
Dua bulan kemudian keluarga Andi mendapat kabar kalau ayah sudah bisa pulang ke rumah karena kondisi nya sudah stabil.
Ada tiga bulan lamanya ayah di rawat, di bulan pertama dengan pasien mandiri tapi di bulan ke dua pakai BPJS kesehatan.
Andi yang banyak mengeluarkan untuk biaya ,
Mila yang tidak masalah dengan hal itu , yang penting ayah sehat.
Seminggu ini mereka sudah mulai kembali ke rumah yang ada di dekat rumah orang tua Andi.
Andi hari ini pulang lebih awal dari biasanya,jadi harus minta izin pada bos nya terlebih dahulu.
Masuk ke dalam ruangan bos yang di dapati dari lagi menandatangani berkas di meja.
Tok...tok...tok...
"bos... boleh saya masuk?"
Melihat Andi di depan pintu Dafi mempersilahkan untuk masuk.
"mmmhhh... duduk..."kata Dafi dengan wajah datar.
Duduk di kursi berhadapan dengan bos maka Andi pun mau mengungkapkan isi hatinya tapi Dafi terlebih dahulu bertanya.
"ada apa? sebentar lagi kan jam istirahat..."Dafi.
"aku mau permisi bos... karena jam satu ayah sudah bisa pulang ke rumah."kata Andi.
"syukur lah kalau ayah mu sudah bisa pulang ke rumah."
"ya bos...makanya aku mau permisi cepat pulang, tapi sore kembali lagi..."
"mmmhhh... boleh,tapi kenapa kembali lagi ke kantor?"tanya Dafi.
"biasa lah bos...mau periksa dan ada yang belum selesai."kata Andi
Andi memang bertanggung jawab penuh di kantor, setelah menikah mereka Andi memang sering permisi karena urusan keluarga.
Maka saat semua orang sudah pulang Andi kembali ke kantor.
"oh... seperti itu... nanti tolong di periksa semua, titip salam sama ayah mu."kata Dafi.
"terima kasih banyak...aku permisi dulu."
Andi pun jalan keluar menuju parkiran mobil, setelah Mila hamil jadi Andi selalu membawa mobil ke kantor dan kembali ke rumah.
Menghidupkan mesin mobil dan berjalan menuju rumah sakit, tempat ayah di rawat beberapa bulan ini.
Dalam perjalanan sedikit macet karena jam makan siang dan anak pulang sekolah. Jadi dalam waktu empat puluh lima menit baru sampai ke rumah sakit.
Ternyata di dalam kamar ayah dan yang lain sudah siap dan tinggal menunggu kedatangan Andi ke rumah sakit.
Tok...tok...tok...
"Assalamualaikum..."kata Andi
"wa'alaikum salam... akhirnya datang juga."kata Retno kakak tertua Andi.
__ADS_1
"maaf kak...aku terlambat.. maklum lah... macet di jalan."kata Andi
"iya... enggak apa-apa, namanya juga macet.",kata Retno.
Semua perlengkapan sudah di kumpulkan,
mamak yang berada di dekat ayah.
Untuk kepulangan pasien dari rumah sakit maka perawat harus mendampingi untuk mengantarkan sampai ke depan kendaraan penjemputan pasien.
Perawat masuk ke dalam karena mau mendampingi sampai pintu mobil.
"sudah siap semua nya? tidak ada yang di tunggu?"tanya perawat
"sudah lengkap personil suster, jadi kami mau pulang."jawab Retno.
"baik lah...kursi roda biar saya yang dorong."kata perawat.
Andi yang tidak tega melihat perawat mendorong kursi roda ayah, jadi dia mau menggantikan.
"suster...biar saya saja yang mendorong kursi roda ayah."kata Andi
Yang memang sudah menjadi tanggung jawab nya maka perawat menolak dengan lembut permintaan dokter.
"maaf...ini memang tugas saya pak, jadi biar saya saja yang dorong."kata perawat.
"baik lah kalau seperti itu, biar aku langsung mengambil mobil di parkiran ya mak."kata Andi
"ya... sebentar lagi kami ke sana."kata mamak.
Andi jalan duluan karena mau mengambil mobil untuk menjemput ayah tepat di depan pintu masuk rumah sakit.
"terima kasih pak..."kata Andi pada satpam.
Melihat dari jarak lima meter ternyata rombongan yang mengantar ayah sudah datang.
Andi pun bersiap untuk membantu ayah di pindahkan ke dalam mobil.
"ke sini saja kursi roda nya."kata Andi
Posisi kursi roda ayah pun di dekat kan ke arah mobil dan setelah itu ayah bisa pindah dengan bantuan Andi.
Tugas perawat sudah selesai maka dia pun berdiri di dekat kursi roda.
"selamat jalan ya pak..."kata perawat.
"terima kasih suster...."kata Retno.
Setelah selesai masuk ke dalam mobil maka yang lain pun juga masuk ke dalam, Andi yang sebagai supir mendekati pak satpam yang membantu.
Menyelipkan uang biru pada pak satpam
"terima kasih atas bantuan nya."kata Andi
"sama sama pak...ini memang tugas kami."kata pak satpam
Pak satpam yang di beri uang sedikit terkejut karena dia tidak mengharapkan apapun dan sudah ada gaji tiap bulan.
__ADS_1
"terima kasih banyak pak... semoga murah rezeki..."kata pak satpam
"a...min..."jawab Andi yang masuk mobil dan menjalankan menuju rumah.
Di dalam perjalanan kondisi ayah sudah membaik, dan di dalam mobil juga nyaman karena hanya mereka berempat saja,.kursi belakang tentunya kosong.
Retno yang tidak melihat Mila membuat nya penasaran.
"Andi...apa kabar dengan istri mu?"
"Alhamdulillah...baik kak..hanya saja masih ada sedikit mabuk nya."kata Andi
"oh... kalau itu sih... enggak masalah...biasa itu...jadi sekarang dia di mana?"tanya Retno
"ada di rumah dia, setelah ayah di rumah... nanti aku jemput... lagian dekat sama rumah mamak dan ayah."kata Andi
"bawa lah...kakak mau ngobrol sama Mila."
Andi yang penasaran antara kakak dan istrinya, Andi mendapat kesimpulan kalau kak Retno dan Mila sudah kompak.
"mau bahas apa kalian kak?"tanya Andi penasaran
"mana boleh kamu tau... urusan perempuan...kepo ya..."kata kak Retno.
"oke lah kalau begitu kalau itu rahasia."kata Retno
Mamak yang ada di kursi tengah senang melihat Mila dan Retno anaknya kompak, jadi yang jadi masalah adalah Leli yang tidak suka dengan Mila.
"Retno... senang mamak melihat mu akrab dengan Mila..."kata mamak
"aduh mak...aku itu enggak terlalu banyak menuntut dengan nya dan begitu juga sebaliknya, trus yang penting adalah aku enggak merasa kalau Andi berubah setelah nikah dan tidak ada merasa cemburu."kata Retno
Mamak yang ngerti maksud dari Retno karena kalau Leli merasa kalau pemasukan nya sedikit setelah menikah.
"kamu sih Ndi... terlalu memanjakan Leli .. sehingga dia merasa cemburu pada Mila, karena nya sudah enggak bisa minta sesuatu dengan mu secara bebas."kata Retno
"bagaimana lagi kak... mudah mudahan Leli sadar secepatnya."kata Andi seperti putus asa.
"kamu itu harus sabar... jangan banyak mengeluh... nanti kakak akan bantu kamu."kata Retno.
"betul kak? janji ya..."kata Andi.
"iya... percaya sama kakak mu ini."kata Retno.
BERSAMBUNG
***
Jangan lupa
like...
subscribe...
komentar yang membangun
terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏