
Sementara Dafi yang jam makan siang keluar untuk pulang dahulu ke rumah, setelah itu baru menjemput Nisa di sekolah nya.
Dafi melakukan ini sebagai permintaan maaf atas cemburu buta pada Yusuf kakak kelas Nadya di SMA.
Keluar kantor sebelum jam makan siang tentu nya, sampai ke rumah ternyata Nadya sudah siap untuk pergi. Dia senang sekali di ajak makan siang hari ini di ajak oleh suaminya."Alhamdulillah...kamu sudah siap sweet heart,jadi bisa langsung jemput Nisa"kata Dafi melihat istrinya yang sudah menunggu nya.
"ayo lah cepat, kasian Nisa takutnya tinggal dia sendiri"kata Nadya yang membawa paper bag di tangan nya.
Dafi melihat seisi rumah sambil mencari keberadaan mamanya"mama mana ?"tanya Dafi
"ada di kamar bang,tadi sudah aqu ajak makan siang di luar. Tapi kata mama hari ini dia ada pengajian,jadi takut nya kecapean...lalu enggak jadi ngaji"kata Nadya.
Di buka Dafi pintu kamar mamanya."ma...kami mau makan siang, mau ikut?"tanya Dafi melihat Bu Nani di kamar lagi baca Al Qur'an.
"tadi Nadya juga sudah mengajak mama,tapi mama hari ini ada pengajian,lain kali aja mama ikutan"kata Bu Nani.
"oh... gitu...ya sudah ma... kami pergi dulu, Assalamualaikum..."kata Dafi
"wa'alaikum salam... hati hati di jalan"jawab Bu Nani.
Nadya yang berdiri di belakangnya langsung mengajak keluar."yuk kita jalan,tapi bawa apa di paper bag?"tanya Dafi yang penasaran.
"oh...ini baju ganti Nisa, sudah terbayangkan baju sekolah nya itu pasti sudah basah"kata Nadya.
"Alhamdulillah...Nisa punya mama yang perhatian"kata Dafi pada istrinya sambil masuk ke dalam mobil.
Nadya memang lebih perhatian pada Nisa, sebagai seorang istri dia sangat perhatian pada Nisa yang memang bukan anak kandungnya.
Dafi juga perhatian pada Nisa tapi tidak sampai sedetil itu, namanya kepala keluarga jadi tugas utama adalah mencari nafkah untuk keluarga.
Di perjalanan Nadya hanya diam, tidak mau mengganggu Dafi yang lagi nyetir. Dua puluh menit kemudian mereka sampai juga di sekolah Nisa."abang aja yang turun jemput Nisa, kalau aqu nanti jadi panjang ceritanya.bisa satu jam lebih nanti di dalam"kata Nadya.
"ya sudah...kamu tunggu di mobil saja"kata Dafi memundurkan parkiran mobil nya biar tidak kelihatan dari dalam sekolah kalau Nadya ada di dalam mobil.
Sekolah Nisa adalah tempat kerja Nadya dulu, atas rekomendasi Bu Nani dan Nisa yang sudah sayang sama Bu guru maka Dafi pun mau di jodohkan dengan guru anaknya itu.
Butuh waktu lima belas menit akhirnya Dafi keluar membawa Nisa keluar dari sekolah."eh...ada mama ikut jemput juga"kata Nisa.
"iya... hari ini mama ikut jemput,tapi baju kamu kok sudah ganti?"kata Nadya melihat anaknya sudah ganti baju.
"tadi baju Nisa basah karena keringatan,jadi Bu Mila memandikan dan memakai baju ini"kata Nisa.
"Alhamdulillah...anak mama sudah wangi, pantesan dari rumah mama ada feeling membawakan baju untuk Nisa"kata Nadya sambil menggantikan baju Nisa.
Karena mau menggantikan baju Nisa maka Nadya pindah duduk ke belakang, supaya pas sampai restoran Nisa sudah ganti baju."baju Nisa yang di dalam tas mana?"tanya Nadya karena biasanya di bawakan baju ganti oleh nya.
__ADS_1
"sudah enggak ada ma...mba marni lupa masukkan ke dalam tas Nisa"
"oh...ya sudah nanti mama yang masukkan ke dalam tas Nisa,"kata Nadya.
Ternyata mereka sudah sampai di tempat restoran yang di tuju, sebuah tempat makan lesehan dan tersedia berbagai macam masakan seafood.
"pesan apa kita hari ini?"tanya Dafi
"ayah...Nisa mau udang goreng crispy "
"oke...mama mau apa?"tanya Dafi pada istrinya.
"gurame bakar dan cah kangkung"kata Nadya.
"tambahkan tempe goreng crispy juga dan nasi satu bakul saja"kata Dafi pada orang yang lagi menulis pesanan mereka.
"minuman nya apa?"tanya pelayan restoran.
"Nisa jus jeruk"
"jus Martabe"kata Nadya
"saya jus wortel campur jeruk"kata Dafi.
"baik pak, secepatnya pesanan akan sampai"kata pelayan.
"tanya sama ayah...karena jam 10, mama baru di what's up"kata Nadya.
"sebenarnya tadi malam ayah mau ngajak makan di luar tapi ternyata momen nya enggak tepat,jadi sekarang saja lah kita makan bersama"kata Dafi
"oh... gitu ya... kalau bisa sering sering ajak kami, iya kan ma..."kata Nisa.
"ya...kita do'akan rezeki ayah lancar,biar sering ajak makan di luar"kata Nadya.
"kalau itu setiap hari Nisa do'akan,mama dan adek di perut juga di do'akan,Oma juga Nisa do'akan".
Tak berapa lama makanan yang di pesan datang juga, karena sudah lapar maka Nisa makan mengajak makan."mari kita makan"kata Nisa
"eits... cuci tangan dan baca doa dulu"kata Nadya.
"cuci tangan sudah jadi tinggal baca do'a saja"kata Nisa.
"ya sudah... sekarang baca do'a makan bersama"kata Dafi.
Setelah itu mereka makan bersama sekeluarga, tanpa terasa mereka makan dengan lahap."mama makannya yang banyak karena makan untuk dua orang"kata Nisa.
__ADS_1
"baik kakak...mama makan yang banyak biar adek di dalam perut sehat"jawab Nadya
"kok Nisa tau, siapa yang kasi tau?"tanya Dafi.
"Oma... setiap hari Oma ngomong begitu"kata Nisa.
"oh... kalau Oma enggak heran ngomong begitu"kata Dafi.
Makan siang yang menyenangkan untuk semua nya, sehingga Nadya sudah enggak marah lagi dan Dafi bisa kerja dengan baik saat di kantor. Setelah makan Dafi menyempatkan Zuhur di mushola yang ada di restoran, setelah itu Nadya dan Nisa menyusul.
Makanan dan minuman sudah habis di meja mereka, sholat Zuhur juga sudah. Karena Dafi mau kembali ke kantor maka di ajak Dafi mereka kembali pulang.
Dafi membayar bill makanan di kasir sementara Nadya menemani Nisa yang lagi main ayunan di taman kecil di dalam restoran.
Dafi mendekati anak dan istri nya, lalu mau mengantar mereka untuk pulang ke rumah."sudah siap bang..."tanya Nadya.
"sudah... sekarang kita pulang setelah itu abang ke kantor lagi"kata Dafi.
"mmmhhh..ya...ajak tu anak gadis pulang"kata Nadya menunjuk ke arah Nisa.
"Nadya..."
Tiba tiba ada orang yang memanggil namanya... siapakah dia...
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like... like... like...
add favorit
komentar yang membangun
secangkir kopi hangat
bunga mawar yang bermekaran
serta
vote... vote... vote...
Terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏