
Resmi lah sudah Nadya menjadi istri Dafi, babak baru dalam rumah tangga di mulai.
Walaupun pernikahan berlangsung sederhana tapi banyak juga yang hadir, seperti teman sejawat tempat kerja Nadya pada datang menghadiri. Kalau untuk Dafi hanya ada Andi saja yang datang dalam pernikahan mereka. Yang lain memang tidak di undang atau di beri tahu. Niat Dafi nanti saja kalau Nadya sudah sembuh baru di adakan pesta pernikahan.
Nisa sangat senang hari ini karena resmi sudah Nadya menjadi mama-nya."ayah... jadi mulai hari ini mama tinggal bersama kita?"tanya Nisa kepada ayahnya Dafi.
"iya...tapi besok baru mama dan ayah kembali ke rumah"jawab Dafi.
"kenapa?"tanya Nisa karena dia mau tidur dengan Nadya.
"karena di rumah Oma Nilam dan opa masih banyak tamu, masak ayah dan mama tidak ada sebagai tuan rumah juga"jawab Dafi.
"oh... seperti itu? jadi Nisa pulang sama Oma, mba Marni? "tanya Nisa.
"iya, enggak apa-kan ? besok mama ke rumah sama ayah?"kata Nadya
"iya ma... enggak apa, tapi besok pulang tidur nya dengan Nisa ya..." kata Nisa
"jadi ayah tidur sama siapa" tanya Dafi
"sendiri aja"jawab Nisa
Mila yang juga datang dengan teman kerja-nya, baru sampai dan ternyata ada Andi tak jauh dari situ."eh...Bu guru Mila datang juga, sama siapa?"tanya Andi.
"pak Andi...saya datang bersama Bu kepala, dan teman yang lain", jawab Mila
"kirain... datang nya sama pacar"kata Andi
"oh... nanti kalau sudah ada di bawa"jawab Mila dengan malu
"kalau begitu saya aja di bawa"kata Andi.
"emang nya mau"tanya Mila
"pasti mau"jawab Andi mantap.
"siapa yang mau di bawa Mila"tanya Bu Ani kepala sekolah yang baru mengambil makanan.
"eng...gak...ada kok Bu"jawab Mila gugup.
"ya udah ambil sana makanan mu, biar kita ngobrol pada Nadya
"ya... Bu"jawab Mila dan mendekati Bu Ani, sementara Andi tersenyum manis melihat Mila yang di tegur atasannya.
Begitulah pertemuan Mila dan Andi, mereka hanya dua kali bertemu.
Setelah magrib tamu sudah tidak ada lagi, jadi pihak catering sudah membersihkan tempat makanan yang ada. pihak I.O yang sederhana juga sudah merapikan dan membersihkan rumah pak Arif seperti sedia kala, kelihatan seperti tidak ada acara.
Bu Nani, Nisa, mba Marni pulang ke rumah yang di antar dengan pak min."Selamat untuk kalian berdua, saling percaya dan yang paling utama harus kejujuran"kata Bu Nani pada Nadya dan Dafi.
"iya Bu" jawab Nadya
__ADS_1
"pasti lupa lagi panggil mama?tanya Bu Nani
"eh...iya, Nadya lupa"
"ya sudah di biasakan saja" kata Dafi
"iya ma..."Nadya mengulang jawaban nya.
"seperti itu kan enak di dengar"kata Bu Nani.
"lama lama nanti juga terbiasa"kata Dafi
Bu Nani memeluk Nadya dengan bahagia karena akhirnya Dafi sudah menikah, mungkin ini namanya jodoh. Dia teringat bagaimana Dafi selalu menolak jika mau di jodohkan, ternyata dia berjodoh dengan anak sahabat nya sendiri, rahasia Allah siapa yang tau.
Setelah kepulangan Bu Nani berarti tamu sudah pada pulang semua, tinggal lah Pak Arif, Bu Nilam, Nadya dan tentunya Dafi yang menjadi anggota keluarga baru. Sebelum masuk kamar Dafi memeriksa pagar, pintu apakah sudah terkunci atau belum.
Waktu di luar mau mengunci pagar, tetangga sebelah ternyata masih menikmati udara malam di teras rumah nya."pengantin baru, lagi periksa keamanan rumah ya???" Bu Bedah menyapa Dafi.
Mendengar sapaan Bu Bedah Dafi hanya tersenyum dan menjawab seperlunya saja.
"mari Bu..."jawab Dafi sambil berlalu berjalan masuk rumah.
Di dalam rumah ternyata orang sudah pada masuk kamar semua, dan ternyata Nadya juga mau masuk kamar dengan menggunakan kursi roda nya."Abang dari mana?"tanya Nadya.
"baru keluar periksa pagar dan pintu untuk menggembok dan mengunci"jawab Dafi
"mau masuk kamar,biar Abang gendong aja"kata Dafi lagi karena melihat Nadya mau masuk kamar.
"maaf sweet heart, kaget ya..."tanya Dafi dengan senyuman nakal.
Nadya pun tersenyum mendengar perkataan Dafi,"kaget lah namanya juga dadakan.
Dafi pun duduk di samping Nadya.
"Terima kasih sudah jadi istri Abang"kata Dafi sambil mencium punggung tangan Nadya.
"sama sama bang, juga terima kasih karena sudah menerima aqu apa adanya. Apa lagi kondisi qu seperti sekarang ini"kata Nadya
Dafi memberi isyarat diam dengan jari telunjuk di tempelkan di bibir Nadya."enggak boleh bicara seperti itu, kecelakaan kemarin adalah sebuah musibah. Untuk saat ini kita fokus aja pada kesembuhan mu sweet heart, jangan lupa terapi nya tetap di jalankan"kata Dafi
"ya bang besok pagi ada jadwal terapi"kata Nadya
"kalau begitu besok Abang ikut terapi, dan sore kita pulang ke rumah"kata Dafi
"enggak boleh satu malam lagi kita nginap di sini?"kata Nadya
"tapi tadi kita sudah janji sama Nisa, lusa kita nginap lagi di sini. Bagaimana ?"tanya Dafi sambil mengelus kepala Nadya.
"ya terserah Abang aja, aqu ngikut suami aja"kata Nadya sambil tersenyum dan menyubit pinggang Dafi.
"eh... sudah mulai jahil ya....main cubit cubit"kata Dafi yang juga menyubit Nadya.
__ADS_1
"geli bang"kata Nadya
Merekapun menghentikan cubitannya dan saling bertatapan. Dafi pun kembali mencium Nadya dengan mata di terpejam. Mereka pun kembali berciuman dan Nadya menikmati nya, jadi ciuman kali ini sedikit lama sehingga seperti kebiasaan oksigen. Maka Dafi melepaskan ciumannya.
Sambil terengah-engah Dafi berkata."sweet heart... Abang belum mau mengambil hak sebagai suami"kata Dafi
"kenapa"tanya Nadya
"karena Abang mau kamu sembuh dulu"kata Dafi
"ya bang, enggak apa apa"jawab Nadya
"kamu kecewa sweet heart?"tanya Dafi
"enggak...aqu berdo'a kita berjodoh sampai akhir hayat"kata Nadya
"ada tapinya..."kata Dafi
"tapi kenapa" tanya Nadya sambil penasaran
"kalau saling colek dari pinggang ke atas boleh yah...yah..." kata Dafi dengan senyuman mesum.
"boleh bang...kan kita sudah sah menjadi suami-istri. kalau aqu menolak,kan jadi dosa"kata Nadya
Mendengar penjelasan Nadya Dafi memeluk dan mencium kening Nadya lama, dia menghirup udara dan tercium aroma wangi Nadya."terima kasih sweet heart, sudah malam.kita tidur ya..."kata Dafi
Nadya menjawab dengan mengangguk.
Mereka pun berganti pakaian, Dafi mengganti pakaian nya di kamar mandi.Keluar dari kamar mandi dengan pakai piyama tidur.Nadya Menganti pakaian di di bantu oleh Dafi yang kira kira susah di lakukan sendiri.
Mereka pun tidur saling berpelukan, malam ini adalah malam pertama pengantin mereka. Tapi untuk malam pertama Dafi mau melakukan nya Kalau Nadya sudah sembuh dan bisa berjalan dengan lampu kamar remang remang.
BERSAMBUNG
****
Jangan lupa
like...like...like...
add favorit...
vote...vote...vote...
komentar yang membangun
Dan Share ya....
Terima kasih
🙏🙏🙏
__ADS_1