
Ketukan suara pintu di depan kamar mereka membuat acara pemanasan tidak jadi di lanjutkan, Dafi akhirnya masuk toilet untuk mandi pagi sementara Nadya membukakan pintu untuk melihat Nisa.
Ceklek
pintu kamar di bukakan dan ternyata Nisa sudah menunggu di depan pintu kamar."Nisa sudah bangun?"Nadya melihat anaknya yang baru bangun pagi.
"ma... Nisa mau sekolah, mama mandikan boleh?"tanya Nisa pada mama nya
"oke...ayo kita mandi" ajak Nadya
Bu Nani yang melihat Nadya yang mau memandikan cucu nya mendekati mereka."Nisa di mandiri sama mba marni saja ya..."perintah Bu Nani
"mau sama mama..."jawab Nisa
"enggak boleh seperti itu princess oma, nanti ke sekolah baru sama mama"perintah Bu Nani lagi.
Nisa cemberut mendengar perintah oma"mba tolong mandi kan Nisa"panggil Bu Nani
Mba marni dari dapur mendekati sumber suara"iya Bu"jawab mba marni dan membawa Nisa ke kamar nya untuk.
"Dafi mana?"tanya Bu Nani
"Di kamar ma... lagi mandi"jawab Nadya
"sudah di siapkan baju yang mau di pakai ke kantor"tanya mertua nya itu
"belum ma...kan bang Dafi bisa ambil sendiri"jawab Nadya
"sayang... enggak boleh seperti itu,kamu istri nya. Layani dia... ngerti maksud mama"kata Bu Nani
"iya ma... ngerti jawab Nadya dan kembali ke kamar.
Di kamar ternyata Dafi masih mandi, di periksa lemari baju.bingung mau pilih yang mana, jadi di keluarkan nya terlebih dahulu pakaian dalam dan di letakkan di atas tempat tidur."bajunya yang mana ya? tunggu bang Dafi saja mau pakai baju apa"kata Nadya dalam hati.
Dafi keluar dari toilet yang memakai handuk di pinggang dengan rambut yang basah. Terlihat perut rata sixpack/roti sobek Dafi, melihat perut rata itu Nadya menahan slavina-nya."aduh...kalau begini aqu yang enggak kuat"kata Nadya dalam hati.
Dafi yang melihat Nadya di kamar sedikit heran"lho...bukan-nya kamu mandikan Nisa di kamar nya?"tanya Dafi.
"sama mba marni jadinya, Abang mau pakai baju apa?aqu bingung mau pilih yang mana"kata Nadya mengalihkan perhatian dari perut sixpack di depan matanya.
Dafi mendekati Nadya tapi enggak menjawab pertanyaan malah bertanya balik"pasti mama yang bilang sama Nisa mandi nya dengan mba marni"tanya Dafi balik
"abang kok tau?"tanya Nadya penasaran
"tau-lah...diakan mama qu, jadi sudah hafal rencana-nya"jawab Dafi
"rencana apa?"tanya Nadya kembali.
__ADS_1
Dafi memegang pundak Nadya dan mereka saling bertatapan", maksud mama itu, kamu itu sebagai istri harus melayani suami. prioritas mu itu suami bukan Nisa"kata Dafi sambil memencet hidung Nadya
"aduh... sakit bang"kata Nadya
"sudah ngerti sekarang?"tanya Dafi
"iya... ngerti pak"jawab Nadya
Nadya mengambilkan pakaian dalam suaminya"pak suami,ini... baju dalaman-nya segera di pakai. tapi untuk baju kerja aqu masih bingung mau pilih yang mana"Nadya menyerahkan pakaian tangan kirinya menggaruk kepala yang tidak gatal.
Dafi mengambil pakaian dari tangan istrinya"pakaikan bisa?"tanya dengan wajah polos nya
"jangan... nanti terjadi hal yang tak di inginkan, lagian sudah siang dan sebentar lagi ada princess yang mencari sang ayah dan mama"jawab Nadya sambil menjauh mencarikan baju yang mau di pakai.
"baju yang ini bagaimana bang?" tanya Nadya pada suaminya.
Dafi mendekati Nadya dan memeluk-nya dari belakang"hari ini biar abang pilih sendiri bajunya, kalau besok baru kamu yang pilih, bagaimana?"tanya Dafi
"oke pak suami"jawab Nadya dan menghadap Dafi.
Mereka pun saling bertatapan, tanpa sadar mereka saling b*r*i*m*n."pemberi semangat di pagi hari"kata Dafi berbisik dengan Nadya.
"kerja-nya yang semangat ya...tapi kalau abang pusing pulang aja jangan sampai kelelahan, ingat lusa kita kontrol ke dokter"kata Nadya mengingatkan suaminya.
"iya... sayang, abang mau di beri semangat lagi"kata Dafi langsung m*n*i*m b*b*r istri-nya"
Nadya mendapat serangan hanya mengikuti arus saja karena sebagai seorang tidak boleh menolak, dia juga sudah mulai terbuai dan dalam hati juga dia mau.
tok...
tok...
"ayah...mama... kita sarapan yuk"suara Nisa terdengar dari balik pintu lagi.
Dafi dan Nadya saling melepas c*u*a* karena mendengar suara Nisa
"iya... sebentar lagi mama dan ayah ke ruang makan"jawab Nadya
Dafi pun memilih dan memakai baju sendiri"bang... hari ini aqu mau ke rumah mama, boleh ya..." Nadya permisi pada suami nya dan itu memang harus di lakukan. Kalau mau ke rumah orang tua atau mau keluar harus permisi pada suami.
"boleh... nanti pulang nya abang jemput"jawab Dafi
"siap pak suami, nanti kabari"jawab Nadya
"jangan lupa bawa kita berdua yang lengkap"perintah Dafi
"lho... untuk apa"tanya Nadya dengan kebingungan.
__ADS_1
"mana tau abang kemalaman jemput nya, kan sudah bawa baju. jadi nginap di..."kata Dafi
"oh...iya enggak ke sana pikiran qu"kata Nadya memotong perkataan Dafi
"ya... sudah terserah kamu saja dan pergi ke sana di antar sama pak mien"jawab Dafi
"oke pak suami..."kata Nadya
Dafi pun sudah selesai memakai baju dan mereka keluar kamar bersama untuk sarapan pagi dengan Nisa dan Bu Nani. Di meja makan sudah tersedia nasi goreng beserta telur ceplok, roti tawar beserta susu atau teh manis hangat.
"Dafi sudah rapi, jadi hari ini ke kantor"tanya Bu Nani."iya ma... banyak yang harus di kerjakan, di rumah aja mau ngapain?"jawab Dafi.
"princess mama juga sudah rapi nih...mau ke sekolah ya?"tanya Nadya
"iya...mama bisa antarin Nisa ke sekolah?tanya Nisa
"aduh...maaf hari ini enggak bisa karena mama belum rapi, tapi mama janji insha Allah besok besok mama usahakan"jawab Nadya
"ya sudah... enggak apa apa princess , besok besok mama-mu usahakan bisa"kata Bu Nani
"oke oma, ayah... hari ini Nisa ke sekolah naik mobil ayah saja ya..."tanya Nisa pada ayahnya
"iya... sekarang cepat habis kan sarapan nya"kata Dafi pada anaknya.
Mereka pun sarapan pagi bersama, tidak ada yang bicara hanya ada suara sendok karena sebelumnya juga sudah ngobrol sebelum makan tadi. Sesekali hanya Nisa yang bersuara minta sesuatu yang di bantu oleh Nadya mamanya sekarang ini.
Siap makan Dafi ke kantor mau naik mobil seni tapi mama-nya tidak memberi izin karena takut terjadi sesuatu."untuk hari ini kamu di antar sama pak mien karena kamu itu belum sembuh total"kata Bu Nani
"iya...bang, dengar apa kata mama"kata Nadya pula.
"iya karena mama dan Nadya yang tidak izinkan hari ini aqu di antar pak mien saja"jawab Dafi
"ayo ayah kita naik mobil nanti ayah terlambat, kan biasanya pagi hari ada meeting di kantor"Nisa mengingatkan karena setiap hari Dafi beralasan seperti itu kalau mau ke kantor harus cepat.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
vote... vote... vote...
like...like... like...
komentar yang membangun
add favorit...
__ADS_1
Terima kasih
👍👍👍👍👍