Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.241


__ADS_3

Pertanyaan yang Mila lontarkan membuat Andi bingung untuk menjawab.


Menarik nafas panjang mendengar pertanyaan dari istrinya, yang bingung mau di jawab apa ya...


Mila tersenyum dengan reaksi dari suami yang ada di hadapan nya saat ini.


"siapa yang duluan menjawab?"tanya Mila


"abang yang menjawab...kan yang memberikan pertanyaan itu kamu, tapi sebelumnya kita habiskan air kelapa muda ini."kata Andi


"lho...apa hubungannya?"


"biar mendapat jawaban dan menginspirasi tentunya."jawab Andi


Mila tertawa mendengar karena tidak ada hubungan sama sekali, hanya modus dari suaminya sendiri."baik lah... sambil Selfi ya...biar sosial media yang simpan dan ingat kan moments ini."kata Mila


"moments apa?"


"moments saat pertama kali aku marah sama abang trus...di bawa ke sini."kata mila


"huh..."Andi yang kesal dengan Mila


"harus senyum bang...1,2,3...cekrek..."


Mereka foto Selfi berdua pada saat minum air kelapa, setelah itu Mila mau foto di pantai dengan pemandangan sunset.


Minta tolong dengan orang yang ada di warung saat foto berdua tentunya.


Mila asyik minta foto berdua baru sadar saat azan magrib berkumandang, lalu mencari mesjid yang dekat.


"Astaghfirullah hal'azim...bang sudah azan...ayo kita cari mesjid dulu."kata Mila.


"di sana ada mesjid..."ajak Andi langsung masuk ke dalam mobil.


Mila pun tidak jadi mendengar jawaban dari Andi karena dia sendiri juga bingung,apa jawaban nya. Saat ini Andi berkecukupan atau tidak dan setahu dia kalau mereka berdua masih saling mengenal satu sama yang lainnya.


Setelah selesai sholat... mereka kembali masuk mobil, belum tau tujuan kemana.


Jadi Andi yang mau membawa mobil kemana."jadi kita ke rumah orang tua mu?"tanya Andi.


"sebaiknya kita pulang saja bang... besok kita mau kerja..."jawab Mila.


"oke...ini sudah malam...mau makan di luar atau di rumah saja?"


Mila berpikir sejenak apa yang dia masak tadi pagi di rumah sebelum ke tempat mamak.


"pulang saja bang...di rumah ada sambal ayam goreng, tinggal rebus bayam saja."kata Mila


"bukannya tadi masak bayam juga?"


"tadi masak bayam hanya untuk sekali makan karena tahannya bayam itu delapan jam setelah itu tidak baik untuk di makan."kata Mila

__ADS_1


"pintar juga istri abang ini, siapa yang ngajarin?"


"tentu nya mama dan pernah dengar dari orang dan baca di internet."jawab Mila mantap.


"ya...ya...ya...jadi sekarang kita langsung meluncur ke rumah kan? ada yang mau di beli?"


Mila berpikir sejenak apa yang mau dia beli.


"singgah ke bakery...beli roti tawar...mana tau malam atau pagi minta di isi."kata Mila.


"oke..."jawab Andi yang membawa mobil kembali ke kota untuk menuju rumah dan tak lupa ke toko bakery.


Sementara itu di rumah orang tua Andi tepatnya di rumah ayah dan mamak lagi makan malam berdua, karena tadi pagi enggak masak jadi malam ini ceplok telur dan kecap yang mereka makan.


Tiba tiba Dio anaknya Leli datang menghampiri mereka."kakek dan nenek makan?"


"iya... kalau mau ikutan...sana ambil piring di belakang."kata mamak


Dio pun mengikuti perintah dari nenek nya, setelah magrib Dio yang kelaparan ke rumah kakek dan nenek. Di rumah nya sendiri tidak ada yang bisa di makan.


Jadi karena lapar dia langsung ke rumah nenek dan kakek, sementara mami nya lagi merajuk di dalam kamar, tidak mau keluar dari kamar. Sehingga anak yang paling kecil yang berumur empat tahun selalu ikut dengan nya di dalam kamar.


"mami...mau matan adek..."kata anak ke dua nya.


"sana tempat nenek makan...mami enggak selera makan."


"enggak mau...mau cama mami...adek lapal...mau matan..."kata adek.


Tapi Leli tidak memperdulikan anaknya yang menangis minta makan, sampai anak itu menangis.


Tanpa Leli sadari ternyata suaminya Faisal sudah pulang , mendengar tangisan anaknya yang meminta makan.


Masuk ke dalam kamar dengan marah , sehingga membuat Leli terkejut.


"Leli...kenapa adek menangis minta makan kamu diamkan!"kata Faisal.


"kamu... kalau masuk rumah ucapkan sesuatu kek...ini malah marah marah tak tentu arah."Leli yang tak mau kalah.


"aku sudah menyebutkan Assalamualaikum dari tadi... rumah tidak di kunci...anak menangis kelaparan...kamu itu maunya apa..."kata Faisal marah sambil menggendong adek yang lagi menangis


"Hua..Hua...Hua...adek lapal papi...mau matan..."kata adek.


"iya...iya...ayo kita makan... ambil nasi di belakang..."kata Faisal menggendong keluar.


Sampai di meja makan tidak ada apapun,lalu dia ke dapur juga tidak ada apapun. Dio yang kembali ke rumah melihat papi nya yang lagi mencari makanan.


"papi cari apa?"tanya Dio


"adek mu lagi lapar...jadi cari nasi dan lauk."kata faisal.


"enggak apa apa papi...tadi siang aja kami makan nasi bungkus...trus dari siang mami di kamar saja...Dio aja makan di rumah kakek dan nenek barusan."kata Dio menjelaskan.

__ADS_1


Semakin marah lah faisal mendengar penjelasan dari anaknya Dio, Leli yang tak bekerja tapi pulang pulang tidak ada apapun.


Padahal kalau untuk makan dan belanja dapur Faisal selalu memberikan pada istrinya.


"apa mau mami mu itu...ya sudah dek...kita makan di luar saja."kata faisal.


"papi...Dio ikut ya... masih lapar..."


"ya sudah...ayo kita pergi sekarang."kata faisal


"mami bagaimana... ikut juga..."tanya Dio


"biarkan saja mami mu berkurung di kamar,kita bertiga saja pergi."kata Faisal. dengan nada marah.


Dio takut melihat papinya marah jadi dia mengikuti papinya dari belakang,naik kendaraan sepeda motor Dio duduk di belakang.


Leli yang mendengar kendaraan suami nya keluar langsung keluar mau bertanya mereka mau kemana."bang Faisal...mau kemana sama anak anak?"kata Leli


Tapi tidak terdengar oleh Faisal yang sudah pergi meninggalkan rumah."mau kemana mereka? makan? enggak ngajak aku pula."kata Leli ngomong sendiri.


Faisal dengan belum mengganti baju kerja membawa anaknya makan di tempat makan pecel lele, mereka memesan makanan tiga porsi.


"pesan pecel lele tiga porsi tapi pakai nasi putih saja..."kata Faisal pada pelayan.


"baik pak... minum nya apa?"tanya pelayan.


"Dio mau teh manis dingin...adek juga cama dengan bang Dio..."kata kedua anak anak itu.


"jadi dua teh manis dingin dan satu lemon tea."kata Faisal.


"baik pak..."


"enggak pakai lama...anak saya sudah kelaparan."kata Faisal lagi.


"baik pak..."kata pelayan sambil berjalan mengambil pesanan.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like... like...like...


add favorit...


komentar yang membangun


serta


vote... vote... vote...

__ADS_1


terima kasih


🙏🙏🙏


__ADS_2