
Nadya dan Fatur sudah siap jadi mereka pergi berdua di antar oleh pak mien. Nadya senang sekali bisa bertemu dengan sahabatnya yang sudah lama mereka tidak jumpa.
Dalam perjalanan Fatur melihat adiknya yang ceria hari ini.
"Nadya... kelihatan nya kamu senang sekali?"kata fatur.
"bagaimana enggak senang mau jumpa dengan soulmate aqu bang, biasanya dulu waktu kerja dia lah teman qu"kata Nadya.
"dia itu seumuran dengan kamu Nadya?"tanya fatur penasaran.
"kami beda dua tahun,Mila yang lebih tua dari aqu bang"jawab Nadya.
Mobil berjalan dengan kecepatan biasa,pak mien sudah tau alamat yang di tuju jadi enggak perlu khawatir mencari alamat."bang aqu chat Mila, kita otw"kata Nadya.
Nadya mengetik dan mengirim pesan untuk sahabat.
Nadya
"Mila...kami sudah otw...kamu sudah sampai kan? aqu di antar sama pak mien"
Mila
"ini baru aja sampai sekarang aqu siap siap menunggu tuan putri mau datang ke rumah hamba"
Nadya
"wkwkwkwk...ya sudah tunggu tuan putri, pakaian rapi biar kita jalan ke mall"
Mila
"enggak bisa gitu...kamu turun dulu, minum air zam zam di rumah qu dulu baru kita bergerak"
Nadya
"siap Bu guru, 😚😚😚"
Mila
"oke...aqu tunggu di depan"
Mobil berjalan dengan kecepatan sedang, sekitar 20 menit kemudian sampailah mereka di depan rumah Mila. Nadya yang tidak sabaran turun duluan"kamu itu lagi hamil Nadya,hati hati kalau jalan. Kalau terjadi apa apa abang yang harus bertanggung jawab pada suami mu"kata fatur.
"iya bang...ini juga sudah pelan jalannya kok, ayo kita turun...Mila sudah menunggu kita"kata Nadya yang jalan duluan meninggalkan Fatur di belakang.
tok...tok...tok...
"Assalamualaikum...Mila..."
Nadya mengucapkan salam di depan pintu rumah.
Dari dalam Mila yang sudah menunggu, bergerak ke depan pintu karena mendengar suara Nadya yang tidak asing di telinga nya. Walaupun beberapa bulan ini mereka tidak bersama tapi Mila hapal betul ciri khas suara temannya itu.'
__ADS_1
"wa'alaikum salam... Alhamdulillah...kamu akhirnya sampai juga"kata Mila yang melihat Nadya sedikit pucat tapi perut nya masih rata.
"sudah berapa bulan kita enggak jumpa...aqu kangen sekali"kata Nadya yang memeluk erat sahabat nya.
"sama aqu juga kangen, sesekali ke TK jemput Nisa"kata Mila.
"selanjutnya saja karena aqu sebenarnya lagi mabuk berat tapi karena mau ketemu dengan mu jadi sehat aqu"kata Nadya.
"makanya sering sering ke TK biar kita ketemu, ayo masuk dulu. minum air zam zam kita"
"ya sudah air zam zam juga sehat kok"kata Nadya.
Mereka pun masuk ke dalam rumah, sampai di rumah Mila jam tiga sore,suasana rumah sepi karena anggota di rumah pada sibuk dengan aktifitas masing masing."mana yang lain ? kok sepi?"tanya Nadya
"biasa lah kalau jam segini semua sibuk dengan aktifitas masing masing,mama ada di kamar lagi tidur siang."jawab Mila
"Assalamualaikum..."kata fatur masuk ke dalam rumah dan duduk di dekat Nadya.
"wa'alaikum salam...oh...abang apaan sih, masuk aja"kata Nadya.
"oh... kirain tamu cari siapa gitu, ternyata saudara mu Nadya?"tanya Mila.
"iya... kenalkan ini bang Fatur, abang qu yang dulu pernah qu ceritakan"kata Nadya.
Mila melihat fatur dan begitu juga sebaliknya mereka saling pandang tapi tatapan Fatur biasa saja dan Mila hanya senyum dan memperhatikan fatur dan Nadya."kenalkan saya fatur""iya bang...saya Mila temannya Nadya"kata Mila sedikit canggung.
"duduk dulu ya...aqu mau ambil minum dulu"kata Mila ke belakang ambil kan minuman untuk tamu yang datang.
"Nadya pasti kamu enggak cerita kalau mau mengenalkan abang dan dia"kata fatur.
"kamu itu...suka ngerjain teman"kata fatur mencubit pipi adiknya.
Mila yang melihat keakraban antara Nadya dan fatur sambil membawakan baki yang berisi minuman dan cemilan yang ada. Nadya melihat bawaan Mila dan membantu meletakkan di meja."ih...ini bukan air zam zam, ternyata jus jeruk dan puding coklat. enak sekali,kamu yang buatkan?"tanya Nadya.
"iya... kalau puding sebentar juga jadi, jus tadi mama yang buat. panas begini enaknya minum yang segar segar"kata Mila.
"its...tau aja lagi panas begini, aqu mau cobain sekarang"kata Nadya.
"makan aja sekarang,di buat juga untuk di makan. silahkan bang di makan juga, nanti bisa di habiskan sendiri sama Nadya"kata Mila.
Nadya,Fatur dan Mila makan puding coklat yang di siapkan untuk mereka,tak terasa hari juga sudah sore. Jadi untuk pergi nonton juga nanggung, pasti lah sampai malam."Nadya...kita nonton nya hari minggu aja, kalau jam segini juga sudah nanggung"kata Mila.
Nadya berpikir sejenak dan melihat ke arah fatur yang mengangguk."betul apa yang di katakan Mila, lebih baik hari Minggu. kita keluar juga dari jam 10 terus keliling mall,makan baru nonton. Setelah nonton boleh makan lagi atau langsung pulang ke rumah"kata fatur menjelaskan.
Karena seperti kalah suara akhirnya Nadya mengikuti suara yang terbanyak saja."kalau seperti itu ya enggak masalah,tapi janji ya... bumil enggak boleh di bohongi"kata Nadya melihat fatur dan Mila.
"iya...janji..."kata fatur dan Mila bersamaan.
"is...pada kompak jawaban nya"kata Nadya.
Mila dan Fatur saling pandang dan tersenyum dengan kata dari Nadya.
__ADS_1
Tak terasa azan ashar berkumandang, jadi setelah azan Fatur dan Nadya berpamitan untuk pulang."numpang sholat dulu kita Mila, bisa-kan?",tanya Nadya.
"oh... boleh ayo ke ruang sholat"ajak Mila.
"Abang ke mesjid aja kamu aja di sini"kata fatur keluar rumah
Jadi Nadya yang sholat di rumah Mila, setelah sholat Nadya menunggu fatur di rumah Mila sementara. Tak berapa lama pak mien ke rumah"Assalamualaikum...ini ada titipan bapak untuk teman ibu Nadya"kata pak mien pada Nadya.
"maksudnya dari bang Dafi"tanya Nadya.
"iya...pak Dafi hari ini enggak bisa ikut karena tiba tiba ada meeting penting Bu"kata pak mien.
"oh... terima kasih pak mien"kata Nadya mengambil bungkusan kue kotak bolu Merantin dari Dafi.
"ini rezeki mu Mila dari bang Dafi, aqu aja lupa beli kue untuk mu"kata Nadya.
"terima kasih banyak,ini rasa keju kesukaan qu...itu karena kamu fokus pada acara nonton kita,jadi enggak kepikiran ke situ."kata Mila.
Tak berapa lama ternyata fatur sudah kembali dan mengajak Nadya pulang karena sudah sore."sudah sore dek,kita pulang ya..."ajak Fatur.
"kami pamit dulu ya... ingat hari minggu aqu jemput"kata Nadya.
"iya...insha Allah aqu bisa"jawab Mila.
Nadya pun memasuki mobil yang di ikuti oleh Fatur dari belakang"hati hati di jalan"pesan Mila yang berdiri di depan pagar rumah mereka.
Di dalam mobil Nadya penasaran dengan kue bolu Merantin menanyakannya."pak mien kapan pak Dafi mengirimkan kue itu karena enggak pernah dia melakukan itu"kata Nadya.
"maaf Bu sebenarnya itu bukan dari pak Dafi tapi dari..."pak mien melihat ke arah Fatur.
"itu tadi abang yang minta tolong sama pak mien untuk belikan, waktu kamu turun duluan tadi dari mobil. masa jumpa soulmate enggak bawa apa apa,malu dong"kata fatur.
"oh... ternyata... dari...bang fatur..."kata Nadya sambil melihat ke arah Abang nya.
"Nadya kok enggak sampai ke situ ya... pikiran nya..."kata Nadya sambil menggaruk kepala yang tidak gatal dan senyum cengengesan.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like...like...
add favorit...
komentar yang membangun...
serta
vote... vote... vote...
__ADS_1
Terima kasih
🙏🙏🙏🙏🙏