
Pagi hari di kamar Siska masih tidur dengan nyenyak sementara Dedy sudah bersiap untuk pergi, tanpa sengaja Siska terbangun dan melihat suaminya sudah rapi.
"Dedy...kamu mau kemana?"tanya Siska.
"mau kerja ini sudah siang,kamu enggak kerja?"tanya Dedy
Siska melihat jam dinding menunjukkan pukul 7:00 wib pagi dan menjawab pertanyaan Dedy.
"bentar lagi aqu berangkat"jawab Siska.
"ya sudah...anak CEO mah bebas jam berapa pergi kerja"kata Dedy.
"terserah kamu mau omong apa"kata Siska.
Setelah rapi Dedy mau keluar kamar dan lupa sesuatu."oh...iya... nanti sore aqu mau pulang kampung,kamu jadi ikut?"tanya Dedy.
"apa...??? kok bisa secepat itu?"kata Siska.
"apa nya secepat itu??? aqu sudah buat cuti di kantor seminggu yang lalu"jawab Dedy.
"kenapa enggak ngomong sama aqu"kata Siska lagi.
Dedy bingung menjawab pertanyaan dari Siska, karena dia merasa kalau istrinya tidak bakalan ikut."maaf... menurut qu kamu pasti tidak akan ikut"kata Dedy.
"kamu betul karena aqu memang enggak akan peduli tapi karena semalam papi yang perintahkan mana mungkin aqu bantah"kata Siska.
"masih pagi Siska... enggak boleh marah marah, kamu lebih baik bersiap saja jangan ke kantor"kata Dedy.
Siska tidak menjawab perkataan dari suaminya dia hanya diam dan membuang muka, Dedy tidak mau memaksa karena akan terjadi pertengkaran di antara mereka."aqu kerja dulu jam 12 aqu pulang karena mau pulang ke kampung"kata Dedy.
"terserah..."jawab Siska.
Sepeninggalan Dedy ke kantor Siska sangat marah karena harus ikut ke kampung suami, yang dia sendiri tidak tau di mana kampung tersebut."huh... lebih baik aqu turun ke bawah untuk makan setelah itu baru mandi"kata Siska ngomong sendiri.
Turun ke bawah Siska melihat hanya ada mami di sana."Siska...kamu enggak ke kantor?"tanya Bu mona.
__ADS_1
"malas ma..."jawab Siska.
"ma... ternyata Dedy pulang ke kampung hari ini"kata Siska.
"memang iya... kenapa?"kata Bu Mona.
"lho...mama kok enggak cerita sama aqu"kata Siska.
"mama pikir kamu sudah tahu kalau Dedy mau pulang kampung"kata Bu Mona.
"ih.... sebenarnya aqu enggak peduli dia mau kemana tapi perintah papi aqu ya harus ikut"Siska ngomong sambil cemberut.
Siska mengambil dua lembar roti dengan selai coklat dan orange jus dan Bu Mona yang masih makan nasi goreng putih dengan telur ceplok tak lupa lemon tea hangat.
"Siska...kamu harus dengar apa perintah papi kalau tidak kamu tau apa resiko nya"Bu Mona mengingatkan.
"iya...mami minta tolong ngomong sama papi jangan kejam kali sama anak"kata Siska.
Bu mona melihat tingkah anaknya dan geleng kepala."mami setiap hari mengingatkan papi mu,itu sudah mendingan dari pada yang lebih parah lagi bagaimana?"kata Bu Mona.
"Siska... enggak semudah itu kalau berurusan dengan papi mu"kata Bu Mona.
Mendengar perkataan dari maminya Siska termenung seperti memikirkan sesuatu."dengar Siska... papi tidak akan mungkin percaya pada Dedy kalau dia itu orang yang tidak baik, apa lagi kamu itu anak perempuan satu satunya di keluarga kita"kata Bu Mona.
Bu Mona sudah siap makan dan mendekati anak gadisnya dan membelai rambut Siska."dengarkan mami...kamu ikut saja apa perintah dari papi,itu pesan mami kalau kamu mau selamat. cam kan itu sayang"kata Bu Mona.
Siska hanya diam dan mendengarkan perkataan dari maminya."hiks...hiks...hiks..."Siska menangis.
"anak mami itu kuat, enggak akan kalah sebelum bertanding"kata Bu Mona lagi.
"mami... do'akan Siska bisa menjalani ini dengan baik"kata Siska
"seorang ibu itu pasti akan mendo'akan anaknya yang terbaik"kata Bu Mona.
Ibu dan anak itu pun saling berpelukan"sudah... jangan menangis... ikuti saja Dedy,mami rasa dia itu anak yang baik, bisa jadi imam untuk kamu"kata Bu Mona.
__ADS_1
Siska tidak menjawab dia hanya mengangguk mendengar perkataan dari maminya."sudah sana...kamu siap siap paking barang"kata Bu Mona.
makanan sudah siap jadi Siska kembali ke kamar, sebelum paking barang dia mandi terlebih dahulu. pagi ini Siska mandi di bathtub memanjakan diri untuk rileksasi dengan aroma terapi wangi lavender.
Hampir satu jam Siska mandi di bathtub, setelah itu dia berpakaian rumah saja."baju apa yang mau di bawa? tapi jangan baju yang terbuka, namanya juga di kampung"kata Siska sambil memilih baju yang mau di bawa.
Siska membuka lemari dan memilih baju yang mau di pakai saat di kampung Dedy."aduh...baju qu pendek dan seksi semua, baju kaos hanya untuk di rumah"kata Siska dalam hati.
Akhirnya Siska memilih dan membawa baju rumah yang banyak dan hanya dua baju yang seksi dan tak lupa baju tidur piyama saja."aduh... bagaimana nanti di sana? tidak bisa qu bayangkan sekarang ini. mana aqu dan Dedy tidak begitu akrab,malah selalu bertengkar dengan nya"kata Siska ngomong sendiri.
"ya sudah lah...qu jalani saja dulu,apa bila aqu tidak tahan lagi maka aqu akan menanggung hukuman dari papi."kata Siska lagi.
Memang untuk menyatukan dua hati yang tidak saling mengenal dan ego yang tinggi tidak akan mudah itu. Harus saling mengerti satu dan yang lainnya, sesuatu yang tidak kita inginkan tapi memang sudah jalannya pasti itu adalah yang terbaik untuk kita.
Maka terima dengan ikhlas sesuatu itu, pasti akan indah pada akhirnya. Bagaimana kelanjutan kisah Dedy dan Siska di kampung? apakah Siska bisa menjalani hidup di kampung? ataukah dia akan pulang dengan sendirinya ke kota ?
Dan bagaimana Dedy menghadapi Siska? apakah masih banyak kesabaran yang ada pada dirinya? Atau dia juga menyerah dengan sikap Siska yang tidak memperdulikan Dedy sebagai suami.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like...like...
add favorit...
komentar yang membangun
serta...
vote... vote...vote ...
terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏