Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.226


__ADS_3

Perjalanan Bulan Madu tak terasa sudah lima hari, jadi saat nya kembali... untuk melaksanakan aktivitas sehari-hari.


Lima hari pasangan pengantin baru honeymoon ke danau XX, menikmati indahnya sebagai pasangan baru.


pagi hari Mila sudah merapikan semua barang bawaan,dari satu koper jadi tiga .


"jadi banyak koper kita ya bang..."kata Mila


"iya...kamu dari kemarin belanja terus,jadi banyak lah..."jawab Andi.


"enggak apa apa lah... banyak yang mau di kasi lho...abang saja sudah berapa orang, belum lagi yang lain di anggap dekat."Mila menjelaskan.


"ya sudah... terserah kamu saja sayang... kalau sudah semua biar kita cek out "kata Andi


"sudah siap kok...yuk kita jalan saja sekarang."


Sambil memeriksa tempat tidur, laci dan toilet , mana tau ada yang ketinggalan.


"nah...ini perawatan di kamar mandi,."Andi membawa dari toilet.


"Astaghfirullah hal'azim...lupa aku bang,sini biar di simpan kan.


Sepasang suami istri itu pun berjalan turun ke bawah dengan menggunakan lift. Andi yang cek out setelah itu mereka pun masuk ke mobil untuk jalan pulang.


Di dalam mobil Andi membawa mobil sambil mengajak Mila cerita.


"bagaimana... honeymoon kita? kamu senang?"tanya Andi.


"Alhamdulillah...aku senang... terima kasih ya bang...lain waktu kita jalan lagi."jawab Mila


"mmmhhh...iya... setelah ini kita tinggal tempat mamak saja ya... karena abang sudah janji kemarin dengan dia."kata Andi sambil membawa mobil.


Mila yang sebenarnya belum siap untuk tinggal bersama keluarga Andi, tapi tidak bisa juga menolak. Dengan berat hati Mila menjawab.


"ya... terserah abang saja."


Andi merasa jawaban dari Mila yang tidak ikhlas,dia merasa tidak pas jawaban dari istrinya.


"seperti nya kamu enggak setuju?"tanya Andi.


"ih...abang kok merasa sensitif gitu... setuju kok Mila, tapi ya... bagaimana cara menjelaskan nya."


"iya... kenapa? kamu ragu? takut?"


"bukan begitu bang... selama ini aku biasanya tinggal dengan kedua orang tua,dan sekarang harus tinggal terpisah...jadi Mila jadi takut enggak bisa menyelesaikan diri."jawab Mila sambil menunduk.


Andi terdiam dan menarik nafas panjang mendengar jawaban sang istri.


"abang yakin kamu bisa menyesuaikan diri, secepatnya kita pindah, besok kita lihat lihat rumah."


"maaf bang...bukan maksud Mila memaksakan untuk kita cari rumah, kalaupun belum ada kita numpang tempat orang tua kita saja dulu."kata Mila merasa bersalah.


"enggak apa apa...abang ada tabungan untuk mencicil rumah atau kita beli saja, mungkin kamu belum tau banyak tentang Abang dan keluarga, begitu juga sebaliknya."kata Andi lagi.

__ADS_1


"iya...tapi insha Allah Mila berusaha mencintai dan mensyukuri nikmat yang Allah berikan, termasuk mendapatkan suami seperti abang."kata Mila


Deg...


Mendengar perkataan Mila sebagai istrinya, ada perasaan haru, bahagia mendengarnya.


Dia pun memeluk Mila dan mencium kening istrinya.


"terima kasih...abang juga sayang dan cinta dengan mu...insha Allah sampai maut memisahkan."


Mila mengangguk, tidak bisa mengeluarkan kata kata,. setetes air mata bahagia menetes di pipi.


"A...min..."kata Mila.


Andi menghapus air mata di pipi istri nya.


"Mila...kamu pasti bisa dekat juga dengan keluarga abang... mamak orang nya tidak pernah memaksakan kehendak,ayah juga... kalau Leli itu hanya sedikit manja saja dengan abang... karena mungkin kami dari kecil selalu bersama."kata Andi.


"iya...bang..."jawab Mila.


"terima kasih... sekarang kita melanjutkan perjalanan pulang ke rumah mamak ya..."


"iya..bang...insha Allah Mila akan belajar jadi istri yang baik ."kata Mila.


Andi tersenyum mendengar ucapan dari istrinya."a...min... terima kasih juga... salah nya kita di dalam mobil, kalau masih di hotel... pasti sudah abang unboxing lagi kamu."kata Andi


"ih...abang mesum ah...kita jalan sekarang saja."kata Mila sambil mencubit pinggang Andi.


"Mulai saat ini...kita harus saling terbuka... kuncinya saling komunikasi... jangan ada yang di tutupi... besok abang masih cuti, kita akan ke suatu tempat."kata Andi.


"mau kemana kita...?"tanya Mila


"surprise...lah... besok kita akan ke sana."


"kalau begitu...abang atur saja...,"kata Mila.


Dalam perjalanan Andi sangat bahagia, sesekali dia menggenggam tangan istrinya di sebelah. Tidak ada percakapan selama dalam perjalanan karena Mila tidak mau membuat Andi hilang konsentrasi nya.


Menempuh waktu beberapa jam akhirnya sampai ke kota tempat tinggal mereka, Andi mau mengajak Mila langsung ke rumah mamak, tapi bertanya dulu pada istrinya di sebelah yang ketiduran.


Di pom bensin mobil berhenti untuk membangunkan Mila yang ketiduran.


"Mila... bangun...kita sudah sampai..."kata Andi membangunkan sambil menyentuh bahu agar terbangun.


"mmmhhh... sudah di mana kita? hah... sudah sampai ya..."kata Mila


karena mobil sudah berhenti,dia berpikir kalau sudah sampai di rumah Andi...lalu di lihatnya di sekeliling...


"kita di mana? tapi ini kan di..."


"pombensin... sengaja abang berhenti di sini,ngisi minyak sambil membangunkan kamu."kata Andi.


"oh... kirain sudah sampai..."kata Mila mengucek mata lalu mengembalikan posisi tempat duduk.

__ADS_1


"kita makan dulu atau langsung ke rumah mamak?"tanya Andi yang sudah kelaparan.


"jam berapa ini..."kata Mila mencari keberadaan HP untuk melihat jam.


"Astaghfirullah hal'azim... sudah jam segini...kita makan sekarang aja bang."ajak Mila


"ya sudah...kita makan ke resto terdekat saja, abang juga sudah lapar."


Mencari resto yang terdekat karena sudah lewat jam makan siang, mencari makanan yang cepat di sajikan saja.


Duduk di lesehan lalu memilih makanan yang cepat di sajikan, yaitu ayam geprek.


"pesan ayam geprek dua dan mandi dua, enggak pakai lama" Andi pesan langsung ke tempat pembayaran, enggak mau menunggu lama.


Sementara Mila langsung mencari lesehan untuk duduk dan Andi mengikuti saja.


"kok langsung di pesan bang?"tanya Mila


"biar cepat...abang sudah lapar."


"pesan apa tadi?"


"ayam geprek...biar cepat...mau kan?"tanya Andi


"enggak apa apa...kira kira kita bawa apa ke rumah mamak?"tanya Mila yang enggak enak kalau bawa tangan kosong saja.


"apa ya... terserah saja...apapun pasti habis di rumah... karena banyak krucil di rumah."


"oh...gitu ya...beli bolu di toko roti saja..."


"boleh... boleh...mamak suka bolu pisang biasanya..."kata Andi.


Mila mengangguk saja karena pesanan mereka sudah datang sehingga konsentrasi pecah ke pelayan yang membawa makanan untuk mereka berdua.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like... like...


add favorit...


komentar yang membangun


serta


vote... vote... vote...


terima kasih


🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2