
Acara Pesta yang di inginkan pak Kusuma akhirnya jadi juga dan tempat nya di rumah Bu Zubaidah.
Semua kegiatan di bantu keluarga besar Dedy dan juga pak kades beserta staf kantor. Masalah biaya tidak usah di pikirkan karena pak Kusuma yang menanggung semuanya.
Tugas utama pak kades adalah mengundang seluruh warganya dan menyiapkan makanan semuanya. Karena di kampung tidak ada istilah katering jadi semua warga ikut membantu menyiapkan makanan.
Bu Zubaidah tak kalah sibuk nya,dia harus memantau semua makanan yang ada. Jangan sampai tidak cukup, walaupun ada kepala masak yang ikut memantau juga.
Untuk wedding organizer Bu Mona memanggil orang dari kota yang biasa melakukan sesuai dengan seleranya yang kelas atas, begitu juga Make Up Artis atau MUA dan pakaian pengantin beserta keluarga di pesan dari kota.
Sehingga dua hari sebelum hari H banyak tamu dari kota datang ke kampung Dedy. Sehingga pak kades kelabakan mencari tempat menginap para tamu. Jadi ada yang di titip di rumah warga dan yang tidak terbiasa akan menginap di penginapan kabupaten.
Satu hari sebelum pesta pak Kusuma satu harian memantau semua nya. Tahap awal dia ke tempat memasak makanan yang berada di samping dan belakang rumah Bu Zubaidah.
Biasanya orang yang membantu memasak untuk pesta namanya rewang atau lagan.
Orang yang ikut rewang biasanya adalah saudara tuan rumah dan tetangga yang dekat rumah. Yang rewang biasanya pada antusias karena pada saat rewang mereka akan kerja sambil cerita atau bercanda karena biasanya jarang bertemu.
Hari ini ibu atau paman dari almarhum ayah Dedy juga datang untuk membantu dan mau melihat istrinya Dedy niat awal sebenarnya."Dedy... enggak boleh banyak kerja karena besok kamu mau jadi raja sehari"kata uwak nya dari sebelah almarhum ayah nya.
"ah...uwak...kami sudah lebih dari tiga bulan menikah,ini hanya pestanya saja"jawab Dedy.
"sama saja itu... karena famali kalau orang tua dulu kalau calon manten ikutan kerja,tapi setelah pesta besok nya harus nyuci dandang di dapur"kata uwak lagi.
"oh... gitu ya wak..."kata Dedy yang biasanya dia memang tidak begitu peduli kalau ada orang yang pesta dan lagian dia sekarang lebih banyak di kota.
"waduh...apa mau Siska cuci dandang?"kata Dedy dalam hati.
Uwak mencari keberadaan istri Dedy"istri mu mana? kok uwak enggak lihat?"
"itu...di kamar karena lagi feeting baju untuk besok"jawab Dedy.
"oh...uwak penasaran,ayo kenalkan sekarang, kalau sekarang uwak bisa lihat wajah aslinya. Karena sekarang ini kalau sudah jadi manten wajah nya berubah,beda dengan wajah sehari hari."kata uwak menjelaskan.
Permintaan uwak nya bisa di kabulkan Dedy tapi belum tentu desainer yang dari kota, mereka kerja lembur dari semalam mau ngepaskan baju untuk Siska dan keluarga.
Bu Mona memesan baju melalui video call dengan desainer langganan nya, jadi tentu banyak yang harus di rombak.
Jadi pihak desainer harus kerja ekstra lembur dan hati hati. Dedy mengetuk pintu dan mau masuk ke kamar.
"tok...tok...tok...Siska boleh masuk...?"kata Dedy dari balik pintu.
"mas... setengah jam lagi ya... karena mba ini lagi repot dan kamar berantakan."jawab Siska.
__ADS_1
"oh...ya sudah kalau begitu..."kata Dedy.
Dedy mendekati uwaknya dan memberi tahukan."Wak... maaf... sekarang belum bisa, setengah jam lagi aja"kata Dedy pada uwaknya.
"ya sudah kalau belum bisa jumpa"jawab uwak dan tiba tiba ada Rahma yang lewat.
Rahma pun melihat uwak dan Dedy lagi ngobrol"eh...uwak datang juga... Alhamdulillah... dengan siapa ke sini Wak?"tanya Rahma sambil menyalami uwaknya.
"eh...Rahma... sudah besar dan cantik... pangling uwak melihat kamu"kata uwak.
"Rahma sudah SMA Wak... terima kasih atas pujiannya,jadi tersanjung mendengar nya"kata Rahma.
"memang kamu cantik, wajah mu persis ayah mu waktu muda...hanya saja yang membedakan satu versi laki laki yang satu versi perempuan."kata uwak.
"kalau itu memang banyak yang bilang seperti itu,uwak kalau capek istirahat di kamar Rahma saja"kata Rahma.
uwak yang memang sudah capek karena perjalanan jauh,jadi mendengar tawaran dari Rahma langsung di terima nya saja."boleh lah Rahma...uwak memang capek perjalanan empat jam membuat uwak lelah, mungkin karena pengaruh umur juga"kata uwak
"ya sudah Wak...ayo ke kamar Rahma saja"
Rahma membawa uwak ke dalam kamar nya, sementara uwak mengikuti dari belakang.
"wah... kamar kamu nyaman juga dengan jendela yang besar jadi sirkulasi udara masuk"kata uwak.
"iya...uwak minjam kamar kamu dulu.."kata uwak.
"iya...wak..."jawab Rahma yang meninggalkan kamar.
Sementara di dalam kamar Siska yang masih di sibuk kan dengan feeting baju yang belum selesai."mba... seperti nya sudah selesai ya...?"tanya Siska yang sudah bosan dari tadi tidak selesai juga feeting baju nya.
"oh...iya... sudah... sekarang mana mertua dan adik ipar nya... karena mau di feeting juga"kata mba desainer.
"mereka ada di luar mba...saya kurang tau pulak mereka lagi di mana... sebentar saya cari adik ipar dulu"jawab Siska.
Siska melihat dari balik pintu tapi kepalanya saja yang keluar, dan tanpa di sengaja Rahma lagi melintas."Alhamdulillah... Rahma lewat juga"kata Siska dalam hati karena bingung mau cari kemana.
"Rahma...ke sini sebentar, kakak ada sesuatu"kata Siska.
Karena namanya di panggil Rahma mendekati kakak iparnya itu."ada apa-apanya dibanding yang di dalamnya dan kak..."tanya Rahma
"sini masuk...biar feeting baju untuk besok"kata Siska.
"sudah datang bajunya? aqu sudah enggak sabar mau nyobain"kata Rahma.
__ADS_1
"ya sudah ayo masuk,biar di pas kan.kalau ada rasa enggak enak atau longgar,bilang saja"kata Siska memberikan masukan.
"oke kak... siap..."jawab Rahma dan ikut masuk ke dalam kamar.m
Di dalam kamar Rahma kaget karena sedikit berantakan, tapi desainer itu pelan-pelan dan di merapikan nya."waduh kak... seperti kapal pecah saja"kata Rahma.
"biarkan saja... karena kakak tadi banyak milih dan kakak kurang suka"jawab Siska.
"mana yang mau feeting baju...?"kata desainer tersebut.
"ini mba...adik ipar saya yang cantik"kata Siska.
Desainer tersebut melihat Rahma dan tersenyum"kalau ini cantik dan bening..."kata desainer sehingga membuat wajah Rahma jadi merah muda.
"ya sudah...sini kita coba bajunya dulu..."kata desainer.
Tok...tok...tok...
"Siska...kamu di kamar?"seseorang mengetuk pintu kamar.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like...like...
add favorit...
komentar yang membangun...
bunga mawar yang bermekaran
secangkir kopi hangat
serta...
vote... vote...vote...
Terima kasih
🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1