
Tak terasa sore hari jam 5 sudah, semua orang bersiap untuk pulang ke rumah. Dafi pun tidak menyadari kalau sudah sore hari, akhirnya Andi mengingatkan kalau sudah waktunya jam pulang.
"bos... sudah sore nih... masih betah di kantor ?"tanya Andi
"jam berapa sekarang?"tanya Dafi pada teman sekaligus tangan kanan di perusahaan Raja Pratama.
"sudah sore bos, jam 4"jawab Andi
"Astaghfirullah... sudah jam 4 , tadi rencana jam 2 atau jam 3 mau pulang ke rumah"kata Dafi
"tadi sudah saya ingatkan bos, katanya nanggung. Kalau kerjaan tidak akan habis habis bos"kata Andi
"ya... sudah sampai sini saja dulu, besok lanjut lagi".kata Dafi merapikan dan mematikan laptop di ruangan nya, tapi dia sholat ashar dulu di kantor dalam ruangan nya setelah itu dia beranjak pergi ke bawah.
Pak Mien ternyata sudah menunggu dari tadi di parkiran mobil. Dafi memasuki mobil dan pak mien menjalankan mobil",pak mien jemput Nadya ke rumah mama-nya ya..."perintah Dafi pada supir nya.
"baik pak"jawab pak mien.
Mobil pun berjalan menuju rumah Nadya, menempuh waktu 60 menit sampai lah ke rumah yang di tuju."sudah sampai pak"kata pak mien pada Dafi.
"oh...iya, terima kasih pak. Bapak antar aja mobil ke rumah, saya nanti pulang naik taxi on line saja"kata Dafi
"baik pak"jawab pak mien
"kalau mama tanya bilang aja nanti di kabari sama saya"kata Dafi lagi
"iya pak"jawab pak mien lalu menjalankan mobilnya.
Dafi memasuki rumah pak Arif, di perhatikan sekeliling rumah seperti sering di jalani nya. "Assalamualaikum....."Dafi mengucap salam
"Wa'alaikum salam..."jawaban dari dalam
Yang membuka pintu ternyata Bu Nilam
"eh...Dafi, ayo masuk. Nadya dari tadi nungguin sampai ketiduran di kamar nya.
"i...y...a... tadi banyak kerjaan jadi kelupaan", jawab Dafi yang bingung siapa di depannya ini"aduh...aqu mau panggil apa ya...?"kata Dafi dalam hati
"mama ngerti kok, kan sudah lama di tinggal kantor"kata Bu Nilam
Dafi mengikuti Bu Nilam berjalan dari belakang karena dia tidak tau kamar yang mana Nadya tidur"ya sudah masuk saja, enggak di kunci Nadya karena kalau kamu datang tinggal masuk saja, dia kalau ketiduran bisa lama"kata Bu Nilam panjang lebar.
"iya ma... saya masuk dulu"jawab Dafi sambil memasuki kamar Nadya.
Di dalam kamar Nadya tertidur pulas karena kelamaan menunggu akhirnya ketiduran dia. Mau di bangunkan kasian, karena Dafi kelelahan juga akhirnya dia tidur juga di sebelah Nadya. Tempat tidur Nadya spring bed queen size, untuk sendiri bisa dan untuk berdua juga bisa tapi tidak terlalu besar.
Jadi Dafi tidur hampir ke pinggir karena Nadya tidur di tengah.
Tanpa terasa sudah mau azan magrib mereka tertidur sehingga membuat Bu Nilam penasaran, akhirnya di ketuk nya kamar Nadya karena mau masuk juga sungkan ads Dafi di kamar.
"Nadya... masih tidur?"kata Bu Nilam sambil mengetuk pintu kamar
__ADS_1
Mendengar namanya di panggil Nadya menjawab tanpa membuka matanya",iya...ma... sudah bangun kok"jawab Nadya
"sudah mau magrib, jangan lupa sholat"kata Bu Nilam lagi.
"ya..."jawab Nadya.
Nadya mau turun dari tempat tidur tapi kenapa guling di sebelah terlalu dekat dan membuat sempit, jadi di tendang nya guling tersebut sampai jatuh, baru dia bangun dari tempat tidur.
"aduh..."terdengar suara kesakitan
"lho...tendang guling kok ada suara"kata Nadya dan bergegas melihat guling yang jatuh.
"Astaghfirullah...bang Dafi kenapa ada di sini?"tanya Nadya
"aduh... sakit, kok di tendang segala"tanya Dafi
Merasa bersalah Nadya mendekati suaminya dan membantu Dafi bangun"maaf pak suami, aqu enggak tau kalau abang di sebelah. mana yang sakit?"tanya Nadya yang merasa bersalah
"Tadi abang masuk kamu masih tidur, mau di bangunkan kasian dan abang juga capek. ya tidur saja di sebelah mu"jawab Dafi
Dari luar Bu Nilam yang mendengar ada jatuh dan terdengar suara "aduh" pun penasaran, lalu dia masuk saja ke dalam kamar Nadya yang tidak di kunci."ada apa Nadya?"tanya Bu Nilam
Di lihat nya Dafi yang jatuh dari tempat tidur"lho nak Dafi kenapa?kok bisa jatuh? atau karena tempat tidur nya terlalu kecil?"tanya Bu Nilam
"maaf Nadya yang salah, tadi pas bangun tidur enggak lihat. Kirain guling besar, merasa sempit Nadya sepak saja"jawab Nadya
"kamu itu, ayo ambil minyak urut di kamar punya ayah"perintah Bu Nilam
Dafi bangun dan duduk di tempat tidur, Nadya sudah mengambil minyak tersebut."ayo kamu urut mana yang sakit"perintah Bu Nilam dan dia keluar kamar.
"yang di olesi minyak itu aja urut"jawab Dafi
"waduh mau magrib pula, kalau masih lama magrib nya, sudah pasti lanjut mantap mantap"kata Dafi dalam hati
"aduh salah set"kata Dafi
"apa-nya yang salah set?"tanya Nadya pada suaminya
"niat hati mau beri kejutan tapi abang yang dapat kejutan"jawab Dafi
"aduh... maaf... enggak sengaja..."kata Nadya
"maaf...di maafkan, tapi ada syaratnya"kata Dafi sambil tersenyum dengan senyuman licik nya.
"syarat nya apa ? jangan yang susah ya...?"kata Nadya
"pintu sudah di kunci?"tanya Dafi
"oh... belum, bentar..."jawab Nadya sambil bergerak mengunci pintu kamar.
Dafi pun duduk di atas tempat tidur.
__ADS_1
"sini duduk..."perintah Dafi
Nadya mendekati suaminya dan duduk di sebelah Dafi.
"hukumnya abang mau sun squisy"kata Dafi
"30 menit lagi magrib, nanti tanggung lho bang"jawab Nadya
"sebentar saja menjelang magrib, boleh-kan" kata Dafi
Nadya tersenyum dan mengangguk saja, karena merasa di beri izin Dafi mendekati istri nya dan membuka k*n*i*g baju secara perlahan. Lalu membuka pengait bra yang pengait di depan.
Setelah terbuka Dafi menahan slavina-nya dan tidak sabar untuk m*n*e*u*. Squisy kembar tersebut di r*m*s-nya perlahan-lahan. Dan di k*c*p nya.
Yang punya squisy menerima serangan tidak tahan karena merasa ada k*n*k*a*a* sedikit mend*s*h.
Mendengar d*s*h*n istri nya membuat Dafi juga terbuai ingin melakukan yang lebih tapi waktu tidak memungkinkan dan tentunya nanggung.
Tok...
tok...
tok...
"Nadya... sudah azan, jangan lupa magrib"suara Bu Nilam dari luar terdengar.
Mendengar suara mama mertua mengingatkan sudah azan akhirnya Dafi memberhentikan kegiatan nya. Dan Nadya menjawab mama-nya.
"iya ma...nih juga mau magrib"kata Nadya
"sholat dulu bang"kata Nadya pada suaminya
"ya sudah ambil wudhu dulu kamu"jawab Dafi
Dalam hati Dafi merasa sedikit kecewa tapi bagaimana lagi waktu nya juga dari awal tidak memungkinkan"malam ini harus tuntas"kata Dafi dalam hati.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like...like...
add favorit...
komentar yang membangun
serta
vote...vote...vote...
__ADS_1
terima kasih
🙏🙏🙏🙏🙏