
Di ruang kerja rumah pak Kusuma sudah ada dirinya dan menantu baru nya, dia sengaja memanggil Dedy untuk bicara empat mata.
"kamu duduk"kata pak Kusuma.
Dedy duduk di tempat yang di perintahkan oleh mertuanya.
Pak Kusuma pun duduk di hadapan Dedy.
"sekarang kamu sudah jadi suami putri qu Siska"kata pak Kusuma mengawali pembicaraan.
"ya pak..."jawab Dedy.
Dia tidak mau membantah perkataan mertuanya.
"saya titip Siska, tolong jaga dia"kata pak Kusuma
"baik pak"
"Siska itu anak saya perempuan satu satunya, dia sedikit manja.mungkin karena saya yang selalu memanjakan nya, mengabulkan semua keinginan nya. Baru sekarang saya menyadari kalau saya sudah salah mendidik Siska" kata pak Kusuma
Mendengar cerita pak Kusuma hati Dedy sedikit kasihan tapi bagaimana lagi?
"Jadi tolong jangan sampai terjadi apa apa dengan nya, kalau terjadi sesuatu saya yang akan turun tangan menyelesaikan nya"kata pak Kusuma.
"insha Allah saya akan jaga Bu Siska"jawab Siska.
"saya pegang kata kata mu, kalau kamu ingkar keluarga yang di kampung akan jadi taruhan".kata pak Kusuma mengancam menantu nya.
Mendengar keluarga-nya jadi taruhan hati Dedy terasa sedih juga.
"pak... kalau saya salah, tolong jangan hukum adik dan mama saya pak. sementara ini hanya mereka harta yang paling berharga"kata Dedy
Pak Kusuma tidak menjawab pertanyaan dari menantunya itu"ingat orang saya akan memantau kamu dan Siska dimana saja"kata pak Kusuma
"baik pak saya mengerti, tapi perlu bapak ketahui insha Allah saya akan menjaga Siska karena dia istri saya. Saya sudah berjanji pada Allah jadi dia akan jadi tanggung jawab saya, walaupun itu tidak akan mudah karena kami keluarga yang berbeda"jawab pak Kusuma panjang lebar.
Setelah pembicaraan sudah selesai jadi Dedy keluar dari ruang kerja. dia ke atas ke kamar Siska.
tok
tok
__ADS_1
tok
Di ketuk nya kamar Siska tapi tidak ada suara dari dalam kamar, jadi coba di bukanya pintu kamar dan ternyata tidak di kunci. Jadi dia masuk saja ke dalam kamar.
Masuk ke dalam kamar si lihat nya Siska sudah tertidur pulas di tempat tidur, mungkin karena kecapekan dia tidur.
Di kamar Dedy memperhatikan semua nya, kamar yang besar. Di dalam ada tempat tidur king size, lemari pakaian yang besar dan mewah, ada sofa panjang di kamar kita bisa tidur di sana, kamar mandi yang mewah, dan ada balkon yang jika bosan bisa melihat pemandangan luar.
"luas kamar saja sudah mengalahkan besarnya rumah di kampung"kata Dedy dalam hati. Melihat istrinya yang tidur, membuat Dedy tak tega untuk mengganggu nya,jadi di putuskan nya untuk membaringkan tubuhnya di sofa kamar saja."bagaimana pernikahan yang akan qu jalani ini? apakah Siska bisa menerima nya? sudah lah jangan terlalu di pikirkan, tapi jalani saja. Kalau kami berjodoh, pasti akan bertahan. Tapi kalau tidak, dalam waktu dekat akan bubar"kata Dedy dalam hati sambil berbaring di sofa. Dan lama lama dia pun tertidur dengan nyenyak.
Sementara di bawah Bu Mona dan pak Kusuma sudah berada di dalam kamar. Karena pak Kusuma ada riwayat jantung jadi Bu Mona menyarankan supaya pak Kusuma istirahat di kamar dan tentu di temani istri tercinta.
"papi...kenapa mereka di nikah-kan secepatnya?tanya Bu Mona.
Pak Kusuma melihat istrinya yang tetap masih cantik dan membuat dia selalu ingin dekat dengan nya.
"mami... Bagaimana tidak di nikah-kan, Siska sudah berzina di rumah kita, biar lah dia menanggung semua perbuatannya."kata pak Kusuma.
Bu Mona sebenarnya tidak setuju dengan keputusan istri nya, tapi bagaimana lagi? dari pada terjadi sesuatu terhadap suami nya."mami... percaya lah pada keputusan papi, perlu mami ketahui Dedy itu anak kampung, bertanggung jawab terhadap keluarga. Sayang sama adiknya, ibunya. Ingat mami, kalau seorang laki laki sangat sayang pada mamanya, pasti istri nya sangat sayang" kata pak Kusuma
"iya papi, insha Allah mami percaya dengan semua keputusan keputusan yang papi ambil..
Bu Mona
Ternyata pak Kusuma yang di urut, lama kelamaan tertidur juga.Bu Mona pun di kamar yang langsung ikut tertidur juga.
Pas jam makan siang pak Kusuma terbangun mendengar kan suara azan.
mami...sudah Zuhur, ayo Bu kita sholat dulu"kata pak Kusuma pada istrinya.
Sebenarnya Pak Kusuma tidak pernah memperdulikan sholat, dia hanya mencari materi semua. Dalam hidupnya hanya ada kerja...kerja...dan... kerja...
Selalu optimis pada semua pekerjaan yang ada, kalau sepi jop dia akan cari dan turun sendiri mencarinya.
Mereka keluar dari kamar untuk melaksanakan sholat Zuhur di ruang sholat. Sampai di sana di lihat pak Kusuma dan Bu Mona ada Dedy di sana sendiri tanpa kehadiran Siska tentu nya.
"sendiri saja kamu?Siska mana?"tanya Bu Mona.
"iya Bu, saya sendiri kalau Siska lagi istirahat. pusing katanya"jawab Dedy pada mami mertua nya.
"sudah selesai kamu?"tanya pak Kusuma
__ADS_1
"belum pak, ini masih mau mulai"jawab Dedy
"kalau begitu berjamaah saja kita dan kamu saja jadi imamnya"usul pak Kusuma
"baik pak, bisa iqomah bapak?"tanya Dedy sedikit takut.
"papi enggak bisa kamu saja semua,kita ngikut saja karena kami sudah lama tidak sholat"kata pak Kusuma lagi.
Akhirnya sholat Zuhur berjamaah yang jadi imam adalah Dedy dan di belakang papi dan mami mertua nya. Siap sholat pak Kusuma dan Bu Mona mengajak Dedy untuk makan siang bersama.",ayo kita makan siang dulu bernama"kata pak Kusuma
"baik pak"Jawab Dedy.
"jangan panggil pak atau Bu, panggil papi dan mami ya...kamukan sudah jadi anggota keluarga"kata Bu Mona
"mungkin belum terbiasa Bu...eh...mami"kata Dedy yang sedikit sungkan menyebut panggilan itu.
Di meja makan sudah tersedia semua, makanan yang sangat mewah. Dedy melihat menu yang lengkap menahan slavina-nya sendiri, tidak sabar untuk di santap.perut sangat keroncongan. Sarapan pagi tadi yang buru buru tidak bisa di nikmati. Mungkin saat inilah dapat menikmati nya.
Bibi ART pun meletakkan minuman pesanan pak Kusuma dan Bu Mona, sementara Dedy hanya ikut menikmati makan siang hari ini.
"ayo kita makan bersama, tapi sebelum makan . baca doa .
BERSAMBUNG
☺️☺️☺️
Jangan lupa
vote... vote...
add favorit
komentar yang membangun
serta
vote...vote...vote
jangan lupa
vote...vote...vote...
__ADS_1
terima kasih
🙏🙏🙏🙏🙏