Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.258


__ADS_3

Mendengar pintu rumah di ketuk...jadi Mila sudah tak sabar menyambut kedatangan suami nya.


Membuka pintu dan yang datang adalah orang yang dia tunggu dari tadi.


"Alhamdulillah...bang Andi sampai juga .. dari tadi aku menunggu kedatangan suami."kata Mila.


"maaf... datang agak lama karena..."kata Andi.


Mila tidak menanyakan perkataan Andi yang terputus, di ajak nya Andi bertemu dengan kedua orang tua yang ada di ruang tamu.


Ayah yang melihat kedatangan menantu nya, tersenyum dan menyapa tentunya sementara mama hanya diam saja.


"Andi... sini... sudah makan?"


"sudah ayah..."jawab Andi


"ya sudah... kalau gitu...kita nge teh dulu... Mila... tolong buatkan satu lagi untuk suami mu."kata ayah.


"baik ayah..."jawab Mila dari dapur.


Membawakan secangkir teh manis hangat untuk suami tercinta, Mila sengaja meninggalkan ayah dan Andi berdua.


Sementara mama masuk ke kamar nya dan Mila juga ke kamar untuk bersiap.


Ayah yang tadi mendengarkan apa yang di keluhkan mama, dia tidak menyalakan istrinya itu karena apa yang di katakan ada benarnya juga. Lebih kasian lagi adalah Mila yang memang seperti nya tidak mengenal suami nya.


"Andi...apa kabar pernikahan kalian?"tanya ayah.


"Alhamdulillah...baik ayah..."jawab Andi.


sruuuuutttt


Ayah yang meminum teh hangat buatan anak bungsu nya itu.


"minum teh nya... biasanya kalau pulang kerja... yang buatkan teh manis untuk ayah ya... si Mila."kata ayah.


Andi pun ikut meminum teh hangat di hadapan nya, dan memang enak...apa yang di katakan ayah benar.


"enak juga si Mila buat teh manis... nanti kalau pulang kerja...aku minta buatkan dia saja."kata Andi dalam hati.


Ayah pun mau bicara apa yang lagi gundah gulana mama tadi.


"Ayah selalu berdoa semoga pernikahan kalian langgeng."kata ayah.


"A...min..."jawab Andi.


"Di dalam pernikahan...kita harus saling terbuka dan begitu juga sebaliknya, jadi apapun yang ada dan yang tidak ada pada diri kita... pasang kita harus tau."kata ayah

__ADS_1


Deg...


Andi merasa apa yang di katakan mertua nya ada benarnya juga, dia memang belum sepenuhnya jujur kepada Mila, apa lagi tentang harga nya.


"iya ayah...insha Allah Andi akan terbuka pada Mila."kata Andi


"Alhamdulillah... syukur lah kalau seperti itu...kata Mila kalian mau pindah rumah..."


"iya... karena rumah yang kami tempati itu ternyata sempit..."kata Andi.


Mengerutkan keningnya mendengar alasan dari menantu nya itu.


"oh... seperti itu... menurut ayah... kenapa harus pindah... enggak apa apa kecil, kalau rumah sendiri. Ayah mau tanya...itu rumah siapa?"tanya ayah.


"itu rumah sewa mamak... biasanya di sewakan...tapi karena kami menikah dan kosong saat itu...jadi kami yang tempati."kata Andi menjelaskan.


Biar lah rumah itu untuk mamak saja, jadi sewa rumah nya untuk tambahan nya.


"oh... kirain itu rumah kamu."


"mmmhhh memang rumah Andi... tapi selama ini mamak yang kelola."


Ayah terdiam sejenak karena mencari kata kata yang tepat untuk menantunya dan jangan sempat dia tersinggung.


"oh...bagus kalau sama orang tua perhatian dan bertanggung jawab jadi ayah tentang."


"maksud ayah seperti ini... kalau se orang pria sayang dan bertanggung jawab terhadap orang tua nya...jadi otomatis dia juga akan sayang pada istrinya, jadi ayah tidak khawatir kalau Mila sekarang bersama mu."kata ayah.


"ayah...insha Allah...Andi akan sayang dan bertanggung jawab pada Mila... tidak ada orang lain di hati."kata Andi


Ayah senang... terharu...dan percaya pada Andi.


"jadi... kejujuran pada istri juga harus... kalau ayah sih sama mama selalu jujur... sampai sampai keuangan mama yang pegang, jadi kalau seperti itu istri pasti akan mendoakan kemurahan rezeki kita karena dia tau ada kelebihan atau kekurangan nya."kata ayah lagi.


Andi jadi merasa tersindir tapi dia berusaha untuk santai dan seolah tidak mengerti.


"baik ayah... mulai sekarang Andi akan jujur pada Mila."


"Alhamdulillah...jadi sekarang kalian mau kemana?"


"mau lihat rumah...Mila biar enggak sumpek... katanya semua kelihatan, kalau tamu datang... langsung kelihatan dapur dan ruang keluarga."Andi menjelaskan.


"oh... seperti itu... tapi pesan ayah... kalau tidak ada dana... jangan di paksakan,"kata ayah.


Andi sebenarnya mau katakan kalau itu adalah milik nya tapi dia berpikir dua kali, lebih baik Mila terlebih dahulu tau.


"iya ayah... nanti kami akan diskusikan bersama."

__ADS_1


"ya... memang harus seperti itu,tapi menurut ayah...Mila itu tak pernah menuntut apa apa."


"memang iya pak...Mila tidak pernah menuntut apapun dari saya... tapi kalau ada... tidak masalah bagi saya."kata Andi.


Ayah yang berpikir kalau anaknya sangat beruntung mendapatkan suami seperti Andi, jadi semakin yakin kalau menantunya itu baik dan bertanggung jawab.


"oh...iya.. semalam dalam paper bag...ada uang... terima kasih banyak... semoga murah rezeki."kata ayah pada menantu nya.


"sama sama ayah... maaf hanya bisa kasi segitu... semoga bermanfaat untuk ayah dan mama."kata Andi


"insha Allah itu bermanfaat buat kami."kata ayah.


Mila keluar dari kamar dengan pakaian yang lebih rapi, melihat Andi sudah selesai minum teh dia pun mengajak suami nya.


"bang...jadi kita pergi?"


"ya jadi...kamu sudah siap?"tanya Andi.


"sudah..."jawab Mila


Andi pun Salim dan keluar rumah terlebih dahulu karena dia merasa kalau ayah mau bicara sesuatu.


"Mila...kamu beruntung mendapatkan Andi...dia itu sangat sayang sama orang tua nya dan otomatis jadi sayang juga dengan mu."kata ayah.


"iya ayah..."


"jangan sekali kali kamu menghina orang tua nya...dan pandai pandai mengambil hati nya Andi...biar dia bisa jujur seratus persen pada mu."kata ayah lagi.


"lho...jadi bang Andi enggak jujur sama Mila.?"


"bukan seperti itu... pasti ada sesuatu yang masih dia sembunyikan pada mu."kata ayah lagi.


"oh... begitu... nanti kita ngobrol lagi...bang Andi sudah menunggu di luar."kata Mila sambil menyalim ayah nya.


Mama yang keluar kamar pun mendekati anak nya yang mau pergi, mereka berdua berjalan ke depan rumah sambil ngobrol.


"Mila...kamu itu harus pintar menggoda suami...biar dia selalu rindu pada mu."kata mama.


"iya ma...Mila akan laksanakan... sudah ya..."kata Mila yang mau mendekati suaminya.


"bentar dulu... ingat...goda dia...buat dia selalu merindukan mu..."kata mama lagi.


"iya mama... Assalamualaikum...kata Mila sambil menyalim telapak tangan mamanya.


"Wa'alaikum salam..."jawab mama sambil melihat anaknya yang sudah pergi.


BERSAMBUNG

__ADS_1


***


__ADS_2