
Besok malam nya Andi mau ke rumah Mila untuk berkunjung tapi mamak ternyata sudah siap dengan pakaian yang rapi.
"mamak kenapa pakaian nya rapi gitu? mau kemana?"Andi berbicara dalam hati.
Jalan mendekati mamak berencana minta doa restu tentu nya.
"Mak...rapi kali,mau kemana?"
Mamak melihat ke arah Andi yang sudah rapi juga, melihat dari atas sampai bawah.
"kamu mau kemana juga?"
"mmmhhh...mau ke rumah... mmmhhh... rumah siapa ya...?"
"mau ke rumah Mila kan?"
mamak langsung tu the point pada ke arah tujuan, sehingga membuat Andi salah tingkah.
"kok mamak tau ?"
"tau lah... semalam kamu kan sudah cerita,terus kamu hari ini pulang nya cepat."
"oh...gitu...ya sudah...Andi pergi dulu kalau begitu, mohon doa restu ya..."
Dengan percaya diri Andi menyalim mamak minta doa restu.
"enggak bisa seperti itu...mamak mau ikut ke rumah Mila, itu coba kamu lihat ada sesuatu di meja makan.
Andi seperti bingung dengan permintaan mamak yang mau ikut bersama nya,lalu melihat ke meja makan.
Ternyata di meja makan sudah tersedia aneka buah tangan atau parsel buah, aneka kue kering dan kue basah.
Andi mendekati mamak yang ada di ruang tamu mau bertanya maksud semua ini.
"Mak...apa maksud semua ini?"
Mamak hanya santai melihat Andi bertanya.
"perasaan mamak semalam ada yang mau ke rumah Mila jadi mamak mau ikut"
"mamak mau ikut? makanya mempersiapkan hal ini"
tanya Andi pada mamak
"memang mamak yang buat semua yang ada di meja karena mamak mau ikut."
"tapi mak, Andi hanya berkunjung tempat Mila dan mau bertemu dengan ayahnya "
"kamu mau jumpa ayah nya ,jadi mamak mau berkenalan dengan mamak nya Mila, bisa kan ?"
Berpikir sejenak dengan permintaan mamak dan Andi bingung bagaimana ini, berkecamuk di pikiran Andi apakah ikut atau dia pergi sendirian.
"sudah jam berapa ini? ayo kita jalan saja sekarang atau kita pergi sendiri sendiri saja"
Mamak berdiri berjalan seperti ke rumah Leli, lalu di kejar oleh Andi.
"mamak mau ke mana?"
"mau minta tolong Faisal saja, antarkan ke rumah Mila. kalau alamat bisa minta sama Dafi aja"
Menarik nafas panjang mendengar perkataan dari mamak karena mengancam Faisal yang bawa pasti Leli minta ikut jadi otomatis jadi lebih banyak lagi yang ikut.
__ADS_1
"Mak...ya sudah...kita bertiga saja ke rumah Mila, jangan panggil Faisal."
Mamak senang mendengar nya dengan senyuman kemenangan di ambil nya parsel yang sudah di buat.
"ayah...ayo kita masukkan parsel ini ke mobil, sudah jam berapa ini"
Ayah, mamak dan Andi membawa parsel ke mobil lalu berangkat dengan mobil di bawa Andi. Dalam perjalanan hati Andi sudah berkecamuk apa lagi melihat parsel di belakang mobil.
"kenapa seperti mau melamar jadi nya? padahal masih ada syarat yang lain, bagaimana ini ya Allah..."
Andi berbicara sendiri dalam hati.
Sementara mamak yang senang karena akhirnya bisa ikut dengan Andi ke rumah calon besan.
"tak sia sia aqu ikut saran si Leli, kalau tak begini... entah kapan dia mau mengajak mamak dan ayah nya, mana tau bisa di terima oleh orang tua Mila "
mamak berbicara dalam hati dan melihat anaknya yang sedikit cemberut.
"Andi... kamu enggak suka kami berdua ikut?"
"bukan begitu Mak... yang jadi masalah Andi ke sana mau berbicara dengan ayah Mila"
"karena itu lah kami ikut,mamak kan bisa juga bantu kamu untuk melamar anaknya "
"mamak ini... enak saja mau memikat anak orang, persiapan enggak ada, cincin belah rotan juga enggak ada."
Cincin belah rotan biasanya di pakai untuk cincin lamaran atau pernikahan, jadi di pemikiran Andi tidak mungkin.
"tenang saja kamu...mamak sudah siapkan semua nya, tadi Leli yang bantu."
"maksudnya mamak itu apa?"
"sudah...kamu konsentrasi saja bawa mobil,biar kita cepat sampai... sudah jam berapa ini"
"terselah lah apa yang terjadi biar lah terjadi, hadapi saja nanti."
Mobil yang di bawa Andi tak terasa sudah sampai di depan yang di tuju, mobil pun berhenti di depan rumah lalu turun di depan pagar untuk membukakan pintu pagar.
Setelah itu dia pun membuka pagar lalu memasukkan mobil ke dalam,mamak pun melihat ke luar mobil.
"sudah sampai kita nak?"
"sudah Mak...Andi turun dulu "
Mamak dan ayah pun yang di dalam menunggu mobil.
"ayah...ayo kita turun saja"
"ya sudah kita turun lagi."
Mereka berdua pun turun ke dalam lalu melihat Andi dari dalam. Sementara Andi mengetuk pintu rumah.
Tok...Tok... Tok...
"Assalamualaikum..."
Dari dalam ada seseorang membukakan pintu sambil menjawab salam.
"Wa'alaikum salam..."
Pintu terbuka dan yang membukakan pintu ternyata adalah Mila dan melihat yang datang seseorang yang sebenarnya di tunggu oleh nya kehadiran nya.
__ADS_1
"Bang Andi... silahkan masuk..."
Menghidupkan lampu ruang tamu karena biasanya di matikan, ayah yang di dalam melihat lampu di hidupkan melihat ke arah ruang tamu.
"siapa yang datang Mila?"
"bang Andi..."
"ya sudah di persilahkan masuk saja, kebetulan mau di bicarakan."
Mila pun ke belakang mau membuatkan minuman untuk Andi sementara tamu pun di persilahkan masuk. Ayah ke pintu menyambut Andi dan ayah bingung ternyata Andi datang tidak sendirian.
Andi pun masuk membawa parsel buah di tangan nya sementara mamak dan ayah juga membawa parsel aneka kue.
Ayah Mila yang kebingungan melihat calon mantu datang dengan kedua orang tua nya.
"Maaf pak...saya datang bersama dengan kedua orang tua,kami hanya mau menjalin silaturahmi"
Andi berbicara dengan bahasa yang baik agar tidak ada yang merasa sakit hati, apa lagi ke dua orang tua nya.
Ayah Mila yang melihat Andi bersama orang tua nya pun hanya tersenyum.
"enggak apa apa...mari masuk..."kata ayah Mila.
"silahkan duduk pak...Bu..."ayah Mila mempersilahkan tamu untuk duduk.
Lalu mamak meletakkan semua bawaan di meja yang satu lagi dengan cara mengambil bungkusan dari ayah dan Andi.
"pak...ini ada sedikit buah tangan dari kami"
"terima kasih Bu...jadi repot repot.
Di ruang tamu mereka berempat duduk dan saling pandang,lalu Andi membuka pembicaraan.
Tapi tiba tiba Mila keluar dari dalam membawakan dua gelas teh manis hangat karena dia tidak sadar kalau Andi membawa ke dua orang tuanya.
Melihat ke dua orang tua Andi ikut membuat Mila jadi terkejut dan serba salah."maaf...Mila hanya buatkan dua saja, ya sudah di buat kan lagi"
Mila pun kebelakang untuk membuat kekurangan teh manis tapi dalam hati nya dia jadi tak karuan.
"kenapa bang Andi enggak cerita kalau membawa orang tua nya, padahal tadi katanya mau datang aja. apa dia mau buat surprise?"
kata Mila dalam hati.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like... like... like...
add favorit
komentar yang membangun
serta
vote... vote... vote...
terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏