Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.69


__ADS_3

Nadya pun masuk ke dalam kamar sendiri, sebelum tidur dia bersih bersih diri dahulu supaya tidur nya nyenyak.Dia menggosok gigi, mencuci wajah dan lain yang di anggapnya penting.


Setelah selesai semua dia pun berbaring di tempat tidur, di lihat nya jam menunjukkan pukul setengah sebelas malam tapi Dafi belum juga masuk kamar. Akhirnya Nadya pun tertidur sendiri di kamar.


Dafi yang sudah lama tidak masuk kantor memeriksa semua email yang di kirim Andi. Sebenarnya email yang pertama di kirim Andi sudah selesai di kerjakan tapi Dafi minta kirim kan pekerjaan seminggu terakhir. karena itu lah makanya dia lama memeriksa email yang ada di ruang kerjanya sendiri.


Tak terasa sudah jam satu malam baru Dafi selesai memeriksa email yang di kirim Andi, Dafi pun ke luar dari ruang kerja dan manuju kamar tidur nya. Tanpa sengaja Bu Nani ke luar kamar nya, jadi mereka pun saling melihat."lho kamu belum tidur"kata Bu Nani melihat Dafi keluar dari ruang kerjanya.


"belum ma...ni juga mau masuk kamar, mama mau ngapain?"tanya Dafi


"mama mau ambil minum ke belakang, tadi lupa bawa ke dalam kamar"jawab Bu Nani


"oh...iya kamu ngapain di ruang kerja kok lama sekali?" tanya Bu Nani lagi


"lagi memeriksa email dari Andi makanya lama"jawab Dafi


Bu Nani menarik tangan tangan anaknya dan membawa duduk di ruang makan"kamu itu jangan terlalu banyak kerja dulu, pulih kan dulu ingat mu itu. Lagian hari ini adalah pertama kali Nadya menginap di rumah ini, masak kamu cuekin gitu aja"kata Bu Nani.


"iya ma...ini juga mau ke kamar"jawab Dafi


"ingat...kamu itu sudah berkeluarga tidak seperti dulu yang hanya mementingkan diri sendiri saja dan kerja terus..."nasehat Bu Nani


"baik mama qu sayang", jawab Dafi


"ya sudah masuk kamar sana...mama juga mau ke dapur ambil minum"kata Bu Nani berjalan ke dapur ambil minum untuk dirinya sendiri.


Dafi membuka pintu kamar secara perlahan takut membangunkan Nadya yang sudah tertidur pulas. Sebelum naik tempat tidur Dafi pun ke toilet dulu untuk bebersih diri dan mengganti pakaian yang nyaman untuk tidur.


Di tempat tidur Nadya sudah tertidur pulas, Dafi memperhatikan istri nya yang sudah tidur. Di usapnya kening sampai kepala Nadya dan di kecupnya kening tersebut dan berkata"maaf ya..."kata Dafi. Karena sudah capek Nadya sama sekali tidak terbangun dengan kecupan dari suaminya itu. Akhirnya Dafi pun tertidur di sebelah Nadya dengan tangan kiri memeluk pinggang Nadya.


Sekitar jam 4 pagi Nadya terbangun, dan memang jam segitu lah dia bangun setiap hari. Karena di rumah jam 4 pagi ayahnya sudah bangun untuk sholat tahajud dan persiapan untuk sholat ke mesjid komplek perumahan mereka.


"tangan siapa ini?"kata Nadya dalam hati yang baru membuka matanya. Dilihat nya di sekeliling tempat dia tidur"di mana ini?"katanya dalam hati lagi. Dia pun duduk sebentar untuk mengumpulkan ingatan yang baru bangun tidur, di ingat nya sejenak dan akhirnya dia sudah ingat."Astaghfirullah...ini kan di rumah dan kamar bang Dafi dan kami sudah menikah"kata Nadya dalam hati sambil tersenyum sendiri.


Di lihat nya Dafi yang tertidur menghadap dirinya. Nadya pun terbiasa tidur menghadap kanan."tadi kenapa aqu salah ambil posisi tidur ya??? mau karena ngantuk berat makanya asal tidur saja"kata nya dalam hati.


Sudah sadar dengan keadaan di sekitar ruang maka Nadya ke kamar mandi untuk melaksanakan sholat Tahajjud, Fajar dan menunggu waktu Subuh dia membaca Alquran tapi dengan suara tidak terlalu keras. Karena sudah azan subuh di bangunkan Dafi untuk sholat subuh berjamaah"bang... sudah azan subuh, bangun yuk"Nadya membangunkan suaminya dengan sedikit menggerakkan bahu Dafi.


"mmmmhhhhh jam berapa sekarang?"kata Dafi sambil menggeliatkan tubuh dan membuka mata. Di lihat nya Nadya yang sudah memakai mukena"bidadari surga...kamu sudah bangun?"tanya Dafi.

__ADS_1


"mmmmm sudah azan, sholat yuk"ajak Nadya


"kamu sudah sholat"tanya Dafi lagi


"belum...kan nungguin abang, kita sholat berjamaah ya ..."kata Nadya dengan suara lemah lembut.


"iya...abang ambil wudhu dulu, kamu siapkan tempat nya, tapi di kamar saja kita sholat"kata Dafi lagi."iya.... cepat ya bang, waktu shubuh itu singkat. Sama seperti sholat magrib"pesan Nadya."ya..."terdengar suara dari toilet.


Mereka pun sholat subuh berjamaah berdua di dalam kamar dan tak lupa qobliah dahulu di kerjakan. Dan tak lama mereka selesai melaksanakan sholat subuh Nadya mencium punggung tangan suaminya dan Dafi mencium ubun ubun istri nya.


"bang...aqu ke dapur dulu mau masak"kata Nadya. Dafi melihat Nadya yang mau keluar kamar."enggak usah kan sudah ada mba marni, di sini aja dulu"perintah Dafi


"jadi aqu ngapain di kamar aja"tanya Nadya


"sini duduk dekat abang dulu"kata Dafi dengan senyuman licik yang seperti ada yang di rencanakan nya


Nadya mendekati suaminya"kepala abang sedikit pusing tolong pijitkan, bisa?"tanya Dafi pada istrinya.


"oh...minyak angin dimana ?" tanya Nadya dengan polosnya.


"ada di meja rias"kata Dafi


"di bagian kening"jawab Dafi


Nadya pun duduk di tempat tidur dan memberi minyak angin di kepala Dafi sambil memijat kepalanya.


"enaknya tiduran di dekat kamu"kata Dafi sambil mengambil bantal dan meletakkan di antara paha Nadya yang duduk bersila.


"seperti nya ini bukan sakit kepala, ada niat yang tersembunyi"kata Nadya melihat suami memindahkan bantal.


"enggak..benaran minta pijit kening abang, paling kalau seperti ini squisy kembar jadi kelihatan"kata Dafi sambil melihat Nadya yang seperti kebingungan.


Dafi senang melihat wajah istrinya yang bengong dan kelihatan polos."memang istri qu ini masih polos, enggak mengerti apa-apa"katanya dalam hati.


"enggak ada kelanjutan setelah ini bang... karena sudah siang, paling nanti bada princess yang mengetuk pintu"kata Nadya


"sebentar aja sayang, pemanasan di pagi hari... enggak lebih kok"kata Dafi pada istrinya.


"oke sebentar ya..."kata Nadya menghentikan pijitan di keningnya.

__ADS_1


"iya..."jawab Dafi


"atau sampai ketukan pintu dari princess?"tanya Nadya lagi


"lihat situasi..."jawab Dafi


Mereka pun berc*u*a* bibir dengan lembut di awal yang kelamaan jadi c*u*a* panas sehingga Dafi menuntun Nadya untuk berbaring dan tidak sabar melihat squisy kembar sambil menahan slavina-nya. Di r*m*s-nya squisy kembar itu sehingga membuat Nadya mendesah tapi tertahan.


"keluar kan saja suara mu sayang"kata Dafi dengan suara mendesah juga di telinga Nadya.


Squisy kembar itu pun di k*c*p-nya.


Tok...


tok...


tok..


suara pintu di ketuk dari luar


"ayah...mama... sudah siang"terdengar suara Nisa dari balik pintu.


"oh...now...oh...now..."kata Dafi dengan sedikit marah. Sementara Nadya tersenyum dan berkata "Bersambung..." memegang kepala Dafi.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like...like...


add favorit...


komentar yang membangun


vote...vote...vote...


Terima kasih

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2