Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.181


__ADS_3

Berdua keluar dari kamar Siska dan menuju kantin rumah sakit, dari kejauhan pak Kusuma melihat seseorang yang dia kenal dan mendatangi orang tersebut.


Pak Kusuma penasaran dengan orang yang dia kenal dan menegur orang tersebut.


"Pak... lagi di sini juga? siapa yang sakit?"tanya pak Kusuma


Orang yang di tegur melihat ke arah pak Kusuma dan dia juga terkejut.


"Pak Kusuma...di sini juga?"kata orang tersebut.


"iya...Siska lagi di rawat,kamu siapa yang sakit? mama mu ?"tanya pak Kusuma seperti khawatir.


Bu Mona yang melihat suaminya seperti menghawatirkan seseorang, mencubit pinggang pak Kusuma.


"aduh...mami...sakit.kata pak Kusuma


Melihat tingkah sepasang suami istri paruh baya itu, membuat Dafi tersenyum dan geleng geleng kepala.


"Bukan pak... istri saya yang mau lahiran"jawab Dafi.


"Alhamdulillah... selamat...apa orang nya?"kata pak Kusuma.


"mmmhhh... masih menunggu bukaan, jadi saya pesan makanan untuk tambah energi"jawab Dafi.


"Mudah mudahan lahirannya lancar ya...ibu dan bayi selamat "kata Bu Mona.


"A...min... makasih Bu... saya ambil pesanan dulu, kasian Nadya sudah menunggu "kata Dafi.


"iya...iya... silahkan"kata pak Kusuma


Dafi pun mengambil pesanan,lalu pergi meninggalkan kantin rumah sakit dan kembali ke tempat istrinya menunggu.


Bu Mona dan pak Kusuma pun duduk di kursi kantin,dan melihat menu yang ada di atas meja.


"mami mau pesan apa?"tanya pak Kusuma.


Lagi melihat menu yang ada dan melihat ke arah suaminya.


"makan apa ya Pi...?tanya Bu Mona yang bingung.


"lah...tadi dia yang lapar,kok sekarang bingung?"kata pak Kusuma.


"iya...mami bingung,samakan saja sama pesanan papi "kata Bu Mona


"ya sudah...papi mau makan nasi Padang, jadi minta tolong di hidangkan saja"kata pak Kusuma.


"ide yang baik, kalau begitu pesan aja itu."kata Bu Mona.


Tak berapa lama, pesanan nasi dan lauk dan sayur terhidang di atas meja. Tinggal pilih mau makan lauk apa, tersedia menggugah selera.


"Alhamdulillah... semua tersedia di meja,ayo kita makan mi... mumpung lagi hangat"kata pak Kusuma


"iya... jangan lupa berdoa "kata Bu Mona mengingatkan


"mmmhhh..."jawab pak Kusuma tanpa mau berdebat dan mau menyantap makanan yang ada.


Mereka berdua pun makan bersama,semula Bu Mona merasa kurang berselera tapi perutnya lapar. Jadi akhirnya dia pun makan dengan lahap karena rasanya juga cocok di lidah.


Sementara Dafi masuk ke dalam ruangan persalinan,Nadya ada di dalam yang lagi menunggu proses persalinan.

__ADS_1


Dari tadi pagi mereka ke rumah sakit dan ternyata setelah di periksa ternyata masih bukaan dua.


Dafi mendekati istrinya, kasihan dia melihat perjuangan Nadya sehingga dia harus menemani sampai proses persalinan selesai.


"Sweet heart...kita makan dulu,biar tambah tenaga"kata Dafi.


Nadya hanya mengangguk karena dia sudah menahan sakit, tapi harus kuat untuk menghadapi proses persalinan.


"yang kuat...kamu pasti bisa dan kuat demi anak kita."kata Dafi memberikan semangat pada istrinya.


"iya..bang..."jawab Nadya.


Dafi memeluk dan mengecup kening istrinya untuk memberikan semangat. Nadya pun seperti di beri semangat dari suaminya.


"kamu bisa Nadya...kamu kuat Nadya... untuk anak dan suami... keluarga yang sempurna"kata Nadya dalam hati untuk memberikan semangat pada diri sendiri.


Dengan cepat Dafi mencari sendok dan membuka makanan,lalu menyuapkan untuk Nadya.


"sweet heart...kita makan dulu,biar strong menghadapi baby kita lahir ke dunia"kata Dafi pada istrinya.


Nadya tidak menjawab tapi membuka mulutnya, mengikuti perintah suami.


Reza dengan sabar menyuapi istrinya, dan Nadya melihat Reza yang enggak makan."bang...makan juga, masa hanya aqu"kata Nadya.


"setelah ini, nanti abang makan"jawab Reza.


Tiba tiba saja Nadya memegang kuat tangan Dafi."aduh...aduh...aduh..."kata Nadya.


Dafi yang di pegang kaut tangannya juga kesakitan,tapi tidak di perlihatkan pada Nadya.


"sabar... sabar...tarik nafas,mau di panggilkan suster?"kata Dafi.


"biar di periksa kondisi mu sweet heart"kata Dafi.


"enggak usah bang .. bentar lagi juga pasti di periksa"jawab Nadya.


"ya sudah... tapi makannya di lanjutkan lagi "kata Dafi.


"ya... setelah ini, abang makan juga "jawab Nadya.


"iya... abang pasti makan, suami siaga harus kuat juga, biar menyambut baby kita "kata Dafi.


Mendengar perkataan suaminya, adem rasa nya dan semangat lagi untuk melahirkan anak tercinta.


Setelah selesai makan dan melihat Nadya sedikit tenang,maka Dafi makan siang sendiri.


"Abang enggak di suapkan?"tanya Dafi sambil menggoda istrinya.


Nadya tersenyum mendengar perkataan suaminya karena tumben manja nya datang."abang mau di suapkan?"kata Nadya.


"kalau boleh gantian, boleh kan ?"kata Dafi.


"ya boleh...sini piring nya"kata Nadya yang duduk di atas tempat tidur pasien melahirkan dan Dafi duduk di kursi dekat tempat tidur.


Nadya pun menyuapkan nasi pada suaminya dan Dafi pun membuka mulut dan menikmati makanan dari istri nya.


Dafi makan dengan lahap dan sesekali suapan tersebut ke arah Nadya.


Tiba tiba ada seseorang mengetuk pintu

__ADS_1


tok...tok...tok...


"permisi..."kata perawat yang memeriksa Nadya.


"masuk suster..."kata Dafi.


Melihat sepasang suami istri yang lagi mesra makan berdua, membuat perawat iri melihat nya."aduh... mesra nya... membuat saya jelles aja"kata perawat.


"suatu hari nanti pasti ketemu juga suster"kata Nadya.


"A...min... mudah mudahan dapat seperti pak Dafi yang suami siaga"kata perawat.


Perawat pun mendekati Nadya untuk mengukur tensi kembali dan mau memeriksa sudah bukaan berapa."bapak tunggu di luar sebentar ya...kita mau periksa sudah bukaan berapa "kata perawat.


"oh ... begitu ya .."jawab Dafi.


"memang seperti itu bang, keluar sebentar saja"kata Nadya.


"baiklah kalau begitu "kata Dafi sambil berjalan keluar.


Di dalam tinggal Nadya dan perawat yang mau memeriksa.


"kita periksa lagi ya Bu... sudah bukaan berapa,biar dokter spesialis kandungan datang untuk siaga "kata perawat


"baik suster, mudah mudahan sudah bukaan terakhir "jawab Nadya


"a...min... mudah mudahan sudah bukaan terakhir "kata perawat.


Perawat pun memeriksa Nadya sementara yang di periksa sudah pasrah karena ini memang harus di lalui untuk menjadi seorang ibu. Rasa nya memang sakit tapi bagaimana lagi,jadi di nikmati saja biar tidak terasa sakit.


Setelah di periksa oleh perawat membuat Nadya penasaran sudah bukaan berapa, mereka masuk ke rumah sakit memang dari tadi pagi, mana tau sudah bukaan terakhir.


"bagaimana suster? sudah bukaan terakhir kan?"kata Nadya yang dari tadi berharap bukaan terakhir aja.


Bagaimana jawaban perawat atas pertanyaan Nadya?


Apakah sudah bukaan terakhir yang di harapkan Nadya?


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like... like... like...


add favorit...


komentar yang membangun...


bunga mawar yang bermekaran


secangkir kopi hangat


serta


vote... vote... vote...


Terima kasih

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2