
Seminggu setelah acara dinner di rumah Pak Arif. Kedekatan Dafi dan Nadya setiap hari ada komunikasi walaupun belum tentu berjumpa karena kesibukan Dafi.
Kalau pergi kerja Dafi biasanya menyempatkan untuk mengantar Nadya. Walaupun setiap hari Nadya jadi orang pertama yang datang ke sekolah. Seperti pagi ini Dafi sudah berada di depan rumah untuk mengantar Nadya kerja.
Tak lama Nadya keluar dari rumah menuju mobil yang menunggu, lalu masuk mobil. Kalau lagi menjemput Nadya enggak mau di bukakan karena takut nanti jumpa sama Bu Bedah,dia enggak mau berurusan sama tetangga tukang gosip.
"Assalamualaikum...bang, maaf agak lama nunggu"kata Nadya
"ngapain aja lama di dalam!"
"biasa la kalau perempuan lagi dandan, ini ada bekal sarapan pagi"Nadya menunjukkan dua tempat makanan, satu untuk Dafi satu lagi untuk dirinya.
"terima kasih, sarapan apa pagi ini"tanya Dafi
"tadi aqu masak mie goreng seafood bang"jawab Nadya
"pakai mie apa" tanya Dafi
"mie tiaw plus telur dadar dan pakai kerupuk tentu nya"kata Nadya
"seperti nya enak, sudah enggak sabar makannya"kata Dafi
"yuk kita jalan, biar cepat sampai dan langsung sarapan"kata Nadya
Mobil pun jalan menuju tempat kerja Nadya dulu tentu nya, tak berapa lama sampai di depan sekolah Nadya kerja."terima kasih ya bang"Nadya mau keluar mobil.
"masih sepi-kan, temani Abang sarapan yang sweet heart bawa tadi"kata Dafi
"oh... Abang sudah lapar ya?"
"iya kali, mendengar mie tiaw goreng sudah enggak sabar sarapan"
Nadya pun mengambil bekal untuk Dafi dan membukakan nya."ni bang"Nadya menyerahkan tempat bekal pada Dafi
"boleh di suapin?"kata Dafi sambil membuka HP membaca berita hari ini.
"waduh...anak di kelas aja mulai belajar makan sendiri, Abang kok minta suapin? keluar ni manja-nya!" kata Nadya sambil menyendok kan mie ke arah Dafi
"sekali kali boleh la manja sama kamu sweet heart",kata Dafi sambil membuka mulut nya dan melihat Nadya
Nadya pun menyuapi mie tapi Dafi memperhatikan Nadya kenapa tidak makan"kamu kenapa enggak ada sarapan juga"tanya Dafi
__ADS_1
"nanti aja di kelas"jawab Nadya
"kalau begitu sini makanan nya"Dafi mengambil tempat bekal yang di pegang Nadya.
Seperti nya bang Dafi mau makan sendiri, tapi ternyata Dafi malah memberikan ke arah Nadya"ayo buka mulut nya, kita sarapan bersama"kata Dafi
Dengan spontan Nadya membuka mulut dan memakan mie tiaw, setelah habis di mulutnya"bang punya qu sudah ada, kalau di makan berdua nanti Abang enggak kenyang" kata Nadya
", enggak apa apa, Abang mau makan sepiring berdua"kata Dafi sambil tersenyum melihat Nadya dan berkata "seperti ini rasanya makan di suapi, satu piring berdua" dalam hati Dafi berkata.
Jarak tiga meter dari mobil Dafi ternyata ada satu mobil memperhatikan mobil mereka dan sudah mengikuti mereka dari tadi. mobil tersebut sudah mengikuti Dafi berangkat dari rumah, ke rumah Nadya sampai ke tempat kerja Nadya.
Sementara itu Dafi dan Nadya sudah siap sarapan di dalam mobil,maka Nadya mau keluar dari mobil."seperti nya kita sudah siap, aqu turun dulu ya..."kata Nadya ke Dafi yang lagi minum.
"oke sweet heart, bentar Abang bukakan pintu"kata Dafi
"enggak usah,malu di lihat orang" kata Nadya karena dia lagi di area sekolah.
Nadya membuka pintu, tapi Dari sebelah Dafi juga membuka pintu untuk keluar. Saat Nadya sudah berdiri mau menutup mobil, tiba tiba ada mobil lagi jalan dengan kecepatan tinggi. Dafi melihat itu, "awas Nadya ada mobil"sambil mendekati Nadya.
Tapi mobil jalan sangat kencang, sehingga Nadya tidak bisa menyelamatkan diri
Bruk...!!!
Sementara Nadya sudah jatuh bersimbah darah."Tolong..." teriak Dafi
"Nadya...bangun...bangun..." Dafi memeluk Nadya yang sudah tidak sadar diri.
Orang orang pun berdatangan, security sekolah melihat langsung menolong."ayo pak kita bawa ke rumah sakit secepatnya"kata security.
Dafi dengan cepat membopong tubuh Nadya ke dalam mobil"pak tolong bawa mobilnya, saya sudah enggak kuat"kata Dafi sambil memegangi Nadya.
"baik pak" kata security dan langsung membawa mobil untuk menuju rumah sakit yang terdekat.
"bertahan Nadya"kata Dafi sambil memegangi Nadya
"bertahan Nadya, kamu kuat,bertahan, sebentar lagi kita sampai" kata Dafi lagi
Tak berapa lama mereka pun sampai di rumah harapan kita, sampai di depan rumah sakit Dafi menggendong ala bridal style, dan menuju ruang UGD."suster... tolong... selamatkan"kata Dafi sambil meletakkan Nadya di tempat tidur ruangan UGD."bapak tunggu di luar saja"kata perawat yang mau menangani Nadya dan dari luar masuk dokter yang akan menangani Nadya."dokter.... tolong selamatkan istri saya"kata Dafi dan mengakui Nadya sebagai istri nya.
Dafi pun menunggu Nadya dari luar, sambil menunggu pengobatan yang di lakukan dokter baru Dafi berpikir untuk menelpon Bu Nilam. Setelah itu dia baru menelpon mama nya Bu Nani.
__ADS_1
Satu jam menunggu di luar, Nadya di bawa ke ruangan ICU untuk mendapatkan pengobatan yang lebih intensif. Luka yang di dapat Nadya sangat lah berat."keluarga dari pasien Nadya" kata perawat.
Dafi menjawab dan mendatangi perawat "saya suster" kata Dafi
"pak tolong selesaikan administrasi" kata perawat.
"sudah saya selesaikan administrasi-nya" kata Dafi
"terima kasih pak, sekarang kita bawa pasien ke ruangan ICU" kata suster
Dafi hanya mengangguk dan menjawab"ya"
Nadya pun di bawa ke ruangan ICU yang di ikuti Dafi, dia tidak mau meninggalkan Nadya sendiri. Tak berapa lama kemudian Bu Nani datang terlebih dahulu."Dafi, bagaimana keadaan Nadya" tanya Bu Nani
"belum tau ma... baru di bawa ke ruangan ICU" jawab Dafi sambil memeluk mama nya dan menangis.
"sudah jangan menangis, kita do'a kan semoga Nadya bisa melewati masa kritis nya" Bu Nani menenangkan Dafi sambil mengelus kepala Dafi, Bu Nani tau Dafi pasti merasa bersalah.
"ya ma"jawab Dafi
"Bagaimana cerita nya kok bisa di tabrak seperti itu"tanya Bu Nani perlahan.
"Dafi enggak tau, waktu itu Nadya mau keluar mobil.trus Dafi mau bukakan pintu mobil, tapi Nadya menolak. Tapi Dafi keluar mobil juga ma...tapi terlambat karena Nadya sudah keluar terlebih dahulu. Mobil yang jalan itu sangat kencang, enggak sempat Dafi menyelamatkan Nadya" kata Dafi
"sudah... sudah... tenang kan diri, ganti baju mu ini ada mama bawa" Bu Nani menyerahkan paper bag isi baju, karena baju yang di pakai Dafi sudah berlumuran darah.
"Dafi yang salah ma..hiks... hiks... hiks" kata Dafi sambil menangis.
BERSAMBUNG
****
Jangan lupa like....
favorit...
vote... vote... vote...
Hadiah...
komentar yang membangun
__ADS_1
Terima kasih...
🙏🙏🙏