
Besok di sore hari Dafi pulang lebih awal karena dia mau menemani Nadya untuk memeriksa ke dokter kandungan.
Di rumah Nadya masih pusing di dalam kamar bersama Nisa menunggu kepulangan Dafi dari kantor.
"mama... masih pusing?"tanya Nisa
"sedikit pusing nya sayang", jawab Nadya yang berbaring di kamar sementara Nisa juga di tempat tidur menemani mamanya.
Nisa yang begitu khawatir dengan kondisi mamanya, jadi dia bertanya pada Nadya.
"mana yang pusing ma...biar Nisa pijitin, kepala ya..."kata Nisa memijit kepala Nadya.
"iya...di situ juga boleh di pijit" kata Nadya
Walaupun pijitan anaknya Nisa tak terasa tapi karena perhatian nya Nadya merasa terharu dengan perhatian Nisa.
"terima kasih sayang..."kata Nadya pada Nisa
"sama sama mama, Nisa takut kalau mama sakit. cepat sembuh ma..."kata Nisa sambil mencium kening Nadya
"a...min..."kata Nadya yang juga mencium pipi anaknya.
Tin...
Tin...
Tin...
Terdengar suara klakson mobil dari luar pertanda Dafi sudah sampai rumah."suara mobil ayah itu...mama Nisa ke luar dulu ya... pasti ayah pulang"kata Nisa pada mamanya
"ya..."jawab Nadya
Nisa pun turun dari tempat tidur dan berlari mengejar ayah nya yang pulang.
"a...yah..."kata Nisa yang berlari sambil menjerit mengejar ayah nya.
Dafi yang kelelahan pulang dari kantor tersenyum mendengar jeritan anaknya, hilang rasanya lelah dari kantor.
Nisa yang mendekat dengan ayahnya langsung di gendong"eh...anak ayah sudah wangi?mau kemana?"tanya Dafi yang pura pura tidak tahu.
"ayah lupa? mama kan sakit, jadi kita mau pergi ke praktek dokter"jawab Nisa
"Astaghfirullah...ayah lupa princess, mana mama?"tanya Dafi yang memasuki rumah
",di kamar ayah"jawab Nisa
Bu Nani melihat Dafi yang menggendong Nisa geleng geleng kepala karena cucu nya yang sudah mulai besar"eh... princess masih di gendong ayah? kan sudah besar"kata Oma nya Nisa
"Nisa kan masih TK jadi masih kecil...ayah juga masih bisa gendong kok Oma"
"tapi sebentar lagi sudah masuk SD, mau punya adik"kata Bu Nani
__ADS_1
"kalau SD beberapa bulan lagi Oma, apa iya ayah bentar lagi Nisa mau punya adik?"tanya Nisa pada ayahnya.
"seperti nya begitu, makanya kita mau periksa mama ke dokter sore ini, untuk memastikan saja."jawab Dafi menurunkan Nisa dari gendongan nya.
Nisa yang berpikir sejenak mencerna jawab dari ayah-nya lalu bertanya."jadi kita mau periksa ada atau tidak adik di perut mama?"
"iya...kenapa?"kembali Dafi bertanya
"Nisa boleh ikut?"
"kemana mau ikut"tanya Dafi
"ke praktek dokter ayah"
"oh... tentu boleh... kirain ayah mau ikut ke kamar"kata Dafi berjalan masuk ke kamar.
"ih...ayah tadi sudah dari kamar kok, Nisa mau ganti baju dulu ya..."kata Nisa yang memasuki kamarnya.
Bu Nani mendengar cucunya memanggil mba Marni"mba... tolong ganti kan baju Nisa karena dia mau ikut dengan ayah nya"perintah oma Nisa.
"baik Bu"jawab mba marni yang memasuki kamar juga.
Di dalam kamar Dafi melihat Nadya yang berbaring di atas tempat tidur dalam keadaan lemas,"sweet heart masih pusing?"tanya Dafi yang mengecup kening istrinya
"eh...iya bang, kok cepat pulang hari ini?"tanya Nadya
"sengaja cepat pulang karena kita kan mau periksa ke dokter kandungan, kamu lupa?"
"sweet heart... enggak bisa seperti ini... kita periksa hari ini, biar dokter beri vitamin untuk kamu dan anak kita"kata Dafi yang memegang perut Nadya yang masih rata.
"iya...bang... daftar aja dulu"kata Nadya
"sudah...makanya kita berangkat sekarang, tadi pagi abang sudah daftar melalui telepon dan WhatsApp juga"kata Dafi
Nisa melihat Dafi yang masih berpakaian kantor"ih...abang mandi sana.."kata Nadya dan langsung mual melihat suaminya"hoek ..hoek...hoek"Nadya langsung berjalan cepat ke toilet kamar dan Dafi mengikuti dari belakang"jangan cepat cepat gitu,pelan aja"kata Dafi
Nadya muntah di toilet, semua yang di makan nya roti bersama Nisa tadi keluar semua sehingga membuat nya lemas."aduh... pusing kepala qu"kata Nadya.
Melihat istrinya lemas lalu Dafi menggendong Nadya seperti bridal style ke tempat tidur. setelah itu di ambil nya air putih hangat di campur madu biar tambah tenaga yang ada di meja kamar."minum dulu sweet heart"kata Dafi
Nadya mengambil minuman dari tangan Dafi dan meminum nya sampai habis lalu berbaring lagi"bang... enggak usah dekat dekat, mandi sana"kata Nadya
"kenapa? biasanya juga kamu enggak masalah"jawab Dafi
"enggak tau...mandi sana... nanti aqu mual lagi"jawab Nadya
Dafi yang enggak mau ribut menurut saja dan langsung mandi dan memakai pakaian yang harum dari lemari pakaian, dan sholat ashar.melihat Nadya yang ketiduran dan membiarkan istirahat sejenak dan Dafi keluar dari kamar untuk minum teh hangat
Bu Nani yang duduk di meja makan melihat Dafi keluar kamar"Dafi sini... minum teh dulu..."ajak mamanya.
Dafi mengikuti perintah mama-nya dan duduk di meja makan yang mau menanyakan sesuatu juga"ini minum teh nya selagi hangat"kata Bu Nani
__ADS_1
"terima kasih ma..."jawab Dafi
"sssstttttuuuupppp.....ah....."hirupan teh hangat yang segar di minum Dafi.
"ini kue nya"Bu Nani memberikan kue bingka yang cocok untuk teman ngeteh.
"ma...ada yang mau Dafi tanya kan"
"mau tanya apa?"
"Nadya...kenapa kalau aqu dekat dia selalu muntah, apa Dafi bau ya..."kata Dafi
"oh... enggak apa-apa itu... mungkin bawaan bayi nya, mungkin nanti bayinya mirip kamu"kata Bu Nani
"jadi bagaimana ini mau ke dokter? aqu kalau dekat bawaannya mau muntah"kata Dafi
Bu Nani kasian juga melihat anaknya Dafi karena dilema mendekati istrinya"jam kamu mau ke praktek dokter?"
"tadi sudah daftar katanya siap ashar gini tapi karena Nadya lemas gitu dan dia istirahat jadi Dafi WhatsApp sekarang habis magrib aja"jawab Dafi
"ya... sudah...mama ikut saja"kata Bu Nani
"sebaiknya juga begitu"kata Dafi yang memakan kue bingka yang ada di meja
"mba marni..."panggil Bu Nani
mba marni keluar dari kamar yang di ikuti Nisa dari belakang."ya...Bu ada apa?"
"tolong antar ke kamar untuk Nadya"perintah Bu Nani yang sudah di siapkan di nampan.
mba marni membawa nampan yang sudah berisi teh hangat dan kue bingka.
"ayah...Nisa sudah siap, kapan kita berangkat ke tempat dokter?"
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like...like...
add favorit...
komentar yang membangun
serta
vote... vote...vote...
Terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏