Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.132


__ADS_3

"Assalamualaikum...Mak...Mak..."ucapan salam seorang anak perempuan yang memakai baju putih abu-abu masuk ke dalam rumah.


"wa'alaikum salam...ada apa panggil mamak"jawab mamak Dedy dari dapur menyambut anak perempuan nya pulang sekolah.


"itu Mak...di depan ada mobil, punya siapa?" tanya anak perempuan itu penasaran.


"oh...itu...Dedy pulang bawa mobil"jawab mamak.


"apa Mak? bang Dedy sudah pulang? mana dia Mak?"tanya anak perempuan itu.


"oh...ada di sebelah..."jawab mamak.


Anak perempuan itu senang karena abang yang di tunggu pulang apa lagi bawa mobil,"bang... Dedy...bang Dedy..."mencari keberadaan abang nya.


Ternyata Dedy di samping rumah lagi duduk bersama Siska."bang Dedy..."kata anak perempuan itu dan heran melihat seorang gadis cantik di samping abang nya.


"Rahma...kamu sudah pulang sekolah? sini duduk"kata Dedy.


Rahma mengikuti perintah dari abang nya dan melihat ada seorang gadis cantik di sebelah dan dalam hatinya penuh dengan tanda tanya."siapa yang di sebelah bang Dedy"kata Rahma dalam hati.


"sudah bang, ini baru sampai"jawab Rahma dan melihat ke arah Siska seperti bertanya siapa di sebelah abang nya.


"oh...ini kak Siska... istri bang Dedy"kata Dedy.


"apa... sejak kapan bang Dedy menikah?aduh... pasti kak Siti sedih mendengar bang Dedy sudah menikah"kata Rahma menjelaskan tanpa rasa bersalah.


"kamu itu... banyak kali ngomong nya,Salim sama kak Siska"kata Dedy.


Rahma yang di peringatkan oleh Dedy mendekati Siska dan menyalim kakak iparnya itu.


"saya Rahma kak..."kata adek Dedy memperkenalkan diri.


"saya Siska..."


"kakak cantik dan tangannya lembut sekali..."kata Rahma.


"terima kasih..."jawab Siska.


"bang...jam berapa sampai?"tanya Rahma.


"baru kok...kami baru aja makan"jawab Dedy.


"oh...aqu makan dulu... sudah lapar"kata Rahma.


"iya... Tito mana ? kok belum sampai?"tanya Dedy karena adek yang satu lagi belum nampak batang hidungnya.


"paling dia dapat jadwal piket...jadi pulang jam 3, setengah jam lagi dia sampai"jawab Rahma yang memasuki dapur untuk makan.


Tinggal Dedy dan Siska duduk berdua di sebelah rumah, biasanya mereka jarang melakukan hal tersebut. Karena lokasi yang sekarang ini Siska tidak menguasai maka dia dekat dengan Dedy.

__ADS_1


"adik kamu sebenarnya berapa?"tanya Siska.


"adik ku dua ,.satu perempuan namanya Rahma duduk di SMA kelas tiga dan satu Tito duduk di bangku SMP kelas dua"jawab Dedy.


"jarak umur Rahma dan kamu berada tahun?"


"sepuluh tahun, dulu qu pikir jadi anak tunggal, tapi ternyata dapat adik dua lagi"kata Dedy.


"oh... kalau jadi anak tunggal mana enak, enggak ada saudara.aqu saja yang dua bersaudara terasa sedikit, apa lagi abang qu lebih suka tinggal di luar negeri"jawab Siska.


"abang mu sudah berkeluarga di luar negeri?"tanya Dedy.


"sudah...tapi istrinya orang Indonesia jadi pasti akan kembali ke tanah air"jawab Siska.


"apakah papi yang mencarikan jodoh untuk abang mu?"


"bisa di bilang seperti itu mereka di perkenalkan oleh kedua orang tua karena cocok ya mereka lanjut"jawab Siska.


"Dedy... Dedy... Dedy..."mamak memanggil anaknya.


"ya...Mak...ada apa...?tanya Dedy.


"kalian masih capek bawa istri mu istirahat ke dalam"kata mamak.


"iya...Mak... sebentar lagi kami masuk"jawab Dedy.


"baik Mak..."jawab Dedy.


Lalu Dedy membawa Siska ke dalam kamar yang tadi dia bersihkan. Siska melihat di sekeliling kamar yang ternyata sangat kecil di banding dengan kamar di rumah nya,mana kamar mandi tidak ada di kamar, AC yang juga tidak ada"maaf... kamar ini tidak seperti di rumah mu"kata Dedy.


Siska tidak menjawab tapi terlihat dari wajahnya dia kalau seperti tidak bisa melihat keadaan kamar. Dedy menutup pintu kamar agar mamak tidak mendengarkan pembicaraan mereka berdua.


"Dedy...aqu bingung... bagaimana aqu bisa tidur dengan keadaan seperti ini, tempat tidur bisanya king size sekarang dengan? kamar mandi juga di luar kamar"kata Siska.


"sebelumnya aqu minta maaf... kalau kamar besok kita cari AC di kecamatan atau kabupaten tapi untuk kamar mandi dari kamar kamu bawa baju ganti atau pakai jubah mandi yang biasa kamu pakai"usul Dedy.


"Terserah kamu saja...aqu mau coba untuk istirahat siang di kamar ini tapi sepertinya aqu ragu bisa istirahat dengan nyaman"kata Siska.


"cobalah dulu...tapi tolong kalau mau marah jangan kuat ngomong nya nanti kedengaran dari luar karena kamar ini tidak kedap udara"kata Dedy.


"mmmhhh..."jawab Siska dengan wajah marah dan cemberut melihat suaminya.


"kalau mau marah...kita ke dalam mobil... cari tempat yang aman untuk marahan"kata Dedy lagi.


"terserah... sudah... keluar sana di tunggu mamak mu"kata Siska.


Dedy keluar dari kamar dan mencari keberadaan mamak nya. Ternyata yang di cari berada di dapur bersama Rahma dan Tito yang sudah pulang."Tito...kamu sudah pulang?"kata Dedy.


Tito yang di panggil Dedy mendekati dan menyalim abang nya itu.,"iya bang baru sampai,ini mau makan dulu"jawab Tito.

__ADS_1


Rahma yang juga duduk di situ mau mengajak abangnya"bang...jalan keliling kampung kenapa... sambil bawa mobil baru"ajak Rahma.


"oh... boleh... tapi izin sama kak Siska karena itu mobil dia"jawab Dedy.


"ih...abang saja yang minta izin aqu kan segan karena belum begitu akrab"jawab Rahma.


"makanya kamu mengakrabkan diri sama kakak ipar mu, dia baik dan banyak uang nya"kata Dedy.


"oh... gitu ya bang?"tanya Rahma.


"coba aja..."jawab Dedy.


Mamak yang mendengar jawaban Dedy jadi penasaran dengan pernikahan mereka, jadi dia mau menang sendiri pada anaknya."boleh kita ngobrol berdua lagi Dedy?"tanya mamak


"boleh Mak..."jawab Dedy


"kalau begitu kita ngobrol berdua di kamar mamak dan kalian berdua tidak boleh ikut"kata mamak pada anak anak nya.


Akhirnya mamak berdiri dan masuk ke dalam kamar nya dan di ikuti oleh Dedy dari belakang, sampai di kamar mamak duduk di tepi tempat tidur dan Dedy di hadapan jadi mereka saling berhadapan.


"sekarang...mamak minta kamu cerita dengan jujur kenapa bisa menikah dengan Siska?"tanya mamak.


"ampun...Mak... sebenarnya kami menikah karena kecelakaan...Dedy khilaf Mak...ampun...Mak..."kata Dedy


Seperti di sambar petir mendengar pengakuan dari anaknya,mamak sedih dan tanpa senjata mengeluarkan air mata."mamak...kecewa mendengar cerita kamu...jadi kenapa kalian bisa menikah?


"karena orang tua Siska memergoki kami di dalam kamar..."jawab Dedy...


"apa...???"kata mamak.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like...like...


add favorit...


komentar yang membangun


serta....


vote... vote... vote...


Terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2