Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab 123


__ADS_3

Menjelang magrib pesanan untuk nanti malam sudah datang dan Bu Nani sudah mempersiapkan sedemikian rupa bahan makanan dari resto langganan yang enak.


Bu Nani sudah mempersiapkan makanan pembuka, makanan inti, makanan penutup. tak lupa minuman buah dan kue. Seperti orang yang mau pesta.


Nadya yang bingung dengan persiapan yang di buat mama mertua nya, dan dia tidak boleh membantu. Hanya boleh istirahat di dalam kamar yang di temani Dafi."bang siapa sih yang mau datang? sehingga mama begitu sibuk mempersiapkan sedemikian rupa, seperti orang yang mau terima lamaran"kata Nadya.


"yang datang itu pak Kusuma, teman kuliah nya dulu beserta keluarga. Kebetulan perusahaan kita memang ada kerja sama, jadi mama senang."Dafi menjelaskan.


Dafi yang bingung mau bicara dari mana tentang tujuan keluarga pak Kusuma ke rumah,


", Sweet heart...ada yang mau abang bicarakan serius pada mu"kata Dafi dengan ragu karena takut Nadya shock mendengar nya.


"Mau bicara apa bang? kok aqu jadi penasaran"jawab Nadya


"misalnya saja...ini misalnya saja belum tentu benar..."kata Dafi dengan ragu lagi.


Nadya mengerutkan keningnya karena tak biasanya suami tercinta berbicara ragu seperti itu jadi membuat dia penasaran."iya... misalnya apa? jangan buat aqu takut dan penasaran, bisa stress jadi nya nanti"kata Dafi.


Dengan tarikan nafas panjang akhirnya Dafi ngomong"mmhhhhhhh... begini sweet heart abang dan Andi sudah mencari siapa yang menabrak kejadian yang menimpaku, tapi ini belum tentu dia masih praduga tak bersalah.",kata Dafi.


Nadya bingung dengan omongan suaminya"enggak jelas gitu ngomong nya , aqu yang jadi bingung bang. coba pelan pelan kalau bicara"kata Nadya.


"jadi ternyata Andi sudah menemukan orang yang menabrak abang, dia minta maaf tapi minta tolong jangan lapor polisi. semua beban biaya yang kemarin dia tanggung dua kali lipat. sebenarnya abang enggak mau, bagaimana menurut mu?"tanya Dafi.


"apa...??? sudah dapat orang nya?? mana bisa seperti itu,enak kali kalau seperti itu."kata Nadya kesal.


"jangan strees seperti itu ini masih penyelidikan dengan Andi"kata Dafi menenangkan istrinya.


Nadya sudah marah dengan wajah cemberut sementara Dafi dengan keadaan,mana pak Kusuma datang untuk minta maaf."aduh... bagaimana ini ? Kalisa sudah marah, sebaiknya aqu ngomong sama mama dulu aja"kata Dafi dalam hati.


"Sweet heart kamu istirahat di kamar, sebentar lagi magrib. enggak baik marah marah gitu,abang mau bantu mama dulu. kasian dia yang handel sendiri, walaupun banyak yang membantu"kata Dafi


"iya bang"


"Nisa nanti di sini yang temani kamu"kata Dafi.


"ya...Nisa di sini aja, biar ada teman dan menghibur karena dia itu lucu"kata Nadya


Dafi keluar kamar mencari keberadaan Nisa dan mamanya yang ternyata mereka ada di ruang keluarga,jadi satu tempat dapat keduanya."Nisa ke kamar temani mama ya...ayah mau bantu Oma"perintah Dafi.


"oh...mama cari Nisa? ya sudah Nisa ke kamar"jawab Nisa.

__ADS_1


Di mata Nisa mamanya Nadya adalah sebagai mama yang sesungguhnya, sayang dengan dia, mengerti apa mau dia. Nadya tau menempatkan aturan pada Nisa, mana waktu bermain bersama, belajar dan kalau berbuat salah pasti dapat hukuman dari mamanya juga.


Tinggal Dafi dan Bu Nani di sana."ma...Dafi mau bicara"kata Dafi.


"mau bicara apa kamu?"


"malam ini keluarga pak Kusuma mau datang,apa gerangan?"tanya Dafi


Bu Nani berpikir sejenak dan menjawab pertanyaan dari anaknya."kata kak Kusuma dia sekeluarga mau minta maaf atas perbuatan anaknya, memang kenapa?"tanya Bu Nani


"ma... seperti nya waktu untuk minta maaf tidak tepat karena Nadya belum bisa memaafkan nya mana lagi dia lagi hamil. Dafi takut kalau keluarga pak Kusuma atau Siska minta maaf kepada Nadya, Takutnya Dafi nanti Nadya shock. Dafi enggak mau itu terjadi,mana anjuran dokter dia harus badres."kata Dafi menjelaskan panjang lebar kegelisahan di hati.


Bu Nani melihat raut wajah anaknya yang seperti memang khawatir jadi membuat dia juga takut kalau terjadi apa apa terhadap menantunya itu."ya sudah... bentar mama telpon dulu kak eh ..pak Kusuma"kata Bu Nani yang jadi bingung juga.


Di telpon pak Kusuma tapi tidak di angkat, dan terdengar suara azan di mesjid."mama telpon tak di angkat Dafi mungkin sudah azan jadi sholat dulu kita dan bisa jadi pak Kusuma juga sedang sholat."kata Bu Nani.


"ya sudah ma... nanti pas mereka sudah datang, biar Dafi ngomong langsung sama pak Kusuma. Jadi pas mereka datang usahakan Nadya jangan keluar dulu."kata Dafi.


"ya kamu kondisikan istri mu dulu,mama juga akan usahakan supaya Nadya tidak keluar kamar dulu"kata Bu Nani.


Mereka pun melaksanakan sholat magrib berjamaah di ruang sholat. Dafi yang selaku jadi imam sholat. Setelah selesai sholat mereka samua siap siap ganti baju untuk menyambut tamu yang datang.


"Nadya...kamu nanti tunggu di kamar saja, enggak usah ikut bantu beres beres karena mba marni juga sudah di bantu dari resto langganan untuk melayani dan membersihkan kembali peralatan"kata Bu Nani.


"Nisa sama mama saja ya...kita periksa tas sekolah, jadi bawa ke kamar mama tas Nisa."kata Nadya.


"ya ma... Nanti periksa buku Nisa satu satu ya..."kata Nisa.


"mmmhhh..."jawab Nadya menandakan iya.


"tapi Nadya setelah ini ganti baju dulu baru periksa buku Nisa. Mama enggak mau kita tuan rumah belum siap"kata Bu Nani.


"baik ma...oh...iya...mba marni tolong ambilkan baju Nisa."jawab Nadya


"baik Bu..."jawab mba marni dan langsung ke kamar Nisa ambil baju dan membawakan tas Nisa ke kamar Nadya.


Tinggal Dafi dan Bu Nani yang berada di ruang sholat"ma... bagaimana sudah tersambung dengan pak Kusuma?"tanya Dafi pada mamanya.


"belum... mungkin mereka sibuk mau berangkat atau lagi di jalan"jawab Bu y.


"ya sudah Dafi ganti baju dulu"

__ADS_1


"mama juga mau ganti baju", jawab Bu Nani.


Semua orang sibuk di kamar masing masing,


Dafi yang lagi ganti baju di kamar di temani Nadya dan Nisa. Tiba tiba Dafi ingat seseorang"Astaghfirullah hal'azim...aqu kok enggak Andi ?"kata Dafi


"kenapa enggak abang telpon sekarang aja, cepat telpon"kata Nadya.


Dafi menelpon sahabat nya tapi enggak nyambung juga, akhirnya di what's up aja.


Dafi


"Andi... datang ke rumah malam ini pakai baju resmi seperti batik, ada acara penting di rumah.(urgent)"


Tak berapa lama langsung di jawab Andi.


Andi.


"kok mendadak bos...baik lah demi sahabat yang selalu di hati...otw..."


Dafi


"enggak pakai lama...dan wajib datang sendiri..."


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like... like... like...


add favorit...


komentar yang membangun


serta


vote... vote... vote...


Terima kasih

__ADS_1


*****


__ADS_2