Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.137


__ADS_3

Pagi hari di rumah Bu Zubaidah mamak Dedy sudah sibuk antara Rahma dan Tito yang mau ke sekolah. Setelah selesai sarapan Rahma yang merasa sudah kesiangan dan takut terlambat ke sekolah.


"aduh... sudah jam segini...bisa telat sampai sekolah"kata Rahma yang sekolah nya lebih jauh di bandingkan dengan Tito.


Siska yang melihat adik iparnya yang cemas memberikan solusi."Rahma...yuk biar kakak antarkan"kata Siska.


"kakak bisa bawa mobil?"tanya Rahma karena biasanya Dedy yang membawa mobil sementara Siska hanya di samping.


"bisa...kamu enggak percaya? coba tanya sama abang mu"kata Siska melihat


Rahma melihat ke arah abang nya sambil menunggu jawaban."mmmhhh...iya...kak Siska bisa tapi nanti pulang nya bagaimana? biar abang yang antar kamu ikut juga ngantar mereka"kata Dedy.


"cie...cie... takut ya kalau kak Siska nyasar? wah bang Dedy so sweet banget"kata Rahma.


Mendengar celoteh adiknya membuat hati Dedy berdebar."deg...deg...deg"suara jantung Dedy.


"apaan sih kamu Rahma"kata Dedy.


"bang Dedy seperti enggak kenal kak Rahma saja, dia memang seperti itu"kata Tito menenangkan hati abangnya yang kelihatan grogi dari tingkah nya.


Siska melihat interaksi antara abang dan adik nya hanya tersenyum saja."Dedy...kenapa grogi gitu hanya perkataan dari Rahma adiknya," kata Siska dalam hati.


"sudah... sudah...ayo kalian berangkat nanti keburu telat"kata mamak.


"iya...mak...kami berangkat dulu... Assalamualaikum..."kata Tito pamitan sambil salaman dengan mamaknya.


"wa'alaikum salam... sekolah yang benar biar jadi orang sukses"pesan mamak


"a...min...iya Mak"jawab Tito.


Begitu juga Rahma yang menyalim mamak juga dan mengucapkan salam."Assalamualaikum...Mak"kata Rahma


"wa'alaikum salam... sekolah yang benar biar jadi orang sukses"pesan mamak


"a...min...iya...Mak..."jawab Rahma


Dedy yang sudah menunggu di mobil bersama Siska yang duduk di samping nya."ya sudah... enggak ada yang ketinggalan?"tanya Dedy kepada kedua adiknya.


Rahma dan Tito saling pandang dan merasa tidak ada yang tertinggal."enggak ada bang.."jawab Tito akhirnya.


"oke...kita jalan..."kata Dedy.


Jarak sekolah dengan rumah tidak lah begitu jauh, tapi kalau berjalan kaki tentu nya jauh juga. menempuh waktu 15 menit sampai ke sekolah Tito."terima kasih bang Dedy dan kak Siska"kata Tito.


"iya... belajar dengan baik ya..."pesan Dedy.


sementara pas salaman ke Siska memberikan uang merah satu lembar saat bersamaan."terima kasih kak..."kata Tito

__ADS_1


"iya... dengar pesan abang mu ya..."kata Siska.


Tito turun dari mobil jadi pusat perhatian temannya karena selama ini dia jalan kaki atau naik sepeda.


Setelah itu mobil berjalan menuju sekolah Rahma dan 10 menit kemudian sampailah di depan sekolah."terima kasih bang Dedy dan Kak Siska"kata Rahma yang salam kepada abang nya.


"yang rajin belajar nya..."pesan Dedy


"iya bang"jawab Rahma dan menyalami Siska.


Siska juga memberikan uang merah kepada Rahma"terima kasih kak"kata Rahma


"sama sama Sekolah yang baik ya..."pesan Siska.


Setelah mengantar ke dua adik nya sekolah, Dedy melihat ke arah Siska."aqu mau ke kota lagi mencari bahan bangunan kamar mandi,kamu mau ikut?"tanya Dedy.


"ikut... ngapain aqu di rumah? Rahma sekolah,masa aqu berdua sama mamak"kata Siska.


"lho ..ya enggak apa apa"kata Dedy.


"aqu takut mamak banyak pertanyaan dan jawaban aqu salah"kata Siska.


"oh... gitu... jadi lebih baik berdua sama aqu..."kata Dedy yang membuat Siska malu.


Menempuh waktu 30 menit mereka sampai ke tempat alat bangunan, Dedy mau Siska yang merancang walaupun hanya kecil tapi biar selera dia saja."kamu pilih saja untuk bagian dalam kamar mandi nya seperti keramik, shower, pakai air hangat atau dingin, dan apakah pakai bathtub"kata Dedy.


"enggak apa apa lagian kamu juga yang pakai, kalau mamak biar urusan aqu"kata Dedy.


Siska memperhatikan suaminya karena sekarang mereka berdua bersikap baik dan mulia saling canda dan minta pendapat."tapi itu nanti kamar mandi kita juga"kata Siska.


Dedy melihat istrinya "bagaimana selera kamu aqu pasti suka"kata Dedy


"oh...ya sudah kalau begitu..."kata Siska.


Mereka berdua pun turun dari mobil dan melihat toko bangunan yang paling mewah di kota ini. Siska melihat lihat alat bangunan dan memilih semuanya, seperti tempat sabun yang menempel, toilet,kran, bathtub, dan yang lainnya dia pilih yang paling bagus di toko tersebut.


Setelah semua di beli maka Dedy yang punya urusan"tolong antarkan sekarang juga"kata Dedy yang memberikan alamat rumah mereka.


Ke toko bangunan sudah oke semuanya sekarang Dedy mengajak istrinya ke sebuah toko."mau kemana kita?"tanya Siska.


"ikut saja...aqu mau membelikan sesuatu untuk mu"kata Dedy.


Siska hanya mengikuti keinginan dari suaminya"apa yang mau di belikan Dedy untuk qu?"kata Siska dalam hati.


Dan tak berapa lama mereka sampai di depan toko yang ternyata menjual perlengkapan sholat."waktu kita nikah kemarin aqu belum sempat membelikan mukena untuk mu, mungkin sekarang waktunya"kata Dedy dan mengajak masuk ke dalam toko.


Sebenarnya Siska terbaru mendengar perkataan Dedy tadi dan tak menyangka mau di bawa ke sini,matanya berkaca-kaca tapi tidak sempat di lihat oleh Dedy.

__ADS_1


Masuk ke dalam mereka di sambut oleh seorang ibu yang sudah berusia 50 tahun."mau cari apa nak?"tanya ibu tersebut.


"cari mukena untuk istri saya, tolong ibu carikan yang paling bagus dan kainnya yang dingin."kata Dedy.


"ada...ayo sini nak..."kata ibu tersebut mengajak Siska sementara Dedy melihat sajadah.


Siska mengikuti ibu tersebut dan menunjukkan mukena yang di maksud dan Siska melihat mukena tersebut."mana yang paling bagus Bu?"tanya Siska.


"semua bagus kok coba tanya suaminya, mana yang dia lihat bagus maka itu saja di ambil"kata ibu tersebut


"Dedy...sini..."panggil Siska.


Dedy yang lagi sibuk melihat sajadah memberi kode sebentar."nak... kalau panggil suami sebaiknya jangan memanggil nya nama sebaiknya panggil Abang,mas, atau Uda walaupun dia lebih muda dari kita"kata ibu tersebut.


"oh... gitu ya Bu...?tanya Siska


"iya...tapi sepertinya suaminya lebih tua ya..."tanya ibu tersebut.


"mmmhhh...iya Bu..."jawab Siska yang bingung karena dia tidak tau mereka jarak berapa tahun.


Tak lama Dedy mendekati Siska yang memilih mukena."mana yang bagus?"tanya Siska


Dedy memperhatikan mereka yang di tunjukkan"ambil dua saja Bu...yang putih dan pink ya..."kata Dedy.


"pilihan suami mu cocok untuk mu"kata ibu tersebut pada Siska dan membuat dia tersipu malu.


Dedy membawa sajadah yang dia lihat tadi dan memberikan kepada ibu tersebut untuk di hitung."Bu...sama ini sekaligus di hitung..."kata Dedy.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like...like...


add favorit...


komentar yang membangun


serta


vote... vote... vote...


Terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2