
Sholat di masjid musholla bersama anak dan menantu untuk mendoakan operasi suaminya berjalan dengan lancar.
Retno adalah nama kakak Andi ,jarak keduanya tiga tahun.
Kakak Andi yang untuk kedua kalinya bertemu dengan Mila,. yaitu pada saat pernikahan mereka yang sederhana.
Retno melihat sosok Mila yang sepertinya baik dan pantas untuk menjadi pendamping Andi. Setelah sholat mamak berzikir sementara kakak dan Mila ngobrol berdua.
Saat ini lah mereka bisa dekat , Waktu menikah hanya sekedar saja karena banyak nya orang.
"Mila...apa kabar?"tanya Retno
"Alhamdulillah... sehat kak...kakak sehat kan?"tanya Mila
"sehat... bagaimana pernikahan kamu dengan Andi? lancar kan? dia pasti sayang sama kamu."kata Retno
"Alhamdulillah... lancar kak...bang Andi baik dan perhatian."jawab Mila
"syukurlah kalau begitu...tapi apakah si Leli ada mengganggu mu?"tanya Retno.
Mila hanya menggeleng tapi Retno tau kalau sebenarnya Mila berusaha untuk menutupi Leli saja
"kamu jangan bohong...dia itu kebiasaan...suka mengganggu dan minta uang, kalau dia minta...kamu jangan kasi."kata Retno
Memperhatikan kakak ipar menceritakan Leli...dia baru sadar kalau kemarin itu Leli berbohong kepada nya."berarti... waktu minta uang itu... bukan untuk mamak?"kata Mila dalam hati.
Retno kembali bercerita tentang adiknya Leli kepada nya.
"Andi yang sangat sayang kepada Leli... mungkin karena dari kecil mereka selalu bersama, jarak mereka tiga tahun."kata Retno.
Mila jadi mau tau bagaimana kedekatan antara Andi dan Mila sebagai abang dan adik.
"kak...bang Andi dan Leli memang dekat?"
"karena jarak mereka tiga tahun dan anak paling kecil...jadi kemana pun selalu sama. seperti sekolah,teman main kecil. Andi selalu melindungi Leli kalau berada di sekolah atau di dekat rumah."kata Retno.
"bang Andi bilang setelah tamat sekolah SMA bang Andi baru mereka tidak SMA lagi."kata Retno lagi
"tapi kak beda tiga tahun itu kan bisa beda jenjang saat di SMP dan SMA?"kata Mila
"memang beda... mereka sekolah di semua jenjang ada, dari tingkat TK, SD, SMP dan SMA."kata Retno menjelaskan
Mila manggut-manggut mendengar kakak ipar nya bicara dan setelah itu Retno mendekati mamak.
"mak...kita makan dulu... nanti masuk angin."
"mamak enggak selera makan,kita kembali ke depan ruang operasi."kata mamak
Retno yang tau kalau mamak lagi kacau pikiran nya jadi dia ikuti apa yang mamak mau.
"baiklah tapi nanti aku beli nasi... mamak makan ya..."kata Retno.
Mamak melihat anak perempuan nya yang mengkhawatirkan dirinya juga.
"iya... nanti mamak makan,tapi jangan banyak nasi nya."kata mamak
Retno tak menjawab karena biar cepat membelikan mamak makanan. Sampai di depan ruang operasi masih terlihat Andi dan abang ada di sana tapi Faisal sudah tidak kelihatan.
Mamak yang melihat tinggal dua orang jadi mencari keberadaan menantu nya.
__ADS_1
"Faisal kemana? kok enggak ada?"tanya mamak
"tadi dia lagi ke toilet."jawab Andi
"oh..."kata mamak dan duduk di sebelah Andi.
Mila pun duduk di sebelah Andi dan bersandar di bahu suami nya.
"mak... belum makan? biar Andi belikan."
"terserah saja... mamak ngikut..."
Andi mau berdiri tapi Retno mencegah nya.
"kamu di sini saja...biar kakak yang beli makanan kita semua."
"ya kak..."kata Andi
Retno mau pergi sendiri tapi di cegah oleh Abang nya.
"Retno...mau kemana?"
"beli makanan bang..."jawab Retno
"ya sudah... Abang ikut."
Mereka berdua pun keluar mencari makanan untuk semua nya. Setengah jam kemudian lampu merah ruang operasi mati, itu artinya sudah selesai juga ayah di operasi.
Mamak yang terlebih dahulu melihat lampu mati dia pun mengatakan pada anaknya.
"Andi...itu lampu sudah di matiin... arti nya operasi ayah sudah selesai."kata mamak
"sabar mak... sebentar lagi dokter akan mengabarkan pada kita."kata Andi.
Mamak yang mau berdiri tidak jadi karena menunggu pintu di buka oleh dokter.
Lima menit kemudian dokter keluar untuk mengabarkan kepada pihak keluarga.
"keluar pasien."kata dokter di depan pintu.
Semua pun berdiri untuk mendengar kabar terbaru dari ayah.
"kami semua dokter."jawab Andi.
"oh...Andi anaknya dan ibu ini istri nya?"tanya dokter.
"iya dokter..."
Dokter pun menjelaskan tentang perkembangan dari ayah.
"operasi berjalan dengan lancar...tapi bapak mau di pindahkan di ruang pemulihan, setelah dua jam baru masuk ke ruangan pasien."kata dokter.
"baik dokter..."jawab Andi
"jadi pak... sebaiknya pesan kamar untuk pasien di bagian administrasi."kata dokter
Di rumah sakit yang untuk mandiri tidak memakai jaminan asuransi kesehatan, harus ada deposit untuk menjamin pembayaran.
"baik dokter saya akan ke bagian administrasi."kata Andi
__ADS_1
Dia pun ke bagian administrasi tapi sebelumnya dia ngomong sama Mila.
"jaga mamak ya...abang mau ke bagian administrasi."kata Andi.
"iya bang."jawab Mila
Andi mau pergi ke bagian administrasi tapi di lihat nya Faisal duduk sendirian.
"Faisal...yuk ikut abang."kata Andi
"baik bang..."jawab Faisal.
Membayarkan untuk kamar pasien, dia pun memberikan kartu debit yang tadi sudah di pakai. Perawat mengambil dan menggesek sejumlah nominal yang tertera.
Setelah itu mereka pun kembali ke depan ruang operasi. Dari kejauhan nampak ayah di bawa ke bagian ruang pemulihan sementara, di ruang tersebut akan selalu dipantau karena perawat jaga ada 24jam di sana.
Mamak melihat ayah di bawa pakai tempat tidur dorong, dia mengikuti ayah. Mila yang ada di situ mencoba untuk menahan tapi percuma saja
Bersikeras untuk mengikuti sampai ke ruang pemulihan."mak...kita tunggu di sini saj..."kata Mila
Mamak tidak menghiraukan perkataan Mila dia tetap mengikuti ayah mau di bawa kemana.
Andi yang berdiri tetap saat mamak mengikuti ayah."ya sudah lah mak... jangan menangis lagi."kata Andi mendekati mamaknya.
Setelah sampai di ruang pemilihan, mamak menunggu di depan nya.
Sementara itu Retno dan abang yang selesai membeli makan malam mereka, tidak menemukan semua nya di depan ruang operasi tidak ada.
Abang berinisiatif untuk menanyakan kepada pada perawat yang baru keluar dari situ.
"suster... pasien yang baru di operasi di sini?"
"oh... sudah di bawa ke ruang pemulihan."
"kalau boleh tau... ruang pemulihan ada di mana ya..."
"oh...dari sini lurus saja dan sampai simpang ke dua..ya di situ ruangan nya."jawab perawat.
"baik... terima kasih suster..."
"sama sama"jawab suster
Mereka berdua pun ke ruang pemulihan dengan petunjuk perawat.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like... like... like...
subscribe...
komentar yang membangun
terima kasih
🙏🙏🙏
__ADS_1