
Tak menunggu waktu lama... akhirnya proses kelahiran Nadya melahirkan anak, dengan semangat dari Dafi sang suami sangat memberikan dukungan.
"Hoek... Hoek... Hoek..."
Terdengar suara bayi mungil yang lahir ke dunia.
"Alhamdulillah..." kata dokter
Dafi yang mendengar suara bayi, rasanya tak percaya. Walaupun Nisa sudah ada tapi kan beda, kali ini adalah anaknya sendiri,darah daging nya.
"Alhamdulillah... sudah lahir dokter?"tanya Dafi seperti tak percaya.
"Selamat pak... baby nya laki laki"kata pak dokter.
"terima kasih dokter..."kata Dafi dan lalu melihat ke arah Nadya.
Ternyata Nadya yang baru berjuang melahirkan dengan tetesan keringat jagung.
"Sweet heart...anak kita sudah lahir"kata Dafi sambil mencium kening istrinya lalu melap keringat di sekitar wajah.
"Alhamdulillah..."kata Nadya.
Perawat yang lagi menggendong bayi mungil,lalu mendekatkan bayi tersebut pada Nadya."ibu...baby nya sudah lahir, boleh di cium ya..."kata perawat mendekatkan bayi Nadya
Nadya melihat baby boy yang di gendong lalu di cium nya. Setelah itu perawat membawa nya untuk di bersihkan."suster... periksa kelengkapan nya"kata pak dokter
"baik dokter "jawab perawat.
Setelah itu dokter membersihkan Nadya, tidak membutuhkan waktu yang lama. Sehingga membuat Dafi bingung.
"sudah siap dokter"tanya Dafi
"sudah...berkat dukungan suami jadi tidak ada yang di heting"jawab dokter.
"Alhamdulillah..."kata Nadya karena dia takut juga di jahit.
"tapi ingat pak... harus puasa 40 hari"kata pak dokter.
Dengan malu malu Dafi menjawab sambil menggaruk kepala yang tidak gatal "tentu dokter..."
Perawat sudah selesai membersihkan bayi dan membawa ke tempat orang tua terlebih dahulu."pak...ini baby nya di azankan dulu, setelah itu saya mau bawa ke ruang bayi"kata perawat.
"oh...iya ...saya azankan dulu"kata Dafi mengambil bayi mungil tersebut.
Dafi melihat bayi dalam gendongan nya dengan haru, seperti tak percaya,dia sudah punya darah daging sendiri."ya... Allah nak... besar jadi anak Soleh dan bahagia Dunia akhirat"kata Dafi dalam hati.
Lalu di azankan baby boy tersebut oleh Dafi sebagai seorang ayah. Setelah di kumandangkan azan Dafi kembali melihat bayinya dan mencium nya.
Tanpa di sadari ternyata perawat sudah ada di sebelah untuk mengambil bayi tersebut untuk di bawa ke ruang bayi.
"pak... sudah di azankan,kami bawa ke ruang bayi"kata perawat.
"iya... suster"jawab Dafi memberikan bayinya.
Setelah itu Dafi mau melihat keadaan Nadya yang ternyata sudah tidak ada di ruang melahirkan.
"istri saya mana suster?"tanya Dafi pada perawat
__ADS_1
"sudah di pindahkan pak ke ruangan, karena tadi orang tua Bu Nadya mendampingi"jawab perawat.
"oh...ya sudah"kata Dafi.
"Di ruangan ibu melahirkan ya pak, nanti tanya di sana aja ruangan istri bapak"kata perawat.
"baik...terima kasih suster"kata Dafi
Dafi pun mencari ruangan Nadya di rawat tapi sebelum ke sana dia melihat ruangan bayi. Dia mau melihat baby boy yang baru lahir ke dunia. Sampai di dekat ruangan bayi, ternyata ayah mertua sudah ada di sana.
"ayah...di sini"Dafi menyapa mertua
"iya...ayah mau melihat cucu, mirip siapa anak mu?"kata pak Arif
"mirip siapa ya... seperti nya perpaduan ayah,tapi nanti di lihat aja lagi"jawab Dafi.
"ya sudah... nanti di lihat aja, sekarang kita ke ruangan Nadya aja dulu. Coba sana mandi, ganti baju"kata pak Arif melihat menantunya acak acakan karena baru mendampingi Nadya melahirkan.
Ke dua lelaki tersebut pun berjalan menuju ruangan Nadya. Baru mau masuk seperti sudah ramai di dalam dan suara tersebut tidak asing di telinga Dafi.
"Assalamualaikum..."kata pak Arif memasuki kamar.
"wa'alaikum salam..."jawab beberapa orang di dalam.
Di dalam kamar ternyata sudah ada Bu Nani dan Nisa, jadi rame di ruangan tersebut karena Bu Nilam dan Bu Nani kalau sudah bertemu pasti rame jadinya
Bu Nani melihat putra nya yang acak acakan langsung mendekati."Dafi... kenapa penampilan mu seperti ini? ayo mandi sana, untung mama tadi bawakan kamu baju mu"kata Bu Nani.
"iya...ma... tadi mendampingi Nadya melahirkan "kata Dafi
"kamu ikut mendampingi? sama seperti ayah mu dulu, waktu mama melahirkan juga di dampingi"kata Bu Nani mengingat masa lalunya.
"kamu enggak nanya, ya sudah sekarang kamu mandi sana...Nisa sudah rindu "kata Bu Nani.
"Nisa mana? kok enggak kelihatan?"tanya Dafi
"tadi mama buru buru jadi beli Snack makanan di market sama pak Mien yang temani."jawab Bu Nani
"oh... gitu, Dafi mandi dulu ya ma...",kata Dafi.
Dafi pun mandi di dalam ruangan Nadya, kamar yang di pesan adalah VVIP. Jadi lengkap dengan ruangan tamu dan kamar mandi yang mewah.
Saat mandi Dafi merasa perih di tangannya."aduh...kok perih"kata Dafi dalam hati sambil melihat tangan nya.
"oh...bekas lupa cengkraman tangan Nadya waktu melahirkan tadi"kata Dafi lagi dalam hati. Lalu dia pun melanjutkan mandinya sampai selesai dan tak memperdulikan luka yang ada.
Sementara Nadya masih dalam pemulihan,dia masih tertidur dengan nyenyak padahal di dalam ada banyak orang. Karena baru melahirkan dan malam sebelumnya tidur nya tidak nyenyak.
Setelah selesai mandi Dafi melihat istrinya yang masih tertidur. Di periksa nya keadaan Nadya dan setelah itu dia kembali berkumpul dengan mama dan mertua di ruang tamu tapi masih bisa melihat keadaan Nadya.
"masih tidur Nadya?"tanya Bu Nilam
"masih ma... mungkin kecapean "jawab Dafi.
"ya sudah... biarkan saja dulu,itu masih wajar kok"kata Bu Nani.
Tok...tok...tok...
__ADS_1
"Assalamualaikum..."suara anak kecil masuk ke dalam ruangan.
"wa'alaikum salam..."jawab dari dalam.
Ternyata Nisa yang masuk ke dalam ruangan.
"ayah....mana ayah..."kata Nisa sambil mencari keberadaan ayah nya yang belum dia lihat
"mana ya...ayah Nisa ..."jawab Dafi
Nisa mencari suara ayah nya yang ternyata dekat dengan nya .
"a...yah..."kata Nisa sambil berlari mendekati Dafi.
"eh... princess ayah... dari mana"tanya Dafi.
"dari ke market beli Snack,tadi Nisa enggak lihat ayah"kata Nisa.
"mata nya sih... entah kemana"kata Dafi.
"tadi Nisa lihat ke arah tempat tidur,kirain ayah dekat mama"kata Nisa
"oh ... seperti itu"kata Dafi
"ayah...mana adek bayi Nisa...kok enggak ada?tanya bisa.
"dedeknya lagi di ruang bayi, dia lagi tidur "jawab Dafi.
"jadi enggak bisa di lihat?"tanya Nisa penasaran.
"bisa...tapi dari jauh ya... karena dia masih tidur "kata Dafi.
"enggak apa apa ayah...kita lihat dari jauh "kata Nisa
"baiklah kalau begitu, sekarang kita lihat ke ruang bayi"kata Dafi
"ayo ayah...Nisa mau lihat dedek bayi"ajak Nisa.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like... like... like...
add favorit...
komentar yang membangun...
bunga mawar yang bermekaran
secangkir kopi hangat
serta
vote... vote... vote...
__ADS_1
Terima kasih
🙏🙏🙏🙏🙏