Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.166


__ADS_3

Dafi dan Bu Nani lagi asik cerita.


Tanpa mereka sadari ternyata Nadya ada di belakang ibu dan anak itu."siapa bang yang mau di mata matai?"kata Nadya.


Dafi dan Bu Nani pun melihat orang yang bersuara tersebut.


"kamu Nadya...buat mama kaget saja"kata Bu Nani


"maaf ma...tadi Nadya melihat mama dan bang Dafi lagi serius kali"kata Nadya.


Nadya yang kepo dengan pembicaraan suami dan mama mertua,jadi dia punya ide untuk duduk di antara mereka berdua."tadi Abang lagi cerita tentang kantor"kata Dafi akhirnya.


"oh... kirain tentang apa"kata Nadya.


Karena sudah gerah maka Dafi pun mau mandi."ya sudah ma... Dafi mandi dulu"kata Dafi pamit.


"mmmhhh...tapi jangan lupa dengan pesan mama tadi"kata Bu Nani.


"ya ma...insha Allah saran mama akan Dafi laksanakan"kata Dafi yang masuk kamar di ikuti dari belakang oleh istrinya.


Nadya yang penasaran pun sampai kamar menanyakan pada suaminya.


"bang... siapa yang di mata matai? apa ada yang korupsi?"tanya Nadya.


Dafi tersenyum mendengar perkataan istrinya dan mencubit lembut pipinya."sweet heart... tadi kamu enggak mendengarkan dari awal"kata Dafi.


"iya...makanya di tanya ulang, kalau di luar segan dengan mama"kata Nadya.


Dafi pun duduk di pinggiran tempat tidur."sini duduk...biar di jelaskan"kata Dafi.


Nadya yang melihat gelagat aneh suaminya ke pintu kamar lalu mengunci pintu tersebut.


"sweet heart... kenapa kamar nya di kunci?"tanya Dafi.


"jaga jaga aja,mana tau banyak mintanya. aqu takut Nisa masuk kamar cari mamanya"kata Nadya.


"sudah bisa baca pikiran suami sekarang..."kata Dafi.


Nadya pun duduk di sebelah suaminya."jadi apa cerita di kantor tadi bang?"tanya Nadya.


"di kantor... tingkah Andi kelihatan aneh"kata Dafi


"aneh bagaimana maksud nya bang?"tanya Nadya.


"Dari pagi aqu ke kantor tiba tiba pak satpam memberikan berkas yang di titip kan untuk Andi."kata Dafi


"lho kok bisa ada berkas dengan satpam?"tanya Nadya.


"ya sudah abang ambil saja dan akan memberikan pada Andi."kata Dafi.

__ADS_1


Nadya mendengarkan cerita suaminya"mungkin berkas itu jatuh bang"kata Nadya.


"Dari pengakuan Andi, semalam pas pulang kantor dia tabrakan dengan seseorang dan berkas tersebut besoknya di kembalikan ke pak satpam"kata Dafi.


"jatuh itu bang"kata Nadya.


Dafi melihat ke arah istrinya yang sudah wangi sehingga membuat dia gagal fokus."kamu kok tau? memang jatuh dari pengakuan Andi"kata Dafi


"ya pasti jatuh karena bang Andi itu orang nya bertanggung jawab enggak pernah teledor selama ini"kata Nadya.


"Tadi siang pas waktu kembali ke kantor ternyata dia tidak ada di tempat"kata Dafi.


"mungkin ada urusan penting makanya dia di luar,lagian memang dia biasanya bang Andi yang periksa?".kata Nadya.


"Ada lagi satu keanehan yang membuat abang kesal terhadap nya"kata Dafi.


"tumben abang kesal dengan dia?"tanya Nadya.


"bagaimana enggak kesal, kami rapat berdua tapi dia enggak fokus."kata Dafi


"oh... gitu ya... seperti orang yang lagi jatuh cinta saja,"kata Nadya.


"kok bisa sama tebakan dengan mama? pada janjian ya..."kata Dafi


"itu hati nurani yang berkata"kata Nadya.


Dafi yang mempunyai maksud lain terhadap istrinya."seharusnya abang senang melihat bang Andi jatuh cinta"kata Nadya.


"kalau dia jatuh cinta...abang pasti senang,besok lah langsung di tanyakan"kata Dafi.


"bagus lah kalau begitu"kata Nadya.


Tok...tok...tok...


"mama...kamar kok di kunci?"kata Nisa dari balik pintu.


"bang... nanti malam saja... lagian ada Nisa tu..."kata Nadya pada suaminya karena tangan Dafi sudah bergerilya di balik baju Nadya.


Dafi cemberut dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badan."jangan cemberut begitu, nanti malam ya..."kata Nadya ke depan pintu kamar.


"abang mau berkunjung sore ini sweet heart"kata Dafi


Nadya tidak memperdulikan omongan suaminya tapi membuka pintu melihat Nisa yang lagi menunggu di bukakan pintu."Gadis mama...ada apa?"tanya Nadya.


"mau ketemu ayah... boleh Nisa masuk?"tanya Nisa terlebih dahulu karena oma memberikan nasihat terhadap nya.


"ayah lagi mandi jadi sebentar lagi ya sayang..."kata Nadya.


"ya sudah...Nisa dengan Oma dulu, kalau ayah sudah selesai berpakaian panggil Nisa ya ma..."kata Nisa.

__ADS_1


"oke... princess,mama akan panggil kan"kata Nadya.


Menutup pintu kamar lagi karena mau mengambil baju untuk suami tercinta. Nadya mengambilkan baju Dafi pun sudah keluar dari kamar mandi, di peluknya istri tercinta dari belakang saat berdiri."sebentar... jangan bergerak dulu...abang mau menghirup aroma tubuh mu"kata Dafi.


Nadya yang mendapat pelukan dari belakang sudah biasa karena itu sering dilakukan oleh suaminya. Sambil memeluk Dafi menuntun berjalan ke arah tempat tidur dan Nadya mengikuti perintah tersebut.


Sampai di dekat tempat tidur Dafi membalikkan badan Nadya, sehingga mereka berhadapan."ada apa bang?"kata Nadya yang sudah mengerti maksud dari suaminya.


"kamu harus tanggung jawab ni..."kata Dafi.


Dafi yang hanya memakai lilitan handuk di pinggang nya dan lalu menjatuhkan handuk tersebut. Sehingga Nadya menahan Slavina nya karena melihat sesuatu di bawah sana sudah berdiri yang ingin di tuntaskan."oke bang...aqu sudah siap kok untuk mempertanggung jawabkan ini"kata Nadya sambil memegang lembut pistol yang lagi berdiri.


Dafi menikmati sentuhan istrinya dan dengan tak sabar di bukanya kancing baju daster yang di kenakan Nadya lalu membimbing ke tidur di spring bed king size di kamar.


Berbaring di atas tempat tidur tinggal pakaian dalam yang menempel. Dafi mengecup b*b*r seksi istrinya, lalu turun ke leher jenjang istrinya."agh...agh..."kata Nadya menikmati nya.


Setelah itu Dafi berhenti di bagian squisy kembar sambil membuka b*a yang masih menempel, setelah terbuka terlihat lah pemandangan indah. Sehingga tanpa di sadari oleh Dafi Slavina nya jatuh, lalu dia bermain lama di sana.


Sehingga membuat Nadya merintih kenikmatan."agh...agh...agh..."keluar dari mulut Nadya tanpa di sadari.


Suara yang m*n*e*a* membuat Dafi yang sudah tidak kuat sehingga dia pun turut ke bawah, di bagian inti nya yang sangat nikmat dan menantang untuk di lakukan.


Bagian inti yang belum di buka, akhirnya Dafi yang membuka bagian inti tersebut. lalu di sore hari mereka menikmati surga dunia walaupun waktu magrib tinggal tiga puluh menit lagi.


Nadya yang sebagai seorang istri harus mengikuti permintaan suaminya dari pada berdosa.


BERSAMBUNG


*****


jangan lupa


like...like...like...


add favorit...


komentar yang membangun


bunga mawar yang bermekaran


secangkir kopi hangat untuk


serta


vote...vote... vote...


terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2