Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.273


__ADS_3

Pagi hari di rumah sakit... keadaan ayah yang masih belum juga sadar, mamak yang dari tadi malam menunggui di samping suaminya.


Melihat suaminya yang tidak sadar juga jadi pas di pagi hari mamak mengantuk berat, jadi Retno yang menggantikan mamaknya.


"mak... kelihatan capek, jadi istirahat saja...biar aku yang jaga ayah."kata Retno


"tapi... kalau ayah bangun, biasanya cari mamak."


"tidur saja dulu, kalau ayah terjaga... nanti Retno kabari mamak."


Karena juga sudah ngantuk berat dan mamak takut ambruk juga, naik ke tempat tidur dan memejamkan mata.


Retno yang melihat ayah yang belum sadar, agak sedikit khawatir."Ya... Allah...semoga ayah cepat sadar."kata Retno dalam hati.


Sudah jam tujuh pagi...tiba tiba terdengar seseorang masuk ke dalam kamar.


Tok...tok...tok...


"Assalamualaikum..."


Ternyata Faisal yang datang dengan membawa tas dan perlengkapan makan, ke dua tangan nya membawa peralatan tersebut


"wa'alaikum salam..."jawab Retno.


Faisal meletakkan barang bawaan ke atas meja lalu melihat keadaan ayah.


"sudah sadar ayah kak...?"tanya Faisal.


"belum...tapi jam delapan nanti, dokter akan memeriksa keadaan ayah."jawab Retno.


Faisal yang mau kerja...tak mungkin dia permisi hari ini, dengan tak enak hati Faisal permisi mau kerja.


"kak...aku permisi dulu karena mau kerja... sebentar lagi Leli akan datang."kata Faisal


Retno yang mengerti keadaan adiknya,tak mungkin Faisal permisi hari ini.


"ya sudah... enggak apa-apa kalau kakak yang jaga, sebentar lagi Andi datang kok."kata Retno.


Setelah Faisal permisi untuk kerja,tak berapa lama Andi datang bersama Mila. Mereka berdua seperti membawa sesuatu untuk di makan.


Andi langsung melihat ayah sementara Mila meletakkan bawaan di atas meja.


"kak sarapan dulu...tadi Mila ada masak."kata Mila pada kakak iparnya.


Retno yang sudah lapar karena ada makanan di depan mata,mana mungkin dia lewatkan kesempatan ini.


"Alhamdulillah...ada sarapan, tau saja kalau kakak lagi lapar."kata Retno.


Mila senang melihat Retno makan dengan semangat,tak sia sia memasak di pagi hari.


"ya sudah kak...makan saja karena memang untuk di makan."


"rajin juga kamu ..ini semua kamu yang masak?"tanya Retno


Mila senang mendengar Retno yang sepertinya suka dengan masakan yang dia bawa.

__ADS_1


"iya kak... lagian biasanya aku bawa bekal saat kerja.


"oh... seperti itu...kakak makan dulu ya.*


Retno menyantap makanan yang di bawa Andi dan makan dengan lahap.


"Alhamdulillah...kak Retno suka dengan masakan ku."kata Mila dalam hati.


Andi yang melihat keadaan ayah nya ,sedih rasanya melihat ayah berbaring di rumah sakit.


Tiba tiba ayah seperti nya kejang...jadi andi dengan refleks berlari memanggil suster, sehingga membuat Retno yang lagi makan sontak berdiri.


"suster... suster... tolong ayah saya..."kata Andi keluar mencari keberadaan suster untuk menolong nya.


Dengan cepat perawat melihat keadaan ayah si ruangan nya. Ada dua perawat di ruang jaga, satu langsung melihat keadaan ayah dan satu nya menelpon dokter.


Mamak tidak menyadari apa yang terjadi karena dia lagi tertidur pulas. Retno dan Mila yang melihat ayah kejang,. sehingga membuat mereka jadi sedih. Tak terasa air mata menetes di pipi.


Satu perawat menyuntikkan obat kepada ayah...biar dia jadi tenang. Setelah di suntik perawat bertanya pada pihak keluarga.


"kalau boleh tau... kejang nya ini saja kan?"


"iya suster... dari tadi malam sampai sekarang belum sadar juga."jawab Retno.


"sabar ya Bu... saya akan berikan rekam medis pasien."kata suster


Di kasi obat penenang membuat ayah jadi tenang lagi. Tak berapa lama dokter datang ke kamar ayah di rawat,. setelah di periksa dokter minta salah seorang menemui nya.


"ibu anak dari pasien?"tanya dokter pada Retno.


"masih tahap observasi, doa kan saja semoga pasien sadar dan sehat sedia kala.


"baik dokter... terima kasih atas informasinya."


Dokter pun keluar dari ruangan kamar ayah tapi pas di pintu,jumpa dengan Andi.


"dokter... bagaimana dengan keadaan ayah saya?"tanya Andi.


Dokter yang mau cepat memeriksa pasien lain jadi dia memberikan pesan pada Andi.


"pak... temui saya jam sembilan di ruangan satu."kata dokter langsung pergi


"baik dokter..."jawab Andi dan masuk ke dalam.


masuk ke dalam melihat Retno duduk di samping ayah, melihat hal itu Andi juga sedih sekali melihat hal itu.


"kak... pagi ini aku ada meeting...jadi bisa kakak jumpai dokter jam sembilan?"tanya Andi pada kakaknya.


Retno melihat ke arah jam dinding yang menunjukkan jam delapan.


"baik lah... sebentar lagi abang juga datang."kata Retno


"Alhamdulillah...jadi aku setelah meeting akan kembali lagi."kata Andi.


"ya sudah...kamu pergi aja, nanti telat"kata Retno.

__ADS_1


"baik kak... terima kasih ya..."kata Andi


Mila pun berdiri ikut dengan Andi untuk kerja.


"kak...aku pamit ya... nanti ke sini lagi."kata Mila


"oke... hati hati di jalan."kata Retno.


Andi dan Mila pun pergi meninggalkan ruang ayah untuk bekerja. Naik sepeda motor berdua tanpa mereka sadari ada sepasang mata memperhatikan mereka berdua.


Leli...dia melihat Andi dan Mila naik kendaraan sepeda motor,.dia sengaja tidak menegur karena melihat Mila dia selalu emosi.


Masuk ke ruang ayah di rawat,ada Retno di sana dan mamak yang masih tertidur.


"kak...sama siapa jaga?"kata Leli langsung masuk ruangan.


Retno terkejut mendengar suara perempuan di pintu."kamu Leli... dari mana saja?"tanya Retno


"baru siap mengantar anak anak ke sekolah,kakak jangan marah marah melihat ku."kata Leli.


apa yang di katakan Leli ada benarnya juga, Retno selalu menahan emosi melihat adiknya.


"sabar Retno...ini rumah sakit dan jangan ribut di kamar pasien."kata Retno dalam hati.


Melihat ada menu lengkap di meja maka Leli pun duduk dengan posisi enak, lalu mengambil makanan yang ada di meja tersebut.


Retno yang melihat adiknya mengacak makanan untuk mamak, jadi dia pun menyisihkan untuk mamak.


"duh ... takut nya aku makan semua."kata Leli


"kamu itu..ke sini... harus bawa makanan bukan makan punya orang begini."kata Retno


"Kakak itu ya... selalu pelit... perhitungan dengan aku... padahal adik perempuan hanya aku seorang "kata Leli


Tersentuh juga Retno dengan perkataan adiknya, setelah untuk mamak di asingkan.


Lalu di biarkan nya saja leli makan dengan lahap pemberian Mila tadi.


"Leli... Leli...kapan kamu berubah... untung saja dapat suami seperti Faisal... yang bisa menerima mu apa adanya... bukan ada apanya..."kata Retno dalam hati.


BERSAMBUNG


***


Jangan lupa


like...


subscribe...


komentar yang membangun


terima kasih


🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2