Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.101


__ADS_3

Ternyata makan di warung adalah pengalaman pertama untuk siska, dan sepertinya Dedy mengetahui nya.


Tak lama pesanan mereka pun datang"silahkan bapak/ibu"kata pelayan toko.


"terima kasih"kata Dedy yang melihat Siska karena seperti tidak berselera.


Dedy mengambil pesanan meletakkan di depan Siska, baca doa dan makan sate.


"Ini satenya enak lho...ayo di makan"kata Dedy sambil memasukkan lontong terlebih dahulu ke dalam mulutnya.


"kamu aja dulu...aqu enggak selera"jawab Siska yang enggan memakan sate tersebut tapi perutnya juga lapar."aduh...perut qu kok lapar tapi mau makan tempat nya tak meyakinkan, si Dedy ni makannya kok lahap benar"kata Siska dalam hati.


Dedy yang memang lapar tidak memperdulikan siska makan dengan lahap sampai habis dan melirik sate padang di sebelah"kamu enggak mau? biar aqu yang habiskan"kata Dedy.


"ini aqu mau makan, kalau kurang pesan aja lagi"kata Siska yang mulai memakan sate di hadapannya. Saat di makan"emh...enak juga ternyata,pantas dia mau ambil punya qu"kata Siska dalam hati.


Melihat Siska yang mau memakan sate, Dedy sengaja mengambil satu tusuk milik Siska.


"Plak"


Siska memukul tangan Dedy yang mau mengambil satenya.


"aduh..."kata Dedy


"kamu sih... jangan ambil punya orang, kalau mau pesan lagi sana"kata Siska.


"pelit banget.. nanti kan kalau datang pesanan qu bisa di ganti lagi"kata Dedy.


Akhirnya Dedy memesan satu porsi lagi"mas...pesan sate padang lagi ya...Gak Pakai Lama"kata Dedy.


"baik pak"kata pelayan pada Dedy.


Tak berapa lama kemudian sate pesanan Dedy pun datang dan Siska juga sudah mulai habis makanan di hadapannya."ini pak pesanan nya"kata pelayan


"terima kasih"kata Dedy yang langsung memakan sate di hadapannya karena dia memang masih lapar.


Siska yang sudah habis sate di hadapannya melirik punya Dedy yang masih makan dengan lahap, karena di perhatikan dia pun menghentikan makannya"kamu masih mau?"tanya Dedy


"iya...dikit aja karena aqu masih lapar"kata Siska.


"ya sudah...qu pesankan aja lagi"kata Dedy.


"enggak usah... kelamaan, mumpung aqu masih mau. kalau mau pesan aja lagi"kata Siska yang mengambil punya Dedy semua nya.

__ADS_1


Melihat tingkah istrinya yang mau tapi Malu membuat Dedy geleng kepala dan membiarkan Siska memakan semua sendirian.


"ya sudah kamu makan aja, aqu pesan untuk bawa pulang aja"kata Dedy pada Siska.


Yang lagi makan enggak memperhatikan Dedy sama sekali dan sibuk menghabiskan makanan yang ada di hadapannya.


Dedy pun memesan dua porsi lagi untuk di bawa pulang untuk makan di rumah. Tak berapa lama kemudian Siska selesai makan mereka pun jalan pulang ke rumah.


Dalam perjalanan pulang suasana di dalam mobil hening, Dedy memberikan diri untuk membuka percakapan.


"tadi pesan papi kita ke rumah pak Dafi minta maaf"kata Dedy memulai percakapan.


"iya...tapi nanti saja lah...aqu belum mood mau ke sana"jawab Siska.


Dedy yang masih menjalankan mobil pun geleng kepala aja"enggak bisa begitu karena papi mau secepatnya, kalau tidak secepat aqu takut papi bisa murka"Dedy mengingatkan istri nya.


"iya...tapi beri aqu waktu"jawab Siska yang mulai bingung kalau membahas tentang kejadian Dafi dan istrinya.


Memang berat untuk meminta maaf pada orang tapi bagaimana lagi itu harus di lakukan Siska, kalau tidak? pasti dia akan mendapatkan hukuman dari ayahnya.


"oke...tapi jangan terlalu lama karena papi mu akan lebih marah"kata Dedy.


Sebenarnya Dedy kasihan juga pada Siska, tapi bagaimana lagi? itu semua juga ulang dirinya sendiri, tidak memikirkan akibat nya.


Dedy memasuki kamar dan di lihat nya Siska yang lagi sibuk dengan HP di tangan."belum tidur kamu?"Dedy memulai percakapan sementara Siska hanya diam, karena merasa tidak di pedulikan Dedy mendekati nya ke tempat tidur.


"mau ngapain kamu dekat dekat?" Siska yang terkejut melihat Dedy sudah ada di sampingnya sekarang.


"aqu mendekat karena mau lihat kamu lagi lihat apa? sampai enggak menjawab pertanyaan qu"jawab Dedy.


"ngapain kamu nanya, kan sudah lihat aqu lagi main HP? kamu tidur di sana aja, jangan di sini"kata Siska.


"siapa juga yang mau tidur dengan mu, perlu kamu ingat. Aqu enggak akan lagi menyentuh mu kalau kamu hamil, karena kalau kamu hamil pernikahan kita kemarin tidak sah."kata Dedy.


"Deg"


hati Siska mendengar perkataan dari suaminya.


"jadi kalau aqu enggak hamil?"tanya Siska penasaran.


"pernikahan kita sah di mata hukum dan agama, tapi kamu kan maunya kita pisah. jadi kalau papi nya sudah sembuh, nanti pelan pelan qu bicara sama papi"kata Dedy.


Siska tidak menjawab perkataan Dedy"jadi kalau aqu enggak hamil berarti pernikahan kami sah? aduh bagaimana ini?"kata Siska dalam hati.

__ADS_1


Karena tidak ada tanggapan dari Siska maka Dedy pun ke kamar mandi untuk bersih bersih dan sebelum tidur dia sholat isya terlebih dahulu karena tadi dia tidak sempat melaksanakannya.


Sholat isya telah selesai di laksanakan Dedy tapi dari tadi Siska tidak juga bergerak dari tempat tidur masih juga memegang Hp.


"sudah malam, kamu sudah sholat?"tanya Dedy


"belum, bentar lagi aja. aqu lagi seru nih lihat HP."jawab Siska.


Dedy tidak melarang istri nya tapi dia mendekati dan tidur di tempat tidur king size kepunyaan Siska."kamu mau ngapain di sini?"tanya Siska terkejut melihat Dedy yang tidur di tempat tidur nya.


"kalau kamu enggak mau bersih bersih, sholat dan tidur aqu tidur di sini malam ini"kata Dedy.


"enggak bisa seperti itu"jawab Siska kesal melihat tingkah Dedy yang mengambil posisi di tengah.


"kalau begitu kamu kerjakan perintah qu tadi"kata Dedy lagi.


"enggak mau ,kamu tidur di kursi sana"kata Siska


Dedy yang tidak memperdulikan omongan istri nya diam saja, di ambil bantal dan guling kepunyaan Siska yang ada di tempat tidur.


"kamu enggak boleh tidur di sini"kata Siska lagi sambil mendorong ke samping tapi karena badan Dedy yang tinggi besar jadi kalah tenaga dengan Siska yang kecil, sehingga tidak bergeser walaupun di dorong Siska.


"kalau kamu mau aqu tidur di kursi, sekarang kerjakan perintah qu tadi"kata Dedy.


Siska tidak menjawab pertanyaan Dedy tapi dia pun bangkit menuju ke kamar mandi, sesuai perintah suaminya.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like...like...


add favorit


komentar yang membangun


serta


vote... vote... vote...


Terima kasih

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2