Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.106


__ADS_3

Pagi hari di rumah sakit tempat perawatan Nadya terasa hening , jam 08.00 wib Dafi dan Nadya masih tidur. Setelah sholat subuh mereka tidur lagi. karena tadi malam tidur nya juga lama, Nadya tidak bisa tidur akhirnya Dafi menemani untuk cerita sampai tengah malam baru bisa tidur.


tok...tok...tok...


"Assalamualaikum...."


ada tamu yang masuk ke dalam ruangan, tapi mereka tidak mendengar-nya.


"Dafi...Dafi..."


tamu tersebut membangunkan Dafi dan melihat keadaan Nadya.


Dafi yang tidur di kursi bangun karena ada yang membangun kan, di bukanya mata dan melihat yang memanggil nya.


"ayah...mama...kok tau kami di sini?"tanya Dafi pada pak Arif dan Bu Nilam yang ada dalam ruangan.


"sssstttt... jangan ribut, nanti Nadya bangun"kata Bu Nilam yang lagi berdiri melihat putrinya, dalam hati tidak tega melihat anaknya yang lagi sakit.


"Dafi... kenapa enggak kasi kabar sama ayah dan mama?"tanya pak Arif yang mereka duduk bersebelahan di sofa.


"maaf... ayah, bukan-nya enggak mau kasi kabar. Tapi semalam Dafi lupa, maksudnya hari ini mau kabari"jawab Dafi yang serba salah menjawab pertanyaan ayah mertua.


"kami ini orang tua Nadya dan juga pasti orang tua kamu juga. kami juga berhak tau keadaan kalian, apa lagi kalau kabar bahagia"kata Bu Nilam yang mendekati Dafi duduk.


"iya...ma..."jawab Dafi seperti lagi di sidang oleh kedua mertuanya.


"setelah ini kamu harus selalu kasi kabar pada kami, apa lagi kabarnya Nadya adalah kabar yang bahagia dan di tunggu orang tua"kata Bu Nilam.


Dafi tidak menjawab perkataan mama mertua karena apa yang di katakan adalah betul, tapi bagaimana lagi dia memang betul betul lupa.


"iya ma... mulai sekarang dan selanjutnya kami akan kasi kabar pada ayah dan mama"akhirnya Dafi menjawab.


Nadya yang mendengar ada suara dia pun terbangun, di lihat siapa yang datang. Ternyata mama dan ayah, orang yang di rindukan nya."mama... ayah..."kata Nadya


Bu Nilam bangun dari kursi dan mendekati anaknya"iya...nak...ini mama"kata Bu Nilam dan langsung memeluk anaknya, tak terasa menetes air matanya di pipi.


Ada perasaan rindu, sedih melihat keadaan Nadya, marah karena tidak memberi kabar pada orang tuanya."bagaimana keadaan kamu sayang?"tanya Bu Nilam.


"sudah mulai sehat kok ma...cuma bawaan mual dan pusing aja"jawab Nadya yang tidak mau membuat mamanya khawatir.


"kalau seperti itu keluhan nya itu biasa aja, nanti juga hilang sendiri. sekarang kamu duduk, minum dulu"kata Bu Nilam.


Melihat Nadya mau duduk, Dafi mendekati nya dan membantu untuk duduk."sekarang kamu makan ya?"tanya Dafi.


"enggak selera"jawab Nadya.


"mau makan apa?biar abang belikan"tanya Dafi lagi.

__ADS_1


"coba beli bubur ayam cianjur aja, tadi mama lihat di depan rumah sakit banyak yang beli sampai ngantri"usul Bu Nilam.


"oh...iya..ma...mau kan Nadya?"tanya Dafi


"iya..."jawab Nadya.


"ya sudah abang beli dulu, ada pesanan lagi?"tanya Dafi


Nadya tidak menjawab hanya menggeleng saja, Dafi pun keluar kamar membeli pesanan yang di inginkan istri tercinta.


Tinggal bertiga lah yang ada di kamar rawat inap Nadya, pak Arif mendekati anak gadisnya.


"anak ayah... bagaimana ?"tanya pak Arif pada Nadya.


"sehat kok ayah"jawab Nadya sambil memeluk pak Arif.


"Nadya... setelah pulang dari rumah sakit,nginap di rumah aja. mana tau kamu rindu suasana rumah"kata Bu Nilam.


"ya...juga ma..."jawab Nadya


"tapi kamu ngomong dulu sama suami, minta izin dulu"pesan pak Arif pada anak perempuan nya.


Pulang ke rumah membuat Nadya senang, dia merindukan suasana rumah. sudah beberapa bulan dia tinggalkan karena menikah dengan Dafi tentu dia pun harus ikut di mana suami tinggal."Kalau kami bingung minta izin sama Dafi, biar mama aja yang ngomong"kata Bu Nilam karena melihat anaknya seperti bingung.


"Nadya aja ma..."jawab Nadya


"mama...biar mereka aja bicara jangan ikut campur, lagian Nadya lagi hamil pasti Dafi izinkan keinginan istri nya,"kata pak Arif


"mama itu seperti enggak pernah hamil saja, masih ingat?"kata pak Arif


Bu Nilam jadi kebingungan karena kalau lagi hamil pasti banyak permintaan,"jangan sempat ayah cerita, nanti aqu jadi malu"kata Bu Nilam dalam hati.


"ayah... setiap berdeba beda kondisi kalau lagi hamil, Nadya sama siapa yang paling kesal saat ini?"tanya Bu Nilam.


"enggak ada kesal sama siapa siapa, di rumah sama Nisa aqu malah makin sayang ma... karena anak itu paling suka dekat kalau lagi di kamar, katanya mau jaga aqu"kata Nadya.


"Alhamdulillah...kamu punya anak yang perhatian, padahal masih kecil.kalau sama ayah nya?"tanya Bu Nilam penasaran.


"kalau sama ayah nya, perasaan mual aja kalau dekat dia tapi masih bisa di tahan "jawab Nadya


Bu Nilam dan pak Arif saling berpandangan lalu melihat ke arah anaknya"oh... nanti anak mu itu mirip ayah nya itu"kata Bu Nilam pada Nadya.


"ya enggak apa apa lah ma... namanya juga itu anaknya"kata pak Arif.


"masa sih ma...bukannya itu mitos, tapi ya enggak masalah kalau mirip ayah nya"jawab Nadya.


"mitos atau tidak biasanya seperti itu"kata Bu Nilam.

__ADS_1


tok...tok...tok...


mereka bertiga melihat ke arah pintu siapa yang datang.


"kirain siapa... ternyata kamu Dafi? dapat bubur ayam nya?"tanya Bu Nilam.


"Alhamdulillah... dapat ma..."jawab Dafi dan menunjukkan plastik bawaannya ada dua,yang satu berisi bubur ayam dan satu berisi air mineral.


"banyak kamu beli? untuk siapa saja"tanya Bu Nilam dan mengambil satu untuk Nadya.


"Dafi beli enam, mana tau ada yang mau nambah karena Dafi lagi lapar ma..."kata Dafi.


"oh... ternyata kamu yang lapar"kata pak Arif dan duduk di samping Dafi dan mereka pun makan bersama.


Bu Nilam menemani anaknya untuk makan, dia belum selera untuk makan karena membantu Nadya untuk makan."mama enggak makan ?"tanya Nadya.


"nanti mama makan, kamu saja dulu karena sekarang ini kamu makan untuk berdua, jadi kalau muntah makan aja lagi biar ada isi perut walaupun sedikit."kata Bu Nilam.


"mama dulu seperti itu?"tanya Nadya


"ya... seperti itu sampai empat bulan aja, setelah itu mama selera lagi makannya"kata Bu Nilam.


"apa ma? sampai empat bulan?"kata Nadya yang baru beberapa minggu hamil.


"itu lah perjuangan seorang ibu, di nikmati saja"pesan Bu Nilam.


Nadya hanya mengangguk mendengar nasehat mamanya.


"Assalamualaikum..."


tiba tiba ada yang masuk ke dalam ruangan Nadya.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like...like...


add favorit...


komentar yang membangun


serta


vote... vote... vote...

__ADS_1


Terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2