
Setelah melihat kepergian Mila dan Andi di kantin rumah sakit. Dafi kembali melihat Nadya di ruang ICU, tetapi pak Arif dan Bu Nilam sudah tidak ada di sana. Di lihat nya di ruang ICU dari kaca jendela, ternyata Nadya sudah di pindahkan.
Akhirnya Dafi ke ruangan VVIP yang di pesan nya,tapi terlebih dahulu dia ke bagian administrasi untuk menanyakan posisi ruangan tersebut."suster ruangan VVIP di mana ya...?" tanya Dafi pada perawat bagian administrasi.
"ada di lantai atas pak, nanti di sana ada suster bagian jaga bisa bapak tanya"jawab perawat.
"terima kasih"kata Dafi.
Dia pun langsung ke lantai atas untuk mencari keberadaan Nadya, setelah di atas dia pun menanyakan kembali ke bagian perawat yang jaga."suster saya mau tanya pasien atas nama Nadya Salsabila di ruangan mana ya?" tanya Dafi
"yang baru masuk ya pak?" tanya perawat
"iya yang dari ruangan ICU" Dafi menjelaskan
"oh...itu pak dari sini terus belok kanan, nama ruangan nya Bogenvil 1.A" perawat menjelaskan.
"terima kasih Suster" kata Dafi sambil bergegas pergi ke ruangan yang dia cari dari tadi.
Dafi pun menuju ruangan Bogenvil 1.A. Di sana dia menemukan Pak Arif dan Bu Nilam yang sudah menunggui Nadya di dalam ruangan."Alhamdulillah... ternyata mereka di sini"Dafi berkata dalam hati.
"nak Dafi, baru aja Tante mau telpon.eh...sudah nongol"kata Bu Nilam
"enggak apa apa Tante"kata Dafi
"apa tadi kata dokter?" tanya Dafi kembali
"Alhamdulillah...masa kritis sudah lewat, semoga cepat sadar dan pulih kembali"kata Bu Nilam.
"A...min..."kata Dafi
Di lihat nya kondisi Nadya yang berbaring di tempat tidur, teriris rasanya melihat keadaan nya. Andai saja tadi pagi dia keluar langsung membukakan pintu mobil untuk Nadya, mungkin ini tidak akan terjadi. Dafi berkata dalam hati.
Aku harus bertanggung jawab atas kejadian ini, setelah Nadya sadar akan qu bilang sama ayahnya untuk mempercepat pernikahan kami, apapun yang terjadi.
Suasana hening dalam ruangan kamar Nadya. jam menunjukkan waktu magrib telah tiba. Azan berkumandang terdengar dari mesjid, Dafi bersiap untuk ke mushola di rumah sakit saja."Tante saya keluar dulu mau magrib",kata Dafi pada Bu Nilam untuk berpamitan."silahkan, perginya sama ayah saja.iya-kan ayah"jawab Bu Nilam dan melihat pak Arif.
Pak Arif terkejut mendengar panggilan dari istri nya Bu Nilam."i...i...ya" jawab Pak Arif gugup karena perasaan nya sama Dafi antara marah dan simpati juga. Marah karena kejadian ini kenapa bisa terjadi, simpati karena Dafi sangat bertanggung jawab. Semua perawatan Nadya dia tanggung, dari awal sampai sekarang juga dia masih setia mendampingi Nadya.
"ya sudah sana pergi sama nak Dafi,mama aja yang jaga Nadya. kata Bu Nilam."mari pak kita ke mushola rumah sakit"ajak Dafi. Tanpa menjawab pak Arif ikut saja dengan Dafi.
Bu Nilam senang melihat suaminya pak Arif sudah mulai melunak, tidak lagi marah pada Dafi. Buktinya pak Arif sudah mau pergi dengan Dafi walaupun hanya ke mushola rumah sakit saja,tapi itu sudah awal yang baik.
__ADS_1
Bu Nilam tinggal berdua dengan Nadya, di dekati nya anak perempuan semata wayang nya. Duduk di samping nya sambil memegangi tangan Nadya yang tidak kena infus. Dielus nya tangan itu, biar memberi stimulasi pada Nadya untuk cepat sadar dan mengajaknya cerita.
Sambil mengelus elus tangan Nadya, Bu Nilam berkumandang sholawat nabi. Tak berapa lama tangan Nadya bergerak dan mulutnya memanggil namanya dan mata nya mulai terbuka."mama...mama..."Nadya berkata pelan sambil membuka mata.
"Alhamdulillah...ini mama sayang" kata Bu Nilam.
"mama... kita dimana?"tanya Nadya dengan suara pelan.
"jangan banyak bergerak dulu sayang"kata Bu Nilam
"kita ada di rumah sakit"kata Bu Nilam sambil menangis.hiks..hiks...sedih rasanya melihat kondisi Nadya seperti ini, kalau pun bisa di ganti kan tentu dia bersedia.
"ma...haus"kata Nadya masih dengan suara pelan.
Bu Nilam mengambil air mineral botol di meja lalu mengambil sedotan agar Nadya gampang untuk meminumnya."ini minum nak"
Nadya meminum air mineral yang di berikan mamanya."sudah ma.."kata Nadya. Ternyata Nadya haus, air mineral botol tinggal setengah.
"aduh..."Nadya memegang kepalanya."kenapa? ibu panggilkan suster ya..."kata Bu Nilam. Belum sempat Nadya menjawab,Bu Nilam menekan tombol bel untuk memanggil perawat.
Tak berapa lama perawat pun masuk.
"ada yang bisa saya bantu Bu?"tanya perawat
kata Bu Nilam
Perawat memeriksa Nadya seperti nya tidak ada yang di khawatirkan."enggak apa apa Bu, itu hanya reaksi obat"kata perawat.
"ibu Nadya jangan banyak gerak dan berpikir dulu, sebaiknya ibu tidur aja dulu"kata perawat pada Nadya.
"terima kasih Suster"kata Bu Nilam
"ya Bu, kalau ada apa apa panggil kami aja Bu"kata perawat
Perawat pun keluar dari ruangan Nadya, di dalam Bu Nilam duduk kembali di sebelah anaknya. Nadya pun kembali tertidur kembali, itu karena reaksi obat yang dari infus.
Tak berapa lama Pak Arif dan Dafi sudah masuk, mereka sudah kelihatan akrab. Tidak ada lagi perang dingin."ayah sudah datang?",kata Bu Nilam
"ya, bagaimana dengan Nadya? ada perkembangan?"tanya pak Arif
"tadi Nadya sudah sadar sebentar, ini baru tidur kembali"kata Bu Nilam
__ADS_1
"Alhamdulillah..."kata Dafi dan pak Arif bersamaan
"jawab nya kok pada kompak ya?"kata Bu Nilam sambil tersenyum
"jadi bagaimana Nadya tadi" tanya pak Arif lagi
"sudah ada perkembangan ayah, kita do'akan ya,insha Allah cepat sembuh"kata Bu Nilam.
"A...min..."jawab Dafi dan pak Arif bersamaan kembali.
"tuh...kan kompak lagi jawab nya"kata Bu Nilam
"ya udah la Bu, enggak masalah kan? itu pertanda baik"kata pak Arif
"pak..Tante... kita belum makan, mau di pesankan apa?"tanya Dafi
"terserah apa aja nak Dafi"kata Bu Nilam
"ya.. terserah aja, bapak ikut aja"kata pak Arif
Akhirnya Dafi memesan makanan pecak lele melalui jasa on line. Mereka menunggu satu jam untuk acara makan malam. Setelah sampai mereka pun makan malam bersama di rumah sakit sambil menunggu perkembangan Nadya.
Alhamdulillah... keadaan Nadya sudah mulai banyak perkembangan, mungkin setelah ini yang jadi masalah adalah tentang Nadya kemungkinan sementara tidak bisa berjalan. Semoga saja hasil pemeriksaan besok dengan dokter ortopedi baik baik saja. Begitulah pikiran yang berkecamuk di kepala Dafi memikirkan nasib Nadya. Padahal ini adalah kecelakaan tetapi dia begitu khawatir dan bertanggung jawab dengan keadaan Nadya yang akan menjadi istrinya.
Bagaimana kah keadaan Nadya selanjutnya ???
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...
Comment...
favorit...
vote...
Terima Kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏