
Jam menunjukkan pukul 14:00wib, Nadya sudah siap untuk pulang kerja. Karena ada janji dengan Dafi dia sudah rapi dan menunggu di halaman sekolah, duduk di ayunan besar yang bisa di duduki orang dewasa.
Tak lama kemudian terdengar bunyi klakson mobil.
Tin...
Tin...
Tin...
bunyi klakson dan HP Nadya berdering, dan mau diangkat ternyata dari Dafi, waktu mau di angkat tiba tiba mati. Ternyata dia miscall aja kata Nadya dalam hati. Lalu Nadya bergerak menuju klakson mobil, di lihat nya itu mobil Dafi diapun berjalan menuju mobil.
Dafi yang melihat Nadya mendatangi mobil nya, dengan sigap Dafi keluar dan membukakan pintu mobil."silahkan sweet heart" kata Dafi dengan senyuman .
Melihat Dafi membukakan pintu mobil Nadya pun masuk ke dalam mobil."Terima Kasih" kata Nadya dengan ceria. perlakuan Dafi yang selalu perhatian untuk nya, membuat hati Nadya luluh. Aduh bagaimana aqu bisa menolak ayah Nisa ini, perlakuan yang selalu menyenangkan.
Setelah Nadya masuk ke dalam mobil, dia pun masuk juga dan menjalankan mobil.
"mau kemana kita bang"Nadya berinisiatif untuk bertanya terlebih dahulu karena penasaran mereka mau kemana.
"mau ke mall"jawab Dafi singkat karena dia lagi menyetir mobil. Nadya tidak mau bertanya lagi karena Dafi fokus menyetir .Setahu dia kalau laki laki itu tidak bisa melakukan dua pekerjaan sekaligus. Berbeda dengan perempuan, dalam satu kegiatan bisa melakukan dua pekerjaan sekaligus. seperti sambil memasak bisa telponan.
Tak berapa lama mereka pun sampai ke mall yang di tuju."sudah sampai bang?" tanya Nadya
"sudah...ayo kita turun" kata Dafi
Memasuki mall tersebut mereka jalan beringin, tapi tiba tiba Dafi memegang tangan Nadya, Dia sedikit terkejut. Tapi Dafi santai aja dan tidak melihat ke arah Nadya.merekapun jalan berdua dengan bergandengan tangan.
"ayo kita ke sana" ajak Dafi
Nadya mengikuti Dafi aja dan mereka pun sampai di depan sebuah toko perhiasan. Ternyata bang Dafi mengajak ke toko perhiasan. "ayo kita masuk" aja Dafi lagi.
"mau ngapain kita ke sini"tanya Nadya dengan polosnya
"beli cincin untuk mu sweet heart, sebenarnya Abang mau membeli sendiri.tapi nanti ukuran nya enggak cocok" kata Dafi
" enggak perlu la bang"Nadya merasa terlalu berlebihan untuk acara makan malam dua keluarga harus pakai hadiah segala.
"Abang yang mau beli, Abang mau menunjukkan sama ayah mu keseriusan pada mu sweet heart" kata Dafi
"kemarin ayah ngomong apa"Nadya penasaran
"enggak ada ngomong apa apa, hanya sebagai seorang ayah yang melindungi anak perempuan semata wayang"kata Dafi
mendengar itu Nadya tersenyum dan pipi nya merah merona. mereka pun masuk ke dalam toko perhiasan dan melihat lihat cincin,tiba tiba penjaga toko mendatangi mereka.
"ada yang bisa saya bantu bapak & ibu" tanya penjaga toko.
"kami mau mencari cincin untuk mba ini"jawab Dafi sambil menunjuk Nadya
__ADS_1
"oh...ada, di bagian sana"kata penjaga toko menunjukkan tempat bagian cincin.
Dafi dan Nadya melihat banyak koleksi cincin yang membuat mereka bingung."ada Belian?" tanya Dafi
"ada pak"penjaga toko mengeluarkan koleksi berlian yang ada
"kamu mau yang mana" tanya Dafi ke Nadya
"cantik semua bang, jadi bingung memilih nya"jawab Nadya
Lalu penjaga toko berkata."boleh saya jelaskan sedikit jenis berlian ini?" tanya penjaga toko
"Silahkan"jawab Dafi
"ini ada 10 jenis berlian yang tersedia"kata penjaga toko dan menunjukkan satu persatu
"ini namanya round cut, princess cut, cushion cut, emerald cut, asscher cut, radiant cut, oval cut, marquise cut, pear cut, heart cut.
Mendengar banyak macam berlian yang di jelaskan penjaga toko, Nadya hanya suka dengan berlian yang terakhir."Coba lihat yang heart cut"
Penjaga toko memberikan pada Nadya untuk melihat berlian yang di pilih Nadya."ini mba"
Nadya mencoba memakai di jari manisnya dan melihat pada Dafi."bang coba lihat ini, cantik kan?" kata Nadya pada Dafi
"Cantik dan cocok di jari kamu"kata Dafi sambil melihat yang lain juga"mba coba lihat yang princess cut dan oval cut" kata Dafi pada penjaga toko
Nadya pun mencoba pilihan yang di berikan kepada nya, tapi dia sudah jatuh hati pada pandangan pertama nya. Jadi enggak mau dengan pilihan yang lain.
Dafi pun melihat mana yang cocok untuk Nadya dan ternyata pilihan pertama juga dia pilih."yang heart cut aja mba" kata Dafi kepada penjaga toko.
"ini memang simpel pak, cocok untuk yang mau bertunangan atau di berikan kepada pacar"kata penjaga toko
Tau aja mba ini untuk mengikat Nadya dalam hati Dafi berkata."pembayaran cash atau pakai kartu tanya penjaga toko
"pakai kartu aja"jawab Dafi sambil mengeluarkan black card yang ada di dompet nya.
Penjaga toko pun mengambil kartu dan melakukan transaksi pembayaran di mesin EDC /Electronic Data Capture, yang biasa di pakai untuk pembayaran kartu debit, kartu kredit.
Setelah melakukan pembayaran maka penjaga toko mengemas belanjaan Dafi dan memasukkan ke dalam paper bag."ini berang belanjaannya pak, lengkap semua ada di dalam kotak perhiasan" kata penjaga toko
"ya" kata Dafi dan menunjuk ke arah Nadya kepada penjaga toko untuk memberikan ke Nadya
"terima kasih, semoga tidak mengecewakan" kata penjaga toko.
"ya mba" kata Nadya.
Setelah itu mereka pun menuju ke luar toko, tetapi tiba tiba ada yang memanggil.
"Dafi" panggil seseorang
__ADS_1
Karena namanya di panggil Dafi mencari sumber suara dan ternyata ada di dalam toko.
"kenapa enggak bilang kalau kemari"kata Budi yang punya toko perhiasan tersebut.
"hanya beli cincin kok"kata Dafi
"untuk orang spesial kan?" kata Budi tanpa basa basi
"kamu biasanya ke sini juga sama mama mu aja, enggak pernah sama cewek"kata Budi sambil melihat Nadya di sebelah Dafi
"tau aja untuk orang yang spesial, kenalkan ini Nadya"kata Dafi sambil memperkenalkan pada Budi
"Nadya" kata Nadya sambil menerima uluran tangan Budi
Budi menyalami Nadya sambil berkata"pasti calon mu kan"
"tau aja kamu"kata Dafi
"tau lah, kamu itu kalau enggak suka mana mungkin kamu bawa kemari"kata Budi.
"oke lah kami buru buru"kata Dafi
"silahkan"kata Budi
Dafi dan Nadya pun keluar dari toko mau pulang ke rumah."kita makan?" tanya Dafi
"enggak usah bang, sudah jam berapa ini? kasian mama di rumah, pasti lagi repot!"Nadya berkata
"tapi Abang haus"kata Dafi
"kita pesan drive thru aja" kata Nadya
Mereka pun menuju parkiran dan melewati restoran cepat saji yang menyediakan pelayanan pesanan dari mobi/Drive thru. Dan pesanan mereka di makan di dalam mobil saja. Dafi menyetir sementara Nadya menyuapi kentang goreng ke Dafi. Mobil pun menuju rumah Nadya.
*****
Terima kasih sudah mampir di sini
Jangan lupa like...like...like...
Dan add favorit
Juga vote... vote... vote...
Please mana komentar nya...
Tentu nya yang membangun...
🙏🙏🙏
__ADS_1