Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.58


__ADS_3

Keesokkan harinya Nadya ke rumah sakit di temani Ayah dan mama-nya, sampai rumah sakit jam 8 pagi. Masih satu jam lagi jadwal terapi Nadya jadi sebelum nya dia menyempatkan diri untuk menjenguk Dafi ke dalam ruangan ICU. Hari ini dia boleh menjenguk Dafi karena kondisi nya sudah tenang,jadi Bu Nilam mengajak nya untuk ke dalam ruangan.


Sampai di dalam ruangan di lihatnya Dafi yang terpasang alat infus terpasang, ventilator alat pernapasan, monitor yang menampilkan denyut jantung. Sedih sekali Nadya melihat keadaan suaminya, tapi bagaimana lagi sudah terjadi harus banyak berdoa.


Bu Nilam meninggalkan Nadya di ruang tersebut untuk ngobrol dengan Dafi karena harus di ajak bicara walaupun keadaan koma, pasien pun di beri stimulasi agar cepat sadar."bang...aqu datang, hari ini jadwal terapi di rumah sakit. jadi sebelum tetapi aqu me sini dulu untuk menemani Abang walaupun di beri waktu 30 menit"Nadya berbicara dengan Dafi yang masih tertidur di tempat tidur dengan napas teratur.


Nadya pun masih mengobrol dengan memegang tangan Dafi suaminya, dengan air mata menetes tapi dia tetap mengajak Dafi cerita."Alhamdulillah...aqu sudah bisa jalan walaupun masih beberapa langkah,kata dokter kemungkinan paling cepat satu bulan lagi aqu bisa jalan Bang. Semoga Abang sudah sadar sebelum aqu bisa jalan",kata Nadya.


Tapi mendengar Nadya cerita jari telunjuk Dafi bisa bergerak, membuat Nadya terkejut dan senang."Alhamdulillah...Abang mendengar dan merespon cerita qu, cepat sembuh bang"Nadya sambil mengelus tangan Dafi.


"Waktu sudah habis.. nanti sebelum pulang aqu kemari lagi , mama Nani mau masuk juga". sambil menyalami tangan Dafi tapi Nadya yang mendekatkan wajahnya ke tangan Dafi."Cepat sembuh bang, ingat ada aqu, Nisa, mama sangat membutuhkan dan sangat menyayangi mu"kata Nadya sebelum pergi.


Di luar ruangan Bu Nani juga sudah menunggu giliran.", mama...apa kabar?"kata Nadya pada ibu mertua-nya. "Alhamdulillah...mama sehat nak"jawab Bu Nani sambil memeluk Nadya dan menangis."Nisa mana ?"tanya Nadya.


"Dia sekolah, Nisa enggak tau keadaan Dafi. Di pikiran nya Dafi sama mu, tinggal di rumah mama Nadya katanya. Jadi mama jawab aja iya, kalau dia tau keadaan Dafi dia bisa sedih sekali"kata Bu Nani.


"ma... Nadya terapi dulu ya, do'akan semoga cepat sembuh"kata Nadya."iya mama Do'akan, kalau kamu sudah bisa jalan haus tinggal sama mama ya..."kata Bu Nani."insha Allah ma..."jawab Nadya.


"kalau Nadya sembuh, pasti tinggal di rumah mu walaupun Dafi masih di rumah sakit"kata Bu Nilam juga sambil memeluk Bu Nani sahabat nya itu."Do'akan Dafi cepat sembuh ya..."kata Bu Nani lagi pada sahabatnya."tentu kami doakan karena Dafi juga sudah menjadi anak kami juga"jawab pak Arif dari belakang.


Setelah itu Nadya pun ke ruang terapi di temani mama-nya. pak Arif Ayah Nadya hanya menunggu di depan ruang ICU karena Andi mengurusi kantor dahulu baru dia ke rumah sakit, jadi siang atau sore baru ke rumah sakit.


Setelah melakukan terapi Nadya dan Bu Nani menemui dokter yang menangani Dafi."Dokter bagaikan dengan keadaan anak saya?"tanya Bu Nani."ibu orang tua nya pasien?"tanya dokter."iya dokter dan ini istri nya"jawab Bu Nani sambil memperkenalkan Nadya.


"sementara ini keadaan fisik pasien tidak ada masalah, karena masih keadaan koma jadi kita masih pantau secara intensif. Mohon doa dan ibu dan istri semoga cepat melewati masa koma".kata dokter kepada Bu Nani dan Nadya."kira kira berapa lama masa koma-nya dokter?"tanya Nadya.


"saya tidak bisa menjawab, setiap orang berbeda beda. tapi kalau berkunjung tolong di stimulasi pasien, di ajak cerita kegiatan yang biasa di jalani-nya"jawab dokter.

__ADS_1


"kalau itu sudah kami lakukan tadi, iya kan ma?"kata Nadya dengan menanyakan Bu Nani.


"iya dokter"kata Bu Nani juga.


"bagus itu, kalau bisa yang biasa bersama-nya setiap hari, jangan hanya ibu berdua saja"jawab dokter.


"baik dokter, nanti yang lain kami bawa secara bergantian"jawab Bu Nani.


"untuk sementara hanya itu yang bisa saya berikan informasi, jadi kalau ada yang lain nanti kami kabari ya ibu"kata dokter.


"terima kasih atas informasinya, kami mohon diri"kata Nadya permisi pada dokter.


Bu Nani dan Nadya keluar dari ruangan konsultasi yang menangani Dafi.


"Nadya...kamu kapan nginap di rumah mama?"tanya Bu Nani pada Nadya pada saat mereka keluar dari ruangan dokter konsultasi.


"nak...kamu tidak akan merepotkan mama, setelah ijab kabul kemarin kamu adalah anak mama juga. Lagian Nisa sudah enggak sabar mau tidur sama mamanya"kata Bu Nani panjang lebar.


"Nadya sayang kok sama Nisa, kata dokter Ilham insha Allah satu bulan lagi sudah bisa jalan lagi. mama Do'akan ya..."kata Nadya antusias pada mama mertua nya itu.


"Alhamdulillah...mama senang mendengar nya, semoga kamu cepat pulih kembali ya..."kata Bu Nani.


Mereka pun kembali ke depan ruangan ICU, ternyata di sana sudah ada Andi juga menunggui Dafi."Andi... sudah lama sampai?"tanya Bu Nani."baru 10 menit tante, maaf baru bisa datang sekarang karena ngurusin kantor dulu"jawab Andi.


"kamu enggak kemari juga tak apa, konsentrasi aja di kantor. bagaimana nanti kalau kamu juga terlalu sering meninggalkan kantor? bisa kacau jadi nya"kata Bu Nani.


"iya tante...tapi Andi juga mau ketemu dengan Dafi di dalam, mau ngajak ngobrol Dafi"kata Andi.

__ADS_1


"oh...iya terima kasih Andi,pantas lah Dafi begitu sayang dengan mu. Ternyata kalian saling perhatian, semoga selamanya seperti ini"kata Bu Nani sambil menangis dan memeluk Andi yang di anggap nya sebagai Anak sendiri.


Andi pun ke dalam ruangan ICU ,di lihat nya Dafi sahabat sekaligus bos tempat dia bekerja masih dalam keadaan koma. Pastinya Sedih melihat keadaan seperti ini,tapi mau apa lagi? Harus memberikan dukungan dan semangat serta tentunya do'a supaya Dafi cepat sembuh.


"bos...aqu datang. Alhamdulillah keadaan kantor aman dan terkendali. Untuk proyek yang berjalan juga aman tidak ada masalah. Cepat sembuh bos, biar kita kerja seperti biasa. Masalah mobil yang di kantor dan mengikuti bos, aqu sudah tau siapa"kata Andi.


Tapi tiba tiba tangan Dafi bergerak sehingga membuat Andi kaget, maka Andi memencet bel untuk memanggil perawat."suster tadi saya ngobrol dengan pasien, tangan nya bergerak"kata Andi."berarti ada respon dari pasien mendengar cerita bapak, bagus itu pak tapi besok aja lagi supaya pasien tenang dan cepat sembuh". jawab perawat."kalau begitu insha Allah setiap hari saya ke sini supaya teman saya cepat sembuh"kata Andi antusias."boleh pak"jawab perawat.


Karena sudah habis waktu untuk menjenguk maka Andi pun keluar dari ruangan.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like... like... like...


add favorit...


komentar yang membangun...


vote... vote...vote...


Terima kasih


🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2