Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.289


__ADS_3

Besok hari nya Mila dan Nadya akhirnya jadi juga mereka bertemu, yang paling ingin bertemu adalah Mila. Mendengar Nadya hamil lagi dia senang karena nantinya anak mereka akan sama besar nya.


Tapi Mila ingat dengan arkan yang masih bayi, dia ingat saat terakhir berjumpa saat acara aqiqah untuk arkan. Saat itu Mila yang ikut menjaga arkan dan saat itu pula dia sudah jatuh cinta pada anak tersebut.


Mila yang pergi ke rumah Nadya naik taxi online, itu tanpa sepengetahuan Andi. Dia pun jalan sendiri tapi dia permisi sama mama.


Melihat Mila yang sudah berpakaian rapi,mama menanyakan kemana anaknya pergi.


"Mila...mau kemana?"tanya mama


"ke tempat Nadya ma... semalam kami sudah janjian."kata Mila


"oh...sama siapa kamu pergi?"


"sendiri ma... sudah pesan taksi online... sebentar lagi juga sudah sampai ke sini."kata Mila


Mama yang sepertinya tidak menyetujui kalau anaknya pergi sendiri.


"kenapa enggak sama Andi aja nanti sore?"kata mama


"ma...bang Andi kerja...masa harus permisi...trus menemani istrinya ke rumah bos nya sendiri...apa la alasannya..."kata Mila


mama yang mendengar alasan dari Mila yang ada benarnya juga, bagaimana mungkin permisi ke rumah bos nya sendiri.


"tapi kamu yakin jalan sendiri?"tanya mama


"yakin ma...lagian sudah biasa...naik taksi online kan tinggal duduk dan langsung sampai di depan rumah."kata Mila


"ya sudah lah...kamu sendirian pergi juga enggak apa tapi kalau sudah sampai tempat Nadya...kamu kabari ya..."kata mama


"baik ma...itu taksinya sudah di depan."kata Mila sambil melihat aplikasi online di HP.


Mama mengikuti anaknya dan mengantarkan ke depan taksi.


"hati di jalan ya... ingat sampai tempat Mila...kamu kabari."kata mama mengingatkan


"siap bos..."kata Mila sambil memberikan hormat upacara bendera.


Mama masuk ke dalam rumah dan Nadya melanjutkan perjalanan menuju rumah sahabat nya.


Lama perjalanan ke rumah Nadya memakan waktu empat puluh lima menit, langsung masuk ke dalam.


Mila yang duduk di bangku belakang sambil melihat pemandangan luar jendela.


Setelah sampai Mila pun membayar dan turun dari taksi online, masuk ke dalam rumah yang pagar nya tertutup.


Ternyata hari ini pak Mien ada di rumah, menjaga pintu pagar tugas nya sekarang di pos satpam.


"pak...ada Nadya?"tanya mila


Melihat Mila yang sendiri berdiri di pintu pagar, Mak Mien yang merasa pernah melihat tapi di mana?


"Bu Nadya ada di dalam... masuk saja..."kata pak Mien karena pesan Nadya kalau ada temannya yang mau datang, pak Mien lalu membukakan pintu pagar.


"terima kasih pak..."kata Mila yang masuk ke dalam.


Berjalan masuk ke dalam... sampai pintu rumah Mila mengetuk pintu rumah.

__ADS_1


Tok...tok...tok...


"Assalamualaikum..."


Mila mengucapkan salam sambil mengetuk pintu rumah.


"Wa'alaikum salam..."


Suara dari dalam dan membukakan pintu rumah, dan melihat tamu yang datang.


"mba...ada Nadya..."tanya Mila


"ada Bu... masuk saja karena sudah di tunggu sama nyonya."kata mba marni.


"terima kasih Bi..."kata Mila


Masuk ke dalam rumah yang rumahnya besar, membuat Mila takjub.


"beruntung sekali Nadya... menikah sama pak Dafi..."kata Mila dalam hati.


Mila yang duduk di sofa rumah Nadya... melihat furniture rumah tangga Nadya yang mewah."Masya Allah... cantik sekali bahan perabot rumah nya..."kata Mila lagi dalam hati.


Nadya pun mendekati sahabat nya yang menunggu di ruang tamu.


"Mila... akhirnya kamu datang juga ke sini...sama siapa?"tanya Nadya


"sendirian lah...jam segini enggak ada yang bisa antar."jawab Mila


Nadya melihat jam dinding yang ternyata sudah jam sebelas siang.


"iya sih... pemikiran ku kamu jalan sama bang Andi."kata Nadya.


"mana mungkin bang Andi permisi mau antar istri ke rumah bos nya sendiri."kata Mila


"wkwkwk... betul... betul... kalau seperti itu...bisa nya bisa marah."kata Nadya.


Suasana siang di rumah Nadya yang sepi.


"Nisa pasti masih sekolah..."tanya Mila


"iya...kamu bagaimana? masih kerja atau sudah resign?"tanya Nadya


Terlihat Mila yang bingung karena masih galau antara kerja dan berhenti.


"aku masih bingung...mau lanjut kerja atau berhenti..."kata Mila


Nadya yang pernah seperti posisi Mila saat ini tapi Nadya minta berhenti karena banyak kejadian di saat itu sehingga membuat nya harus berhenti.


"kamu pikirkan dengan baik... pasti ada plus dan minus nya."kata Nadya.


"iya... tapi aku masih galau..."kata Mila


"apa saran dari bang Andi?"tanya Nadya.


Mila mengingat reaksi suami nya saat menanyakan pendapat tentang resign.


"kalau bang Andi di tanya...dia suka aku berhenti kerja dan fokus pada dia dan anaknya kelak, dan dia bilang kalau mencari nafkah adalah tanggung jawab suami."kata Mila

__ADS_1


"kalau itu sih betul...coba lah kamu pikirkan dengan matang."kata Nadya


Terdengar suara anak bayi yang menangis dari kamar dan di gendong sama baby sitter.


"eh...arkan bangun..."kata Nadya yang langsung mencari keberadaan anaknya.


Baby sitter yang mendekati Nadya bersama sahabat nya, lalu Nadya mengambil dari tangan baby sitter.


"ya sudah mba...sama saya saja...dan tolong bantu mba marni menyiapkan makanan di meja makan."kata Nadya


"baik Bu..."kata baby sitter dan langsung ke belakang


Mila yang melihat arkan yang ada di depan matanya, dari kemarin dia ingat sama arkan


"arkan...Tante Mila datang..."kata Nadya pada anaknya, padahal anak tersebut tidak mengerti apapun.


"arkan...apa kabar? ingat sama Tante Mila?"


Arkan yang sudah bisa melihat dan tersenyum melihat Mila yang menanyakan sesuatu pada nya.


"ingat yang waktu acara arkan...kita bersama..."kata Mila lagi.


Nadya melihat sahabatnya seperti ingin memegang anaknya arkan.


"di gendong sama Tante Mila ya...mau kan?"tanya Nadya.


Mila yang senang mendengarnya dan mengambil arkan dari tangan Nadya.


"sama Tante ya...sssss... arkan..."kata Mila.


Arkan pun di gendong oleh Mila...dan saat di gendong tidak menangis.


"eh...sama kamu kok dia anteng gitu... pada hal jarang bertemu."kata Nadya


"kami kan sudah akrab sebenarnya...iya kan arkan..."kata Mila


Karena sudah mau masuk jam makan siang maka Nadya mengajak temannya ke ruang makan.


"Mila kita makan yuk... sudah jam makan siang."kata Nadya yang sebenarnya sudah kelaparan.


Mila yang sepertinya ragu karena takut makanan nya tidak sesuai di lidah nya.


"aku masih kenyang... kalau kamu mau makan...duluan saja."kata Mila.


Nadya yang sekarang berbadan dua dan juga menyusui...jadi harus banyak nutrisi yang masuk ke dalam tubuhnya.


BERSAMBUNG


***


jangan lupa


like...


subscribe...


komentar yang membangun

__ADS_1


terima kasih


🙏🙏🙏


__ADS_2