
Siska yang mendengar permintaan pak Anto seperti di sambar petir, baru saja mereka berdua seperti pengantin baru dan lagi hangat hangat nya. Sekarang kok sudah seperti ada masalah yang besar.
Sedih sekali mendengar perkataan pak Anto, Siska penasaran apa yang akan di jawab Dedy"apa yang akan di jawab mas Dedy?"kata Siska dalam hati dengan perasaan yang sedih.
Sementara Dedy marah mendengar ucapan dari pak Anto"apa...???saya harus menikahi Siti...???saya tidak terima karena saya tidak pernah melakukan hal-hal yang di larang bersama anak bapak"kata Dedy dengan emosi sehingga membuat pak Anto ciut juga.
Pak Kades pun setuju apa yang di katakan Dedy tapi dia sebagai pihak penengah harus netral dan tidak ikut emosi, padahal dia emosi juga pada warganya itu.
"pak Anto... tidak bisa seperti itu, pernikahan tidak boleh di paksakan dan Dedy juga sudah menikah. Istrinya juga pasti akan marah"kata pak kades.
Pak Anto yang tak menerima karena pak kades tidak membelanya."pak kades kenapa pilih kasih... seharusnya pak kades mendukung saya,apa lagi saya ini tim suksesnya pak kades waktu mencalon jadi kades"kata pak Anto marah.
Dengan sabar pak kades harus menjelaskan dengan warga nya itu."sekarang ini tidak ada hubungannya dengan politik pak Anto, saya hanya meluruskan"kata pak kades dengan wajah datar.
"memang dia tim sukses qu dulu...tapi ini kan lain masalah nya"kata pak kades dalam hati.
Bu Zubaidah yang merasa bersalah pun jadi bingung dengan permintaan ayah Siti itu."sekarang Dedy tidak bisa mengikuti perintah dari pak Anto, jadi mau bapak apa?"tanya Bu Zubaidah.
Pak Anto yang merasa di atas awan dengan senyuman licik dia pun menjawab pertanyaan dari Bu Zubaidah."kalau Dedy tidak bisa menikahi Siti, harus ada konsekuensi lain yang harus di patuhi"kata pak Anto.
Merasa seperti di permainkan Dedy melihat ke arah pak Anto"sekarang apa maunya bapak? biar tidak berlarut masalah..."kata Dedy menantang seperti musuh.
"ya... konsekuensinya ganti rugi karena sudah mempermalukan anak saya Siti... memberi harapan palsu pada anak saya itu"kata pak Anto dengan santai dan tanpa beban.
"kapan lagi dapat untung dari Dedy... rumah mamaknya saja bari di tambah walaupun kamar mandi, sudah punya mobil lagi... pasti dia sekarang tajir...mana istrinya kelihatan orang berada juga... pokoknya aqu harus untung dengan kejadian yang qu ciptakan ini..."kata pak Anto dalam hati.
"bapak mau memeras kami...?"kata Dedy seperti tidak percaya apa yang di dengar nya barusan tadi.
Bu Zubaidah yang mendengar juga seperti tak percaya juga dan tidak terima kalau anaknya di peras.
"tega pak Anto memeras anak saya... ingat pak...apa yang kita tanam itu juga yang kita tuai"kata Bu Zubaidah yang marah dan tak percaya dengan pak Anto.
Pak Anto tak menghiraukan apa yang di katakan Bu Zubaidah,di pikiran nya hanyalah keuntungan di depan mata.
"terserah...apa yang Bu Zubaidah katakan, jadi bagaimana Dedy...?"kata pak Anto.
Dedy mengepalkan tangannya,giginya di rapatkan dan mau mendekati pak Anto untuk menyerangnya, tapi di tahan oleh mamaknya yang duduk di sebelah"Dedy...tahan ... jangan emosi kamu karena itu akan memperkeruh suasana dan merugikan kita semua"kata mamak
__ADS_1
"tapi Mak...."kata Dedy yang tidak bisa menerima konsekuensi dari pak Anto.
"sssstttt... sabar yah..."kata mamak lagi.
Siska yang duduk jauh dari mereka hanya melihat dan karena tidak sabar dia mendekati suami dan mamak mertua nya.
Dedy mempersilahkan istri nya duduk di samping dan membuat pak Anto punya ide.
"istri nya Dedy .. bagaimana usul bapak tadi...?kata pak Anto.
"jangan bapak tanya istri saya...ini urusan saya dan bapak"kata Dedy
Pak kades yang menjadi penengah tidak mau ribut akhirnya angkat bicara."jadi pak Anto minta ganti rugi?"kata pak kades.
"betul pak kades..."jawab pak Anto cepat dan semangat karena mau dapat durian runtuh.
"pak kades... sebentar...saya mau tanya...apa yang di rugikan? sementara saya juga tidak mendapatkan apa apa..."kata Dedy.
Pak Anto yang tidak kehabisan akal untuk mendapat ganti rugi."kalau kamu tidak bersedia... nanti saya akan laporkan pada pihak yang berwajib..."kata pak Anto mengancam .
Dedy pun tak kehabisan akal jadi dia memancing pak Anto terlebih dahulu."berapa bapak mau di beri konfensasi yang harus di siapkan..."tanya Dedy...
"saya mau seratus juta rupiah..."kata pak Anto lantang dan santai.
Dedy hanya tersenyum dan dia pun punya syarat sebelum memberikan uang tersebut."baik pak...kami setuju...tapi kalau tidak terbukti di pihak berwajib bapak juga harus ganti rugi dua kali lipat, sebagai saksi pak kades dan besok kita buat surat hitam di atas putih"kata Dedy menantang pak Anto
Pak kades yang mendengar juga memperingatkan pak Anto"pak... tolong di pikirkan lagi...bisa bisa bapak yang rugi dua kali lipat, bukannya untung malah buntung..."kata pak kades.
"pak kades...apa yang saya lakukan sudah saya pikirkan..."kata pak Anto
"bagus kalau begitu...bukan hanya di pikirkan tapi juga harus di lihat untung ruginya..."kata pak kades mengingatkan.
Pak Anto yang merasa tidak di dukung pak kades menjadi marah."pak kades jangan banyak cerita...di sini sebagai penengah...jadi Dedy kamu harus siapkan uang sebanyak seratus juta rupiah..."kata pak Anto.
Dedy tidak menjawab dia hanya tersenyum sinis...pak Anto pun meninggalkan balai desa tersebut"pak kades saya permisi dulu... jadi tiga hari lagi kita bertemu di balai desa,ingat itu Bu Zubaidah... jangan lupa..."kata pak Anto keluar dari ruangan.
Pak kades dan Dedy saling pandang melihat pak Anto yang sudah keluar dari balai desa."nak Dedy... jangan di pikirkan,saya yakin dia tidak akan berhasil"kata pak kades.
__ADS_1
"ya pak... terima kasih"kata Dedy.
"itu sudah tugas saya...jadi jangan sungkan"kata pak kades.
Bu Zubaidah yang melihat kejadian tadi sedikit terkejut"ya sudah kami pamit semua pak kades, mohon maaf apa bila ada tingkah kami yang tidak tepat"kata Dedy berpamitan.
"ya Bu...sama sama"kata pak kades melihat ke arah Siska.
"Dedy... sudah berapa lama kalian menikah?"
"tiga bulan pak..."jawab Dedy
"pintar kamu mencari istri yang cantik..."kata pak kades.
"sudah jodoh kali pak"jawab Dedy sambil menggaruk kepala yang tak gatal.
Rezeki kamu lah Dedy dapat Siska yang cantik dan kaya walaupun awal pernikahan karena kecelakaan.
BERSAMBUNG
*****
jangan lupa
like... like... like...
add favorit....
komentar yang membangun
bunga mawar yang bermekaran
secangkir kopi hangat
dan vote... vote... vote...
Terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏👌