Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab 37


__ADS_3

Sementara di rumah sakit Pak Arif lagi berada di ruangan musholla untuk sholat mendo'akan Nadya yang lagi kritis. Selagi berdo'a ada seseorang yang memasuki ruang musholla.


Tapi pemuda itu tidak mau mengganggu pak Arif yang lagi khusyuk berdoa, Dia pun sholat dan berdoa untuk kesembuhan Nadya.


Setelah berdoa Pak Arif melihat pemuda itu adalah Dafi. Pak Arif tidak mau lagi terpancing emosi setelah berdoa dia pun berlalu keluar musholla.


Sementara Dafi melihat pak Arif ada di ruangan sama dia diam aja dan melaksanakan sholat juga, setelah itu Dafi kembali ke ruangan ICU.


Dua sahabat yang lagi berada di depan ruangan ICU menunggu perkembangan Nadya. Dokter bagian ortopedi dan bagian dalam sudah memeriksa. Sehingga perawat pun memanggil keluarga pasien."keluarga pasien Nadya" panggil perawat.


"saya mama nya suster" kata Bu Nilam


"ibu silahkan menjumpai dokter di ruangan depan" kata perawat


",baik suster"jawab Bu Nilam.


Berhubung keadaan dalam Nadya tidak bermasalah, hanya ada permasalahan di bagian kaki dan tulang maka Bu Nilam mendatangi dokter bagian ortopedi. Sebelum bertemu dokter pak Arif sudah berada di depan ruang ICU."ayah ayo kita ke ruang dokter yang menangani Nadya" ajak Bu Nilam


"bagaimana keadaan Nadya?" tanya pak Arif


"mama enggak tau, ayo kita temui dokter" kata Bu Nilam


mereka pun mendatangi dokter di ruangan depan.sampai di depan ruangan dokter.


tok


tok


tok


Pak Arif mengetuk ruangan dokter, dari dapam terdengar suara."masuk".Pak Arif dan Bu Nilam pun masuk ke dalam ruangan.


"siang dokter"kata pak Arif sementara Bu Nilam hanya tersenyum simpul aja karena hati nya tidak tenang karena memikirkan Nadya anaknya yang berbaring di ruang ICU.


"siang bapak ibu, silahkan duduk" kata dokter bagian ortopedi namanya Ilham yang masih muda dan tentunya juga belum menikah.


pak Arif dan Bu Nilam duduk dan menanyakan keadaan Nadya. "Bagaimana keadaan Nadya anak saya"tanya pak Arif


"oh... putri bapak? Masa kritis nya sudah lewat, kita masih memantau/mengobservasi keadaan nya. Apa bila sampai sore sudah stabil kita akan pindahkan ke bagian ruangan" dokter Ilham menjelaskan.


"Alhamdulillah..."kata Pak Arif dan Bu Nilam.


"Tapi pak ada sedikit masalah di bagian punggung ke kaki"kata dokter menjelaskan

__ADS_1


"maksud dokter bagaimana ya?"tanya Bu Nilam


"Setelah siuman nanti kemungkinan untuk sementara anak bapak/ibu lumpuh"dokter menjelaskan.


"apa dokter"kata Bu Nilam mendengar keadaan nya tanpa terasa air mata menetes."sabar ma, kita dengar kan dulu penjelasan dari pak dokter"kata pak Arif menenangkan Bu Nilam yang enggak sanggup mendengar berita tentang Nadya.


"Sabar Bu, keadaan tidak akan permanen, nanti kita bantu dengan terapi setiap hari" dokter menjelaskan lagi


"iya dokter"hanya itu yang keluar dari mulut Bu Nilam sementara pak Arif hanya diam sambil menenangkan istrinya.


"insha Allah dengan terapi bisa cepat pulih,tentunya di bantu dengan doa orang tua"dokter Ilham menjelaskan.


"ada lagi yang lain permasalahan anak saya"tanya pak Arif


"untuk sementara itu aja, kalau ada yang lain nanti kita informasi kan"kata dokter Ilham.


"baik lah dokter, terima kasih infonya.kami mau kembali ke ruang ICU" kata pak Arif.


"apakah sudah bisa di jenguk"tanya Bu Nilam


"sudah bisa Bu, tapi jangan sekalian. dua dua orang aja yang masuk"dokter Ilham menjelaskan


"ya dokter",kata Bu Nilam menjawab.


Pas waktu membuka pintu untuk keluar dari ruangan, ternyata sudah ada Dafi di depan ruangan dokter.


"Pak... Bu... bagaimana keadaan Nadya", tanya Dafi pada orang tua Nadya karena walaupun dia di depan ruangan dokter tapi dia tidak bisa mendengarkan percakapan dari dalam.


"Nanti ibu jelas kan sebaiknya kita ke ruangan ICU dulu karena masa kritis Nadya sudah lewat"kata Bu Nilam pada Dafi. Sementara Pak Arif hanya diam saja tapi kali ini dia tidak mau terjadi keributan lagi. Mereka pun kembali ke ruangan ICU untuk melihat keadaan Nadya.


Sampai di depan ruangan ICU Bu Nilam dan pak Arif masuk dan menemui perawat."suster kami mau melihat pasien atas nama Nadya,kata dokter sudah bisa di jenguk"kata pak Arif.


"oh...iya sudah bisa, tapi jangan lupa cuci tangan dan memakai baju hijau itu yang khusus di pakai untuk menjenguk orang yang ada di dalam supaya steril ya bapak/ibu" kata perawat menjelaskan sambil menunjukkan baju yang harus di pakai di ruang ICU.


Setelah siap memakai baju dan mencuci tangan, mereka pun memasuki ruangan ICU.Pak Arif dan Bu Nilam melihat kondisi anaknya sangat sedih karena Nadya masih memakai alat ventilator untuk pernapasan. Selang infus yang terpasang di tangan Nadya, tanpa terasa air mata menetes di pipi Bu Nilam tak terasa keluar.


Begitu juga pak Arif melihat kondisi anaknya. Tapi dia harus kuat agar istrinya melihat kondisi sudah mulai rapuh."ma...kita harus kuat insha Allah Nadya bisa melewati ini semua,kita do'akan ya..."Pak Arif berkata sambil sedikit berbisik pada Bu Nilam.


"iya ayah"hanya itu yang keluar dari mulut Bu Nilam.


Tak terasa hampir 30 menit pak Arif dan Bu Nilam berada di dalam ruangan ICU, perawat meminta untuk keluar orang tua Nadya karena sudah habis waktu."bapak/ibu Sudah habis waktu nya, pasien harus dalam keadaan tenang biar cepat pulih"kata perawat menjelaskan.


"baik suster"jawab Bu Nilam.

__ADS_1


Mereka pun keluar, di depan ruang ICU ternyata Dafi juga masih menunggu dan membawa sesuatu.karena melihat wajah pak Arif tak bersahabat maka Dafi berbicara sama Bu Nilam"Bu ini ada makanan untuk makan siang,bapak/ibu makan ya...sudah waktunya makan siang"kata Dafi


"iya, terima kasih nak"jawab Bu Nilam


"boleh saya menjenguk Nadya di dalam?"tanya Dafi


"silahkan"jawab Bu Nilam sambil memberi kode sama pak Arif jangan terbawa emosi.


"terima kasih Bu" kata Dafi "maaf mama sudah pulang duluan karena Nisa mencari Oma nya"kata Dafi lagi


"enggak apa apa, ibu ngerti kok. namanya juga anak anak" kata Bu Nilam


Bu Nilam mengambil makanan yang sudah di siapkan Dafi."ayo pak kita ke kantin"ajak Bu Nilam pada pak Arif. Mereka pun berjalan berdua menuju kantin rumah sakit untuk makan siang dan memesan minuman hangat biar sedikit rileks.


Melihat Pak Arif dan Bu Nilam ke kantin, Dafi masuk ke ruang ICU."suster boleh saya menjenguk pasien atas nama Nadya? tanya Dafi pada perawat."boleh tapi waktu nya 15 menit aja ya pak" kata perawat.


Dafi pun langsung mengambil baju supaya steril dan mencuci tangan.


Di ruangan ICU di lihat nya Nadya berbaring dengan memakai ventilator untuk bernapas dan jarum infus di tangan nya. Melihat kondisi Nadya berbaring tak berdaya hati Dafi sedih dan hancur."cepat sembuh sweet heart"kata Dafi dalam hati sambil menggenggam tangan Nadya.


Tangan Nadya merespon genggaman Dafi"Alhamdulillah... cepat sembuh sweet heart"hanya itu yang keluar dari mulut Dafi.Setelah 15 menit Dafi pun keluar dari ruangan dan Dafi menanyakan kepada perawat."Suster seperti nya tadi waktu tangan pasien ada respon"kata Dafi


"oh...iya pak, sore atau malam Bu Nadya sudah boleh pindah ke ruangan saja"perawat menjelaskan.


"Alhamdulillah... terima kasih suster"kata Dafi


Lalu dia pun keluar menunggu di depan ruangan ICU lagi.


****


BERSAMBUNG


Jangan lupa tinggalkan jejak


Like


favorit


hadiah


vote


Terima kasih

__ADS_1


🙏🙏🙏


__ADS_2