Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.65


__ADS_3

Setelah beberapa hari dari berkonsultasi dengan dokter kemarin akhirnya Dafi sudah boleh pulang ke rumah. Tentu saja Nadya pun ikut ke rumah suaminya, yang paling senang adalah Nisa. Karena sebulan lebih dia merasa sendirian, ayahnya sakit dan Nadya juga kemarin dalam masa pemulihan setelah itu sibuk dengan mengurusi Dafi.


Dari pagi hari Nisa sudah yang paling semangat dan paling sibuk untuk menyambut kedatangan Ayah dan mamanya di rumah.


"Oma... hari ini jadikan ayah dan mama pulang?"tanya Nisa pada Bu Nani


"iya jadi tapi ayah menunggu dokter untuk memeriksa kondisi ayah dulu,kali sudah oke baru lah ayah pulang"jawab Bu Nani


Mendengar penjelasan Oma nya Nisa menganggukkan kepala dan berpikir, lalu menanyakan lagi pada Oma nya yang masi mengganjal di hati nya."Tapi Oma...mama ikut ayah-kan ? atau ke tempat Oma Nilam?"tanya Nisa penasaran.


"ikut dengan ayah dong, kan mama sudah jadi istri ayah"jawab Oma nya pada Nisa


"Alhamdulillah...kalau mama ikut juga, kalau ada mama kan lebih seru. bisa belajar dengan mama, main dengan mama dan tidur dengan mama sambil di bacakan dongeng"jawab Nisa.


"syukur lah kalau Nisa senang, kita do'akan juga ingatan ayah pulih kembali"kata Bu Nani


"a...min Oma"jawab Nisa.


"ya sudah sana... rapikan kamar Nisa, kan malu di lihat mama nanti kalau berantakan.


"oh...ya sudah Nisa rapikan kamar dulu ya..."jawab Nisa.


"hhhmmm... tapi jangan di bongkar yang sudah rapi"kata Oma sambil melihat Nisa ke kamar nya"ya..."jawab Nisa singkat sambil berjalan ke kamar sendiri.


Sementara di rumah sakit dokter yang menangani Dafi sudah datang dan memeriksa keadaan Dafi. Alhamdulillah... sudah boleh pulang tapi harus kontrol setiap minggu ke rumah sakit. Semua sudah rapi tinggal jalan pulang ke rumah, tak lupa pak Mien ikut membantu membawakan perlengkapan selama di rumah sakit.


"pak Mien tolong bawakan ke mobil barang barang bawaan kita ya..."perintah Dafi.


"baik pak"jawab pak Mien


Dafi di bawa oleh perawat sampai ke depan pintu masuk rumah sakit dan di dampingi oleh Nadya. Setiap pasien yang pulang maka perawat rumah sakit harus mengantarkan sampai di depan pintu masuk atau di depan pintu mobil pasien.


Tidak ada yang menjemput Dafi hanya pak Mien saja karena membawa mobil dari rumah. Nadya yang baru pertama ke rumah Dafi untuk tinggal bersama sedikit gugup karena baru ini pisah dengan orang tuanya walaupun dalam satu kota.


Untuk perlengkapan baju dan lain lainnya sudah di antar kan Bu Nilam mamanya semalam dengan pak Dharma. Nadya tidak sempat mengambil dan pulang ke rumah karena menjaga Dafi di rumah sakit. Bu Nani tidak bisa seharian di sana karena menemani Nisa di rumah.


Perjalanan dari rumah sakit ke rumah tidak memakan waktu yang lama, lebih kurang 45 menit di perjalanan dengan melewati jalan tikus. Sampai di depan rumah ternyata Nisa sudah menunggu di depan pintu rumah.


Melihat mobil masuk ke dalam membuat Nisa tak sabaran."Oma...ayah sudah pulang..."teriak Nisa kesenangan sambil memanggil Oma nya.


"Oma..."teriak Nisa karena tak melihat oma-nya ke depan.


"iya... princess, Oma menyiapkan makan siang kita"kata Bu Nani sambil berjalan ke depan rumah.

__ADS_1


Dafi dan Nadya keluar dari mobil. "Ayah...."teriak Nisa sambil berlari mendekati Dafi


Mendengar Nisa memanggil ,Dafi tersenyum dan merentangkan ke dua tangan untuk menyambut Nisa.


"princess ayah..."kata Dafi sambil memeluk dan menggendong Nisa anaknya.


"Nisa rindu ayah..."kata Nisa sambil memeluk erat Dafi, lama Nisa dalam pelukan ayahnya.


"ayah juga rindu sama princess"Dafi berbisik dengan Nisa.


Dafi menggendong Nisa masuk ke dalam rumah sambil memegang tangan Nadya. Bu Nani di depan pintu masuk menyambut menantunya dengan wajah ceria."ayo masuk ke dalam Nadya"kata Bu Nani.


"iya ma.."jawab Nadya sambil Salim tangan Bu Nani di keningnya.


Mereka pun masuk ke dalam rumah, karena sudah menunjukkan jam makan siang maka mereka makan bersama di ruang makan."ayo kita makan bersama"ajak Bu Nani.


"jam berapa ini, kok sudah mau makan?"tanya Dafi.


"coba lihat jam berapa sekarang"tanya Bu Nani


"iya ma...jam 12"jawab Dafi sambil melihat jam di dinding rumah.


"bang...tadi kita keluar dari rumah sakit juga lam"kata Nadya pada suaminya.


"ya sudah kita langsung makan saja sekarang"ajak Bu Nani.


Pada saat mau makan tiba tiba Mba marni datang menemui Dafi"pak ada tamu mencari bapak"kata mba Marni


"siapa?"tanya Dafi pada mba Marni


"pak Andi"kata mba Marni pada majikannya


"kalau Andi yang datang suruh aja ke sini,biar makan siang bersama"perintah Dafi


Belum mba Marni menyampaikan pesan majikan nya ternyata Andi sudah muncul duluan."makan siang bos",kata Andi pura pura bertanya.


"kamu Andi seperti orang lain saja, sini duduk biar makan bersama"kata Bu Nani


"iya tante , seperti nya langkah kanan, rezeki anak Soleh"jawab Andi


"Om duduk nya enggak boleh dekat ayah"kata Nisa


"lha.. jadi om duduk dimana?"tanya Andi kepada Nisa

__ADS_1


"kalau om Andi duduk nya dekat Oma"jawab Nisa.


"baiklah terima kasih ya..."kata Andi


Mereka pun makan siang bersama di rumah Dafi.


Setelah makan siang bersama mereka melaksanakan sholat Zuhur berjamaah di rumah, yang menjadi imam shalat adalah Dafi.


Setelah itu Andi duduk di ruang tamu menunggu Dafi yang berganti pakaian.


Karena Andi sendiri Bu Nani menemani Andi yang lagi sendirian."Andi bagaimana dengan keadaan kantor?"tanya Bu Nani


"Alhamdulillah... lancar tante, do'akan kantor sukses ya"kata Andi


"kalau itu pasti lah Tante do'akan terutama Dafi semoga cepat pulih lagi ingatan nya"kata Bu Nani


"a...min.."jawab Andi


"Andi... untuk sementara jangan ingatkan dulu tentang kecurigaan kalian tentang tabrakan yang menimpa Dafi"kata Bu Nani


"iya tante tapi kenapa ya???"tanya Andi


"Tante mau Dafi sembuh dahulu dan jangan terlalu banyak beban, sekarang Dafi juga lupa tentang Nadya. Tapi setelah Tante jelaskan barulah dia bisa menerima keberadaan Nadya"Bu Nani menjelaskan.


"kamu simpan saja dulu barang bukti yang kemarin"kata Bu Nani


"Barang bukti apa ma???"ternyata Dafi sedikit mendengar pembicaraan antara Andi dan Bu Nani.


Bagaimana Andi dan Bu Nani menjelaskan pada Dafi, apakah bisa di terima oleh Dafi penjelasan mereka ???


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like...like...


add favorit


komentar yang membangun


vote...vote...vote...

__ADS_1


Terima kasih


🙏🙏🙏


__ADS_2