
Pagi hari di perusahaan Raja Pratama ternyata Andi sudah sampai duluan. Dia memeriksa di mejanya,mana tau ada berkas itu tertinggal atau di ruangan Dafi.
"seperti nya aqu lihat di ruang Dafi juga,mana tau ada di sana."kata Andi dalam hati.
Di ruangan Dafi dia memang bebas masuk tidak ada yang akan mencurigai nya, karena dia orang kepercayaan. Selama ini dia yang memegang langsung perusahaan kalau terjadi apa apa dengan Dafi.
Seperti waktu Dafi mengalami kecelakaan sehingga berbulan bulan Dafi tidak masuk maka roda kepemimpinan di tangan Andi.
Setelah di lihat tumpukan berkas yang ada ternyata tidak menemukan juga yang dia cari.
Karena tidak menemukan berkas yang hilang maka Andi keluar dari ruangan bos dan kembali ke tempat dia."apakah terbawa perempuan itu?aduh...aqu enggak tau pula namanya siapa? dan kerja bagian apa?"kata Andi dalam hati sambil menepuk jidatnya sendiri.
Dafi yang baru datang melewati tempat duduk Andi,dia heran melihat sahabatnya itu lagi tepuk jidat sendiri."Andi... kamu kenapa,?kok tepuk jidat sendiri?"
"eh...bos sudah datang, enggak apa-apa kok bos"jawab Andi.
"oh... seperti itu,ya sudah kamu sekarang ke ruangan qu karena ada yang mau kita bicarakan.
"baik bos"jawab Andi langsung bangkit dari kursinya
Dafi memasuki ruangan nya di ikuti Andi dari belakang. Mereka duduk berhadapan ,Dafi di kursi nya sementara Andi duduk di depannya.
"Andi...tadi aqu masuk ke dalam kantor,tiba tiba pak satpam menitipkan ini "kata Dafi meletakkan berkas di atas meja.
Berkas di atas meja itu di lihat Andi,"berkas ini? dari tadi aqu mencari nya bos tapi tidak ketemu."kata Andi.
"jadi kenapa ada bersama satpam? apa mereka mencuri?"kata Dafi sedikit marah karena dari tadi malam sudah bad mood.
"mana aqu tau bos"kata Andi.
Tiba tiba saja Andi mengingat sesuatu"Astaghfirullah hal'azim...aqu baru ingat bos"kata Andi.
"ingat apa?"tanya Dafi.
"semalam pas waktu pulang tanpa sengaja aqu tabrakan dengan seseorang jadi mungkin dia yang mengembalikan pada pak satpam"kata Andi.
Dafi sedikit tersenyum dengan cerita sahabat nya tersebut"jadi kamu tau kalau tertukar dengan nya,?"tanya Dafi
"mungkin karena dia juga bawa map !"kata Andi.
"oh... seperti itu? namanya sekarang siapa?"tanya Dafi
"Siapa ya.." kata Andi.
Paham dengan sahabatnya yang tidak begitu peduli dengan hal seperti itu."kamu itu terlalu tak peduli dari dulu"kata Dafi
"sudah ah... jangan di bahas lebih baik kita kerja sekarang"kata Andi
__ADS_1
Andi kembali ke ruangan nya dia duduk sambil melihat berkas itu."kenapa aqu bisa ceroboh? untung dia kembalikan berkas ini, kalau tidak?"kata Andi dalam hati.
"pulang kerja nanti aqu akan menemui pak satpam"kata Andi lagi dalam hati.
Andi pun kembali dengan melihat berkas Terdengar "sudah lah... kerja... kerja..."Kata Andi dalam hati.
Dafi yang di dalam ruangan sebentar keluar,mau melihat Andi lagi ngapain.
Dia pun keluar ruangan, dari kejauhan terlihat sahabatnya lagi memeriksa berkas yang tadi dari pak satpam berikan kepada Dafi.
Maka akhirnya Dafi kembali ke ruangan sendiri.
Tak terasa perut sudah minta di isi, setelah melihat jam ternyata sudah jam 12 siang.
Andi pun menutup pekerjaan nya,lalu dia pun mau ke kantin untuk makan siang di sana.
Kali ini Andi makan sendiri karena Dafi hari ini makan siang di luar bersama Nadya sebagai permintaan maaf atas kejadian tadi malam dan sekalian menjemput Nisa terlebih dahulu.
Jam 12 lewat 15 Andi turun ke bawah, ternyata sudah banyak orang. Jadi dengan sabar Andi mengantri untuk membeli makanan. Ayam penyet adalah pesanan Andi, setelah dapat diapun membawa ke meja yang di sediakan.
Andi memilih di sudut biar tidak banyak yang melihat dan dia lihat. Makan sendiri membuat Andi tidak berselera makan, jadi makan ayam penyet secara perlahan.
"pak...saya numpang di sini ya...habis meja semua sudah pada penuh"kata seseorang yang menyapa Andi.
"mmmhhh... silahkan"jawab Andi tanpa melihat orang yang menegur nya.
Orang yang menegur Andi adalah seorang perempuan, dia juga duduk sendiri.
Bekal yang dia bawa dari rumah termasuk lengkap juga. Nasi pakai lauk ayam sambal goreng dan sayur sawi rebus di tambah dengan sambal belacan/terasi serta tempe goreng crispy.
Andi tidak melihat perempuan itu tapi dia selera dengan sambal belacan yang ada tempat bekal. Andi melihat perempuan itu,dia tersenyum lalu di balas oleh Andi.
"kalau bapak mau, ambil saja..."kata perempuan itu.
"iya... terima kasih"kata Andi.
Tempat makan perempuan itu memang terpisah dengan nasi, bagian lauk dan sayur satu tempat tapi sayur di dalam plastik sebelum makan dia buka dan letakkan di bagian tempat makan tersebut.
Begitulah kalau perempuan makan,nasi sedikit tapi lauk dan sayur banyak."pak... kalau mau ambil saja... untuk saya sudah cukup kok"
"iya..."kata Andi.
Karena selera dengan sawi dan sambal nya maka Andi mengambil sedikit."masih baru kenal kok ngambil banyak,bisa di tandai aqu,kan nanti jadi malu"kata Andi dalam hati sambil mengambil sayur dan sambal.
Dengan perlahan Andi mencoba dan mencicipi sedikit"wih...enak juga sambal belacan"kata Andi. Karena enak Andi mengambil lebih banyak dari yang tadi.
Andi melihat perempuan yang membawa sambal tersebut"seperti nya aqu pernah melihat perempuan ini, tapi di mana ya..."kata Andi dalam hati.
__ADS_1
Perempuan itu cuek saja dia konsentrasi pada makanan nya dan makan dengan tergesa-gesa."pak saya makan duluan karena sebentar lagi Zuhur,mana antri di tempat wudhu, nanti pas mau naik juga harus ngantri"kata perempuan tersebut.
"kamu di bagian mana kerja?"tanya Andi.
"di bagian akuntan dan saya masih trening terakhir bulan ini"kata perempuan tersebut.
"oh... kenalkan saya Andi"kata Andi memperkenalkan diri.
"saya Maya pak...salam kenal ya..."kata Maya.
Maya makan dengan cepat dan setelah itu dia pun bergegas karena mendengar suara azan Zuhur."Alhamdulillah...saya sudah selesai, kalau bapak masih mau makan saja dulu,tapi tolong di habiskan pak karena mubazir kalau tidak habis"kata Maya.
"terima kasih...saya sudah cukup"kata Andi.
"oh...ya sudah... nanti lagi saya lanjutkan"kata Maya menyimpan bekalnya kembali.
Andi hanya diam dan menghabiskan makanan nya sambil melihat Maya."saya duluan pak...berkas yang semalam tadi saya titipkan dengan satpam, sudah sampai kan pak"kata Maya sambil berlari kecil karena mau sholat Zuhur meninggalkan Andi.
Mendengar perkataan Maya..."jadi dia perempuan yang qu tabrak semalam? aduh... kenapa aqu bisa lupa dengan wajahnya....???"kata Andi dalam hati.
"Maya.... tunggu.."kata Andi.
tapi percuma karena Maya tidak mendengarnya.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like...like...
add favorit...
komentar yang membangun
bunga mawar yang bermekaran
secangkir kopi hangat
serta
vote... vote... vote...
Terima kasih
🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1