Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.157


__ADS_3

Tok...tok...tok...


"Siska...kamu di kamar?"seseorang mengetuk pintu kamar.


"ya..."jawab Siska dari kamar dan membuka pintu kamar.


Siska melihat orang yang di depan kamar nya yang ternyata Dedy suaminya.


"lho...mas...ada apa?"tanya Siska


"kamu sudah siap? tanya Dedy


"sudah... tinggal Rahma dan mamak saja"jawab Siska


"kalau bisa cepat ya... karena kamar mau di hias juga, orang wedding organizer sudah datang"kata Dedy.


"jadi mamak bagaimana fitting baju nya?"tanya Siska


"di kamar nya saja...jadi minta tolong baju untuk besok di simpan biar kamar di hias"kata Dedy.


"baik bang...ada lagi?"tanya Siska


"enggak...itu saja...abang mau ke depan dulu karena mau memantau semua"kata Dedy.


"ya... jangan terlalu capek, besok mau jadi raja sehari"kata Siska mengingatkan.


"baik... sayang..."jawab Dedy.


Karena baru pertama kali mengadakan pesta Dedy dan Bu Zubaidah harus memantau semua nya di bantu oleh Tito dan Rahma.


Dedy mencari keberadaan mamak yang ternyata melihat masakan di belakang rumah."mak...fitting baju dulu,pihak desainer sudah menunggu.taoi fitting nya di kamar mamak saja ya..."kata Dedy.


"maksudnya apa Dedy? fitting baju?"tanya mamak


"oh... maksudnya coba baju untuk besok, kalau kebesaran bisa di kecilkan.pokoknya bagaimana cara mereka agar baju untuk besok bisa di pakai"jawab Dedy.


"oh...itu...tes baju atau nyoba baju, kalau itu mamak ngerti"kata Bu Zubaidah.


"iya lah Mak... seperti itu,ke kamar dulu sana..."kata Dedy dan Bu Zubaidah masuk ke dalam rumah.


Di tempat panggung untuk pengantin masih di selesaikan, tapi dari bentuk nya sudah terlihat mewah. Namanya yang buat pesta adalah miliader jadi uangnya sudah tak terhitung lagi.


Pak Kusuma dan Bu Mona pun sibuk di depan, memperhatikan pekerjaan para wedding organizer di temani pak kades.


"pak kades... bagaimana acara untuk besok?"to tanya pak Kusuma


"beres semua,bapak duduk santai saja karena semua sudah di kerjakan"jawab pak kades.


"jangan lupa berbagai jajanan juga ada seperti bakso,sate lontong sayur. pedagang yang biasa mangkal saja di panggil,biar mereka senang dagangan nya pasti habis"kata pak kades.

__ADS_1


"iya pak, sudah semua dari makanan sampai minuman seperti es campur,jus sampai minuman yang terkini pak"jawab pak kades.


Bu Mona yang melihat suaminya seperti khawatir dengan banyak pertanyaan mendekati nya"papi... tidak usah khawatir, pasti di kerjakan pak kades dengan baik.iya kan pak kades"kata Bu Mona.


"i...iya Bu, semua sudah saya koordinasi dengan anggota dan keluarga Bu Zubaidah"jawab pak kades.


"tuh...kan jangan di khawatirkan lagi"kata Bu Mona.


"iya mami... sekarang temani papi duduk di sini"kata pak Kusuma.


Dengan senang hati Bu Mona duduk mendampingi suaminya, Dedy yang keluar dari rumah di panggil pak Kusuma."Dedy...sini dulu, ada yang mau papi bicarakan"kata pak Kusuma


Dedy mendekati mertuanya dan duduk dekat dengan mereka."iya...papi,ada apa?"tanya Dedy


"mana Siska?"tanya pak Kusuma yang dari tadi tidak melihat anak kesayangan nya.


"lagi di kamar feeting baju,mau di panggilkan papi?"tanya Dedy.


"enggak usah... biar saja, nanti malah jadi lama feeting baju nya"kata Bu Mona.


Pak Kusuma tidak membantah apa yang di katakan istrinya."Dedy...papi mau tanya apakah Siska di sini betah?"


"mmmhhh...pada awalnya dia berontak dan susah beradaptasi,tapi lama lama dia bisa menerima"jawab Dedy.


"syukurlah kalau begitu, setelah pesta ini sebaiknya kalian kembali saja ke kota karena sudah banyak pekerjaan yang menanti"kata pak Kusuma.


"sudah bisa kami kembali ke kota papi?"kata Dedy dengan senang dan semangat.


Dedy malu dengan komentar mami mertua, memang betul apa komentar Bu Mona. Soal nya di kampung tidak ada pekerjaan jadi dia bosan juga."i..ya mi... karena saya sudah bosan dan tidak ada pekerjaan sehari-hari.seperti pengacara saja"jawab Dedy.


"apa itu? kamu mau jadi pengacara?"tanya pak Kusuma.


"enggak papi .. pengacara itu... pengangguran banyak acara"jawab Dedy.


"wkwkwkwk...kamu itu ada saja"kata Bu Mona sambil tertawa.


Kembali ke kota membuat Dedy semangat lagi, rutinitas pekerjaan sampai sore."pasti Siska senang mendengar kabar ini"kata Dedy.


"pasti itu... nanti kamu saja yang sampaikan,tapi besok sore kami pulang dulu jadi kalian setelah selesai semua baru kembali ke kota"kata pak Kusuma.


"baik papi..."jawab Dedy.


"oh...iya...ada proyek besar dengan perusahaan pak Dafi, ini kerja sama ke dua dengan dia. jangan ada masalah lagi ya...papi kan malu,apa lagi mamanya Dafi teman papi kuliah dulu"kata pak Kusuma.


"iya papi...insha Allah tidak ada masalah lagi"jawab Dedy.


"syukurlah kalau begitu, itu mamak mu seperti mencari sesuatu.coba kamu dekati dia"kata pak Kusuma.


"iya papi...Dedy ke sana dulu..."kata Dedy mendekati Bu Zubaidah.

__ADS_1


Bu Zubaidah yang kebingungan seperti mencari sesuatu"mak... kenapa? kok bingung begitu?"tanya Dedy.


"mamak lagi cari Tito...dia dimana ya..."jawab Bu Zubaidah.


"oh... Tito lagi keluar, ada yang dia cari dengan desainer baju, mamak cari Tito untuk apa?"kata Dedy.


"enggak apa apa, dari tadi mamak enggak kelihatan ya di cari"jawab mamak.


"oh... seperti itu... kirain ada masalah"kata Dedy.


"mertua mu itu bawakan minuman dan kue di dalam, suruh Rahma yang antarkan.masa nganggur saja "kata Bu Zubaidah.


"baik Mak...Dedy ambilkan"jawab Dedy yang ke dalam mengambil cemilan untuk mertua.


Di dalam rumah sudah banyak orang sehingga Dedy sulit untuk mengambil makanan, akhirnya di cari nya Rahma di kamar mamak."Rahma... tolong ambilkan cemilan dan teh hangat untuk mertua abang ya..."kata Dedy masuk ke kamar mamak.


"aduh bang... Rahma masih feeting baju jadi enggak bisa"jawab Rahma.


Ternyata Siska ada di sana dan menawarkan diri."ya sudah...biar aqu yang ambilkan mas"jawab Siska langsung keluar kamar.


"enggak usah... nanti kamu kecapean"kata Dedy.


"ish...kamu itu, kita sudah berapa bulan menikah jadi enggak pakai pingitan yang banyak pantangan nya"jawab Siska mengambil apa yang di minta suami nya.


Di tempat makanan Siska meminta dengan orang yang menjaga makanan dan langsung membawanya keluar di mana orang tua yang lagi duduk berdua.


Keduanya sedikit terkejut melihat Siska yang membawakan makanan."ih... kirain siapa yang bawa, ternyata anak kesayangan papi..."kata pak Kusuma.


Siska yang malu mendengar papinya bicara seperti itu membuat pipi nya menjadi merah merona."ih...papi... kok gitu ngomong nya"kata Siska.


BERSAMBUNG


*****


jangan lupa


like...like...like...


add favorit...


komentar yang membangun


bunga mawar yang bermekaran


secangkir kopi hangat


dan


vote... vote... vote...

__ADS_1


terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2