
"Assalamualaikum..." orang di depan pintu mengucapkan salam.
Dengan senyuman yang manis mama menjawab salam tersebut sambil membukakan pintu rumah
"Wa'alaikum salam..."melihat orang yang datang mengetuk pintu adalah suami tercinta.
"Alhamdulillah... ayah sudah pulang..."kata mama
Ayah yang melihat istrinya dari membuka pintu sudah memberikan senyuman yang manis, tidak seperti biasanya."tumben nih mama senyum nya semanis ini.
Ayah melihat mama dengan wajah datar dan memegang kening istrinya dengan telapak tangan kanan.
"enggak panas... sehat..."kata ayah
Tingkah ayah membuat mama jadi kesal sendiri melihat nya.
"apaan sih ayah...mama sehat kok..."kata mama sambil menutup pintu.
"tumben kamu senyum dan cengengesan seperti itu... seperti anak ABG saja."kata ayah
"mama ada kabar gembira...tapi ayah ganti baju saja dulu, bersih bersih..."kata mama.
Ayah yang masih capek dan penat karena rutinitas di kantor,jadi dia hanya mengikuti apa yang di perintahkan oleh istrinya.
Mama pun menyiapkan keperluan ayah dan mengambil pakaian kotor, meletakkan tas kerja ke tempat semula.
Keluar kamar untuk membuatkan teh putih biasa dan memotongkan mangga yang di beli oleh Mila semalam. Setelah selesai bersih bersih dan ashar, ayah keluar dari kamar.
Melihat ada buah mangga yang sudah di potong, membuat ayah selera untuk menyantapnya.
"ma...beli mangga di mana?"
"yang Mila beli semalam, ayah pasti lupa... kalau mama habiskan pasti ayah enggak tau"
"mmmhhh...tega nya kalau seperti itu, apakah mama sanggup..."kata ayah.
"ya sudah...kita makan sekarang aja ini,mana mama mau ashar lagi."
"ashar saja dulu..."
"enggak...siap ashar mangga pun habis "kata mama
Mereka berdua suka dengan buah mangga jadi kalau ada mangga,makannya akan jadi rebutan.
Setelah selesai makan mangga maka mama pun ashar terlebih dahulu.
Mila yang sebenarnya lapar perut nya tapi enggak selera melihat nasi, jadi dia pun bangun dari tempat tidur untuk makan.
Melihat ayah dan mama lagi makan mangga berdua di depan televisi
Mama melihat Mila yang bangun dan duduk di meja makan.
"Mila...kamu mau makan?"tanya mama sambil bangun dari tempat tidur
"iya...ma..."jawab Mila
Mama pun membuka tudung saji, melihat makanan yang sudah di buka, tapi Mila tidak selera juga untuk mengambil nya.
__ADS_1
"makan sedikit jadi... yang penting berisi Mila... kasian anak yang ada di dalam."kata mama
"mama ngomong apa sih...aku masih telat dua minggu."kata Mila
"Astaghfirullah hal'azim...nih anak...mama saja dulu... telat seminggu langsung positif... sampai Andi nanti...kamu harus periksa ke rumah sakit atau setidaknya beli test pack."kata mama
Mila tidak membantah mama nya karena kepala nya juga pusing.
"kamu minum teh hangat dulu... biar mama buatkan."
Sementara Andi yang sudah mau pulang kerja, semua sudah sepi...jadi tinggal dia keluar dari kantor. Dafi tadi pulang cepat , saat dia sampai di kantor lalu bos nya itu pun keluar.
Menuju parkiran dia pun mau bawa mobil atau sepeda motor."mau naik apa ya...? mobil atau sepeda motor? tapi mana tau Mila mau pulang...bawaan baju dia lagi...dan biasanya mama banyak membawakan sesuatu untuk di rumah...ya sudah...bawa mobil lagi."kata Andi dalam hati.
Keluar dari kantor dan melihat pak satpam yang ada di sana."duluan ya pak..."kata Andi
"ya pak...hati hati di jalan."kata pak satpam
Menyusuri jalan yang macet jadi Andi mencari jalan alternatif, karena menuju rumah mertua lebih cepat kalau melalui jalan alternatif jika dari kantor.
Sampai di rumah ternyata sudah jam lima lewat, masuk ke rumah yang membukakan pintu adalah mama.
"Andi... sudah jadi beli pesanan Mila?"tanya mama
Bingung dengan pertanyaan dari mertua
"pesanan apa ma? perasaan Mila enggak ada chat dari tadi."jawab Andi.
Mama seperti mau marah mendengar jawaban dari Andi
"apaan sih si Mila...mama sudah katakan sama dia kalau kamu pulang ke rumah... belikan test pack."kata mama
"untuk di test lah...kamu coba lihat istri mu... dari tadi pagi enggak selera makan, pesan lontong hanya tiga suap saja, trus makan apel asam aja...mama kan jadi khawatir."kata mama
Andi langsung masuk ke dalam mendengar omongan dari mama, masuk ke dalam kamar...
Melihat Mila yang berbaring dan melihat Andi yang sudah pulang.
"sudah pulang bang?"tanya Mila pada suaminya.
Dengan wajah datar mendekati Mila, dia mau menanyakan langsung pada istrinya sendiri.
"kamu sakit?"tanya Andi
"sedikit... kepala ku pusing."kata Mila
"kata mama kamu belum makan? mau makan apa? biar abang beliin."kata Andi
"apa ya... lidah ku seperti nya pingin makan asam saja.",kata Mila
"jadi mau apel hijau lagi ?"kata Andi
"boleh...tapi kalau ada beli somboi merah atau putih... yang biasanya tukang rujak ada "kata Mila
Menelan Slavina dan menarik nafas serta menggaruk kepalanya yang tak gatal karena sudah sore...mana ada tukang rujak yang mangkal.
"kalau somboi itu besok lah abang carikan, sekarang untuk makan berat nya mau apa?"
__ADS_1
"enggak tau...abang selera nya makan apa?"tanya Mila
"kok selera abang yang di tanya?"
"enggak tau...coba abang pikirkan mau makan apa selain nasi?"tanya Mila
Andi berpikir sejenak karena dia harus menyebutkan makanan yang bisa membuat Mila kenyang.
"mie goreng,mie tiaw,mie Aceh? atau roti tawar, coklat, roti tawar campur cake?"
"enaknya beli mie aceh kayaknya ada acr bawang dan cabe rawit serta pakai asam."kata Mila
"ya sudah...abang keluar dulu membeli mie aceh...biar kamu makan.,"kata Andi
"jangan lupa...apel hijau nya trus testpack."kata Mila
Andi yang bingung mau beli testpack, untuk apa fungsinya.
"testpack itu untuk apa?"tanya Andi
"untuk ngetes lah..."
"apa yang mau di tes?"tanya Andi yang memang tidak tau.
Mila baru menyadari kalau suaminya itu tidak tau maksud mamanya tadi dan permintaan nya yang asam asam.
"bang...aku sebenarnya sudah telat dua minggu, terakhir dapat haid saat kita nikah, ingat?"tanya Mila
Andi senyum dan senang mendengar istrinya bicara, mendekati, memeluk dan mencium b*b*r istrinya.
"mmmhhh...bang... udah ah...aku lapar..."kata Mila
"Alhamdulillah... sebentar lagi kita punya anak...ya sudah...abang beli pesanan mu tadi."kata Andi dengan penuh semangat.
"iya...tapi jangan pakai lama...aku sudah lapar nih..."kata Andi
"kalau begitu...abang pinjam sepeda motor ayah...biar cepat."kata Andi
"pinjam saja... jangan lama lama ya..."pesan Mila.
Andi pun keluar kamar dan meminjam sepeda motor ayah, biar cepat membelikan pesanan Mila.
BERSAMBUNG
***
Jangan lupa
like
subscribe...
komentar yang membangun
serta
bintang lima
__ADS_1
terima kasih
🙏🙏🙏