Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.218


__ADS_3

Semua anggota pihak laki laki memasuki ruangan yang sudah di siapkan, ayah Mila yang akan jadi wali nikah anaknya sendiri,tapi dia ayah Mila tidak mengetahui berat mahar emas yang akan di sebutkan.


Setelah semua duduk maka Andi dan ayah Mila saling berhadapan untuk mengucapkan janji suci di hadapan pak penghulu,saksi dan tamu yang ada di dalam ruangan semua nya


Faisal yang di berikan kepercayaan memberikan kertas berisi tulisan mahar pada ayah Mila. Melihat jumlah angka yang di sebutkan membuat ayah Mila sedikit terkejut.


Maka dia melihat ke arah Andi untuk memberikan kode tentang jumlah mahar yang akan di sebutkan."enggak salah ayah melihat ini?"tanya ayah Mila dengan suara pelan pada Andi.


Andi tidak menjawab pertanyaan dari mertua nya tapi hanya mengangguk sambil tersenyum pada ayah Mila yang sebentar lagi jadi ayah mertua nya.


"Sudah siap keduanya...biar ijab kabul ini kita mulai..."kata pak penghulu memberikan aba aba


Andi dan saling mengangguk dan langsung berjabat tangan untuk melaksanakan prosesi saklar yaitu akad nikah.


“Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara/ananda Andi Setiawan bin Rahmat dengan anak saya yang bernama Karmila binti Ahmad dengan maskawinnya berupa emas dengan berat 200 gram tunai.”


“Saya terima nikahnya dan kawinnya Karmila binti Ahmad dengan mas kawinnya yang tersebut, tunai.”


"sah...sah..."


para saksi, penghulu mengatakan sah, setelah Andi berikrar dengan ayah Mila.


"Alhamdulillah..."


lalu bapak Penghulu membacakan doa untuk para kedua mempelai dan yang lain ikut mendoakan.


Setelah berdoa mempelai wanita keluar dari kamar untuk menerima mahar yang di berikan beserta cincin yang sudah di siapkan.


Semua orang yang ada di ruangan melihat Mila yang keluar kamar di dampingi Nadya sahabat nya.


Make up yang di lakukan MUA sangat cantik, terkesan natural tapi mewah sehingga orang melihat Mila jadi pangling.


Kedua mempelai di pertemukan, sudah seminggu mereka di pingit, tidak boleh bertemu.


Deg...


Detak jantung Mila yang tidak bisa di katakan karena dia tidak menyangka bisa menikah dengan Andi dengan proses yang begitu cepat.


Pak penghulu yang meminta Andi dan Mila di pertemukan dan semua di dalam ruangan menjadi saksi bahwa mereka sudah menikah.


"Nah... sekarang ke dua mempelai sudah berhadapan, sekarang mempelai pria menyerahkan mas kawin kepada mempelai wanita "


Pak penghulu mengatakan semuanya,Mila menerima mas kawin dari Andi yang terlihat banyak."enggak salah nih bang Andi memberikan mahar? kok seperti nya banyak?"kata Mila dalam hati.


Setelah menerima mahar tersebut Mila menyalim suaminya, semua ada di sana menyaksikan semua.

__ADS_1


"ada satu lagi sepertinya... cincin pernikahan, mempelai pria memberikan pada wanita lalu setelah itu sebaliknya."kata pak penghulu.


Setelah acara penyerahan cincin kedua mempelai sungkeman pada kedua orang tua, mamak terlihat terharu melihat pernikahan Andi yang selama ini dia impikan.


"tolong di rawat Andi ya Mila...."pesan mamak pada Mila saat sungkem.


Mila tersenyum dan mengangguk saja lalu mereka berdua berpelukan.


Saat Andi sungkeman pada ayah Mila, dia mendapat pesan.


"Tolong jaga anak saya... jadilah suami yang bisa membimbing istri..."bisik ayah pada Andi


"baik ayah...insha Allah..."jawab Andi seketika.


Setelah sungkeman pada kedua orang tua maka pak penghulu memberikan perintah selanjutnya."sekarang kedua mempelai menyalim semua orang yang ada di ruangan ini."


Semua tamu tersenyum karena biasanya tamu yang memberikan ucapan dan salam kepada kedua mempelai. Andi dan Mila saling berpandangan lalu Andi yang terlebih dahulu menyalim di dalam ruangan adalah abang Mila karena sebagai tuan rumah setelah itu baru saudara nya seperti abang,kakak dan adik. Setelah itu baru orang yang ada di dalam ruangan.


Acara inti pun selesai setelah itu pak penghulu pamit karena ada lagi yang mau di nikahkan lagi."Alhamdulillah... acara inti sudah selesai jadi saya mohon izin untuk pamit karena ada lagi yang mau saya nikahkan."


"baik pak... terima kasih."


Kedua mempelai pun di sandingkan walaupun tidak ada pesta tapi ada pelaminan dan acara syukuran yang di laksanakan oleh orang tua Mila.


"Hari ini kamu cantik Mila..."ucapan keluar dari mulut Andi


"terima kasih...jadi selama ini enggak cantik..."


"cantik juga... tapi hari ini lebih cantik... terima kasih ya... sudah mau jadi istri abang."


"mmmhhh...tapi Mila mau tanya...itu mahar yang di berikan enggak salah? kan Mila minta semampu abang saja"


Menarik nafas panjang Andi mendengar pertanyaan dari istrinya, memang mereka tidak ada konfirmasi berdua. Mila minta maaf mahar emas semampu Andi.


Di pemikiran Mila kalau mahar yang di berikan gelang ukuran 10 gram saja."ya... enggak... kenapa?"jawab Andi.


"maaf bang... bukan maksud Mila minta mahar sebanyak itu...tapi kan bisa kita buat untuk membangun rumah."


Andi tersenyum mendengar perkataan istrinya yang mau tinggal berdua saja, rumah adalah impian dari Mila."nanti kita bahas ya..."jawab Andi karena Dafi dan Nadya mendekati mereka berdua.


"sekali lagi selamat ya... semoga langgeng... sakinah mawadah warahmah..."


"a...min... terima kasih bos..."


"mau hadiah apa Ndi... honeymoon...?mau kemana?"tanya Dafi.

__ADS_1


Andi dan Mila saling pandang karena di tanya mau apa, tapi Andi tak mau menjawab karena dia sudah tau kalau Dafi akan memberikan kado yang terbaik tentunya.


"jangan repot repot bos... sudah hadir saja kami sudah senang..."jawab Andi.


"ya sudah... nanti kita bicarakan di kantor"kata Dafi.


Nadya yang menggendong arkan karena dari tadi rewel minta di gandong mamanya."kita foto dulu.."ajak Andi.


Fotografer mendekati mereka mau memfoto dia sahabat yang sudah menikah."sini arkan aku yang gendong "kata Mila.


Nadya menyerahkan arkan di gendong Mila karena kata orang tua dulu kalau ada orang membawa anak si pernikahan seseorang maka mempelai menggendong bayi tersebut biar cepat menular.Sementara Nisa yang ikut dekat Andi saat berfoto.


Setelah selesai di foto arkan di kembalikan pada Nadya."wah...sama Tante Mila arkan enggak nangis ya..."kata mila


"arkan kalau dengan Tante Mila kan sudah lengket... waktu acara aqiqah kemarin ya arkan."kata Mila.


Setelah selesai foto ternyata Bu Nani yang dari tadi ngobrol sama mamak Andi baru mendampingi pengantin baru tersebut."lho... Tante juga mau di foto bersama Andi..."


"iya Tante... mari kita foto..."ajak Andi.


"baik...nanti kamu ke rumah kalau mau dapat kado dari Tante ya..."


"baik Tante..."jawab Andi singkat karena takut di semprot oleh mama Dafi karena tidak ke rumah langsung untuk mengundang.


apa ya...kado dari Bu Nani?


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like...like...


add favorit...


komentar yang membangun


serta


vote... vote... vote...


Terima kasih


🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2