
Fatur yang memasuki kamar adiknya kaget mendengar suara Nadya, hasrat hati agar bumil tidak kaget malah yang berhati hati jadinya kaget."Astaghfirullah hal'azim Nadya suara mu itu kuat sekali"kata Fatur pada adik nya dan langsung memeluk nya.
Mereka langsung berpelukan, sudah begitu lama mereka tidak berjumpa. Terakhir pada saat Nadya masih di bangku SMP, yah... cukup lama Fatur meninggalkan ayah,mama dan adiknya. Bagaimana lagi ? namanya juga tugas negara, harus menjalankan aturan.
Apalagi Fatur sendiri yang mau menjadi seorang angkatan, selama 10 tahun dia berpindah tempat di daerah terpencil. Karena sudah pilihan nya maka dia santai saja menjalani, apa lagi di daerah terpencil sangat susah sinyal untuk menelpon.
Kalau punya HP yang biasa saja, tidak ada fasilitas internet. Masih belum ada jaringan yang mau punya HP android harus membuat tiang sendiri seperti tiang untuk TV.
"bang Fatur...kapan pulang? kok enggak ngabari"kata Nadya sambil memeluk Abang yang sudah lama di rindukan.
"baru saja sampe, kata nya kamu sudah nikah dek?"tanya fatur.
"ih...kok tau? abang bagaimana?"jawab Nadya.
"ya tau lah... suami kamu ada di luar,tadi ayah sudah memperkenalkan sama abang"kata fatur.
"iya bang"
"tapi kamu belum kasi abang syarat untuk pelangkah"kata fatur menjahili adiknya.
"maksudnya bagaimana?"tanya Nadya
"abang ini nomor satu jadi kalau anak yang nomor dua yang menikah duluan kamu dan suami mu memberikan syarat pelangkah dari abang baru boleh nikah"kata fatur menjelaskan.
Nadya berpikir sejenak permintaan dari abang satu satunya,lalu melihat mamanya yang masuk ke kamar"ma...kata bang fatur kalau Nadya menikah duluan harus ada syarat pelangkah"tanya Nadya pada Bu Nilam.
"oh...itu kan cerita zaman dulu"jawab Bu Nilam.
"ih...bang fatur minta pelangkah"jawab Nadya
"Fatur... minta sama Dafi aja, jangan ganggu adik mu"kata Bu Nilam.
"ih...mama...Fatur sudah lama enggak gangguin Nadya"jawab Fatur
Karena sudah lama tidak bertemu membuat Fatur rindu sama adik nya untuk di jahili."oh...iya nanti aqu kerjain aja si Dafi, kalau Nadya kasian lagi hamil muda"kata fatur dalam hati.
"bang Fatur sudah menikah?"tanya Nadya.
"o...walah belum ketemu jodoh abang mu ini, ada calon?"kata fatur.
Nadya berpikir sejenak mengingat teman nya siapa yang belum menikah"tapi kalau teman Nadya ya pasti jauh jaraknya,apa mereka mau? kita aja jaraknya 10 tahun"jawab Nadya sambil berpikir siapa yang cocok untuk abang nya.
"menurut mama umur enggak masalah, yang sering jalan dengan mu itu siapa Nadya? coba kenalan aja dulu"kata Bu Nilam.
"oh....si Mila, kalau enggak salah umur kami beda dua tahun. Mila yang lebih tua, nanti coba Nadya tanyakan."jawab Nadya.
__ADS_1
Fatur tidak mengomentari percakapan antara mama dan adiknya, dia hanya mendengarkan saja karena dia juga tidak mengenal siapa yang mau di kenalkan."Abang masih capek...mau istirahat, kamar qu masih yang lama kan ma...?"
"ya masih seperti yang dulu, setiap hari di bersihkan sama si mbok."jawab Bu Nilam.
"nanti kalau aqu sudah mulai sehat kita jalan jalan ya bang"kata Nadya.
"tentu lah...sama adik abang tersayang"jawab Fatur.
"ma... mungkin karena kepulangan bang fatur makanya Nadya rindu pulang ke rumah ini"kata Nadya.
"mungkin juga nak, feeling mu kali"jawab Bu Nilam.
Fatur pun keluar dari kamar adiknya dan mau ke kamar nya, di lihat Dafi yang duduk sendiri sambil memegang HP Android di tangan nya. Fatur mendekati nya"sendirian kamu? ayah mana?"tanya fatur.
"iya bang... ayah sudah masuk kamar,mau istirahat katanya"jawab Dafi.
"bagus juga HP mu? boleh abang lihat?"tanya fatur.
Dafi memberikan HP di tangan kepada abang ipar nya"wah...keren, coba lihat kamera nya"tanya fatur.
Dafi membuka kamera di HP nya ,Fatur melihat hasil nya salut karena sangat jernih."wih...mantap kali kameranya"kata fatur.
Senyuman yang datar tanpa menjawab pertanyaan dari kakak ipar.
"merk hiponpon bang"jawab Dafi
"ya sudah nanti aqu cari di konter HP"kata fatur.
Setelah selesai melihat HP Dafi, maka Fatur pun mengembalikan pada yang punya.
"ini HP mu , aqu mau istirahat ke kamar dulu"kata fatur lalu masuk ke dalam kamarnya.
Di dalam kamar di periksa nya masih seperti dulu, tidak ada yang berubah. Terlihat di kamar tidak ada abu yang menempel."masih seperti dulu, akhirnya aqu kembali ke rumah ini"kata fatur sendiri.
Memang paling enak kalau melihat tempat tidur yang empuk di rumah ini, "hampir 10 tahun tempat tidur king size qu tinggalkan"kata fatur yang langsung membaringkan diri di tempat tidur tanpa mengganti pakaian yang melekat di tubuhnya.
Sementara Dafi yang berada di ruang keluarga masih memainkan HP nya, Bu Nilam melihat anak menantunya."Dafi masuk kamar aja, Nadya di kamar sendirian"kata Bu Nilam.
"oh...iya ma...Dafi masuk ke kamar sekarang"jawab Dafi dan berdiri memasuki kamar Nadya.
Nadya yang ternyata tidak tidur, dia seperti lagi chattingan dengan seseorang."enggak tidur sweet heart?"tanya Dafi.
"capek tidur aja,aqu lagi chattingan dengan Mila"jawab Nadya.
"Bu guru Mila? ada apa?"tanya Dafi.
__ADS_1
"enggak apa apa kangen aja bang,kok tiba tiba aqu pengen makan berdua dengan dia. seperti dulu, terakhir kami makan jumpa sama abang. ih...itu sudah lama sekali"kata Nadya.
Dafi membaringkan tubuhnya di tempat tidur dan bersebelahan dengan Nadya, di peluknya tubuh istri tercinta."peluk aja ya bang, enggak boleh lebih"kata Nadya.
"mmmmhhhhh..."jawab Dafi.
Tangan Dafi yang mulai bergerilya dan berganti di perut istrinya"anak ayah...baik budi di perut mama ya...maaf untuk sementara ayah enggak bisa jenguk"Dafi berbicara di atas perut Nadya.
"enggak usah jenguk dulu ayah....mama belum kuat, jadi harus puasa untuk sementara"jawab Nadya seolah anak mereka yang menjawab.
"sudah ah...aqu tidur dulu"kata Dafi.
"ya..tapi aqu ada cerita nih"kata Nadya.
"cerita apa sweet heart?"tanya Dafi
"tadi bang fatur dan aqu ngobrol, katanya kan bang gini.kamu menikah harusnya ada pelangkah, gitu kata nya bang"kata Nadya.
"trus bang fatur minta apa?"tanya Dafi
"belum tau bang, nanti pasti dia nagih ke Abang aja. lagian aqu juga sudah enggak kerja, minta selalu sama abang"kata Nadya lagi.
"ya sudah"jawab Dafi.
"jangan sempat bang fatur minta HP seperti yang qu punya"kata Dafi dalam hati.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like...like...
add favorit...
komentar yang membangun
serta
vote... vote... vote...
Terima kasih
🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1