilam untuk bantu bantu. Dari pagi sampai sore aja. jam lima dia sudah pulang ke rumah.
"Eh...pak Dafi, silahkan masuk. sudah di tunggu bapak untuk sarapan pagi"kata mbok Sumi.
Dafi pun masuk ke rumah dan menuju ruang makan, dan ternyata pak Arif sudah menunggu nya."Dafi...ayo kita sarapan"ajak pak Arif
"iya pak..."jawab Dafi dan langsung duduk di meja makan.
Di meja sudah tersedia lontong sayur lengkap dengan telur dan peyek udang rebon yang menggugah selera.
"hari ini kita sarapan lontong sayur aja"kata pak Arif
"wah...enak ini pak, Tante yang masak?"tanya Dafi
"lontong nya di pesan, kalau sayur nya buat sendiri mama Nadya"jawab pak Arif
Mereka pun sarapan pagi bersama, sementara Nadya di kamar mempersiapkan diri untuk ke rumah sakit bersama Dafi. Setelah siap Nadya pun keluar kamar. Di lihat nya ayah dan Dafi lagi sarapan di meja makan. Nadya pun menuju meja makan."wah... seperti nya enak nih sarapan bersama"kata Nadya sambil menuju ruang makan.
"anak ayah ternyata sudah siap, ayo kita sarapan bersama"ajak pak Arif
Sementara Dafi melihat Nadya menuju ruang makan tersenyum dan menggeser kursi agar Nadya bisa bergabung.
Nadya pun mengambil posisi tempat Dafi persiapkan."anak ayah bisa ambil sendiri kan"kata pak Arif
__ADS_1
"bisa ayah"jawab Nadya sambil mengambil lontong sayur di meja makan.
Mereka bertiga pun sarapan pagi dengan menu lontong sayur."mama mana ayah?"tanya Nadya pada pak Arif.
"pesan mama mu kita sarapan aja dulu, dia belanja sayur dulu"kata pak Arif.
Mereka bertiga pun sarapan bersama dengan lahap nya.
Setelah selesai sarapan Dafi pun meminta izin untuk membawa Nadya terapi. Pak Arif tidak bisa ikut karena masuk kantor hari ini."pak saya minta izin membawa Nadya terapi ke rumah sakit"Dafi berpamitan.
"ya...hati hati di jalan, tetapi nanti jangan di paksakan dulu, karena ini masih perdana"kata pak Arif menasehati.
"iya ayah"jawab Nadya.
Pada waktu mau masuk mobil, Dafi menggendong Nadya untuk masuk ke dalam mobil sementara kursi roda di lipat dan letakkan di belakang mobil.
pada saat di gendong membuat Nadya malu dan menyembunyikan wajahnya di dada Dafi agar tidak terlihat orang. Sementara Dafi tersenyum dan dalam hati nya berkata"'pasti Nadya malu dan pipinya merah merona"
Ternyata Bu Bedah masih ada di depan rumah nya dan melihat Nadya di gendong Dafi."waduh Nadya... pasti senang tuh di gendong yayang-nya", kata Bu Bedah.
Dafi dan Nadya tidak mau menanggapi mereka hanya tersenyum dan mobil pun berjalan."mari Bu"kata Dafi pada Bu Bedah.
Di dalam mobil Dafi memulai percakapan"bagaimana perasaan hari ini?" tanya Dafi.
"yang pasti harus semangat, mudah mudahan dengan terapi ini aqu bisa kembali seperti semula"jawab Nadya panjang
"kok sama bilang a..min.."kata Nadya
"biar cepat sembuh"kata Dafi.
"sweet heart setelah pulang dari rumah sakit, kita ke studio foto ya..."ajak Dafi
"untuk apa"tanya Nadya
"mau pas photo untuk buku nikah kita"jawab Dafi
"kok Abang enggak bilang?"tanya Nadya
"maaf lupa, semalam Abang ada beli baju untuk pas photo. Di beli biar warna dan latar nya sama"kata Dafi
"iya bang"jawab Nadya.
Nadya juga bingung karena dia tidak berpikir sampai ke arah sana. pakai baju yang senada dan latar yang sama.
"bang boleh tanya?"
__ADS_1
"mau tanya apa?"tanya Dafi
"Abang tu mau foto untuk buku nikah aja sudah ke pikiran segitunya, aqu kok enggak kepikiran ya?" tanya Nadya sambil curhat.
"kamu itu sweet heart bukan tidak kepikiran tapi kamu harus konsentrasi pada terapi aja. masalah mau ke kantor lurah, KUA dll Abang aja yang ngurusin semua" kata Dafi
"iya... terima kasih bang"kata Nadya
"kenapa bilang terima kasih?"kata Dafi
"karena aqu enggak bisa ngurusin semua nya"kata Nadya dengan mata berkaca-kaca.
Mendengar alasan Nadya dengan suara sedikit parau Dafi memberhentikan mobilnya ke pinggir jalan."sweet heart jangan berpikir yang macam macam, konsentrasi pada terapi biar kamu cepat sembuh. ingat komitmen kita dari awal adalah kepercayaan. Abang sayang dan percaya sama kamu"kata Dafi sambil memegang tangan Nadya.
Mendengar alasan Dafi membuat Nadya menangis"iya bang, maaf...aqu percaya sama Abang"kata Nadya
Untuk menenangkan Nadya karena menangis maka. Dafi memeluk Nadya. Dengan keheningan dan suara tangis yang terdengar di dalam mobil. Untuk menenangkan Nadya biar sedikit tenang, di kecup nya kening Nadya.
"maaf..."kata Dafi.
Nadya melepas pelukan mereka,"ayo kita jalan aja bang",kata Nadya dengan sedikit gugup karena dia tidak pernah mendapat perlakuan seperti itu.
"kita jalan ya..."kata Dafi kepada Nadya dan di lihat nya sudah sedikit tenang.
Mobil pun berjalan ke rumah sakit untuk melaksanakan terapi pada kakinya supaya bisa berjalan kembali seperti sedia kala.Dalam perjalanan hanya keheningan yang ada, mereka tenggelam dengan pikiran masing-masing.
Sampai di rumah sakit mereka langsung menuju praktek dokter Ilham. setelah sampai ke ruangan dokter untuk mendaftar dan urusan administrasi. Nadya di bawa ke ruangan khusus terapi. Sementara Dafi untuk sementara aja tidak boleh masuk. Tapi kalau ada di perlukan sama Nadya tentu saja boleh masuk ke dalam ruangan.
Ruangan terapi juga transparan jadi keluarga pasien bisa melihat dari dalam ke luar ruangan terapi tersebut.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
Like...
Komentar...
add favorit...
and vote...vote... vote...
Terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏