
Setelah lima belas menit pak Anto masuk ruangan dengan seseorang yang tidak asing dengan Siska dan Dedy. Membuat sepasang suami istri itu saling pandang, Siska melihat seseorang di hadapannya dan orang yang di rindukan nya...
Siska memperhatikan dengan jelas, apakah itu...
"papi...kenapa ada di sini ?"kata Siska tanpa sengaja keluar dari mulut nya.
"iya... apakah ada hubungan semua ini dengan papi...?"kata Dedy juga.
Pak Kusuma yang masuk ruangan di belakang pak Anto. Dedy yang melihat papi mertuanya berlari mendekati dan menyalim punggung tanganya."Assalamualaikum...papi..."kata Dedy yang bingung mau bicara apa.
"Wa'alaikum salam...apa kabar kalian?" kata pak Kusuma
"Alhamdulillah.... sehat...papi..."jawab Dedy sedikit gugup karena tak menyangka kalau papi mertua ada di sini.
Pak Kusuma melihat putri satu-satunya yang sudah lama tidak bertemu, sebagai seorang papi juga rindu pada anaknya yang biasa serumah dengan nya.
Jalan perlahan tapi pasti di dekati nya Siska."putri tercantik qu...papi kangen dengan mu nak..."kata pak Kusuma mendekati Siska dan memeluk dengan erat.
Siska memeluk erat pak Kusuma,tanpa di sadari air mata keluar dari pipinya."pasti semua ini ulah papi..."tebak Siska langsung pada pak Kusuma.
"ih...anak usil... menebak langsung papinya... bukannya rindu..."kata pak Kusuma pada Siska.
"habis papi...ngerjai kami sih..."kata Siska.
"papi mau ikutan trend anak sekarang Ngeprank sepasang suami istri yang lagi mabuk kepayang... wkwkwkwk..."kata pak Kusuma.
"papi... enggak lucu tau..."kata Siska mencubit pinggang papinya.
"enggak boleh marah...biar berwarna dan kelihatan saling menguatkan perasaan kalian berdua"kata pak Kusuma.
"ih... alasan papi saja"kata Siska
Bu Zubaidah melihat menantunya Siska yang lagi bersama pak Kusuma. Terlihat kalau Siska anak orang berada, pak Kusuma yang masih terlihat gagah walaupun sekarang memakai kaos oblong.
Setelah saling melepas rindu dengan papinya Siska mau memperkenalkan mertua nya dengan papinya. Di lihat nya Dedy yang ternyata sudah di samping Bu Zubaidah dan Siska memberikan isyarat untuk memperkenalkan pak Kusuma dan Bu Zubaidah.
Dedy akhirnya angkat bicara."papi kenalkan ini mamak saya Bu Zubaidah"kata Dedy.
Pak Kusuma melihat ke arah Bu Zubaidah dan mengangkat tangan untuk bersalaman"salam kenal Bu...saya papinya Siska... bagaimana selama sebulan lebih dengan ibu...mudah mudahan tidak merepotkan..."kata pak Kusuma.
"saya mamak Dedy... enggak merepotkan kok pak...Siska bisa beradaptasi di sini"kata Bu Zubaidah.
"Alhamdulillah... kalau begitu... karena dia ini anak manja, syukur kalau bisa beradaptasi di sini"kata pak Kusuma
Pak kades yang tadi permisi ke dalam akhirnya masuk ke ruangan bersama seseorang, Siska melihat orang di sebelah pak kades dan langsung mendekati nya.
"mami..."kata Siska berlari mendekati Bu Mona.
__ADS_1
"Siska...anak mama..."kata Bu Mona dan memeluk putrinya yang sudah sebulan lebih tidak di lihat nya.
Ibu dan anak itu saling berpelukan erat dan saling melepas rindu."kamu makin gendut tapi cantik..."kata Bu Mona.
"mami...bukan gendut tapi bohay..."kata pak Kusuma.
"ih...itu sama saja papi...kata Siska.
Pak kades yang berada di antara mereka memberikan pengarahan agar tidak ada lagi kesalahan pahaman."Alhamdulillah... seperti nya pak Dedy dan keluarga sudah memahami drama singkat ini ya..."kata pak kades.
Dedy hanya tersenyum mendengar ucapan dari pak kades,mana mungkin dia marah karena di balik semua ini adalah rencana dari pak Kusuma yaitu mertuanya sendiri.
"ya pak...tapi kenapa bisa pak Anto yang jadi peran antagonis nya..."kata Dedy.
"kalau itu tanyakan pada pak Kusuma... karena dia yang memilihnya"jawab pak kades.
"wah... kalau begitu saya enggak berani nanya ..."kata Dedy.
Pak Kusuma pun menjelaskan kenapa pak Anto yang terpilih."begini ceritanya... sebelum drama ini di buat,saya sudah mempercayakan kepada detektif kantor kami, dia yang turun langsung dan melihat situasi siapa yang cocok memerankan."kata pak Kusuma
"ya...jadi karena Siti yang selalu dekat dan datang di keluarga Bu Zubaidah makanan terpilih lah pak Anto"kata pak kades menjelaskan.
"oh... seperti itu cerita nya... kata Dedy.
Ternyata pak kades mengetahui skenario jalan ceritanya."jadi untuk itu saya mohon keluarga pak Anto dan Bu Zubaidah saling bersalaman dan saling meminta maaf"kata pak kades.
"saya minta maaf atas kejadian ini...saya enggak masalah kok kalau Dedy bukan jodoh anak saya..."kata pak Anto.
"saya juga minta maaf pak... kalau ada kesalahan yang di sengaja maupun tidak di sengaja"jawab Dedy.
Setelah itu semua yang ada di dalam ruangan saling bersalaman dan meminta maaf atas kejadian ini.
Pak kades merasa lega karena sudah selesai masalah mereka hari ini.
"jadi semua masalah sudah selesai ya... tidak ada dendam lagi...saya sebagai kepala desa juga meminta maaf apa bila ada kesalahan yang sengaja maupun tidak di sengaja."kata pak Kades.
"maaf..."jawab semua yang ada di dalam ruangan.
Pak kades melihat ke arah jarum jam yang ternyata mau masuk makan siang."untuk itu semua yang ada di ruangan...saya mengundang untuk makan siang di rumah"kata pak kades.
"iya pak kades...kami ke rumah bapak..."jawab Dedy.
Semua yang ada di ruangan akhirnya keluar karena sudah di bubarkan oleh pak kades.
Siska yang rindu pada kedua orang tua nya permisi mau ikut mobil papi dan mami nya.
"mas...aqu ikut mobil mami ya..."kata Siska
__ADS_1
"mmmhhh...ya...mas juga mau jemput Rahma dan Tito"jawab Dedy yang sebenarnya keberatan.
"terima kasih ya mas...Mak permisi naik mobil papi ya..."kata Siska
"ya... pergi lah... lagian kamu pasti rindu sama mereka"jawab Bu Zubaidah.
"terima kasih mak...mas sama mami dulu aqu"kata Siska sambil Salim ke Dedy.
Bu Mona melihat anaknya Siska yang sudah banyak berubah dan begitu juga pak Kusuma. Mereka saling pandang melihat anaknya itu.
"papi... Alhamdulillah...Siska sudah banyak berubah..."kata Bu Mona.
"ya...siapa dulu yang memilih Dedy"kata pak Kusuma bangga.
Pak Kusuma melihat ke arah pak Anto."pak... terima kasih banyak atas kerja samanya, bapak sangat total memainkan peran nya."kata pak Kusuma.
"ah...bapak bisa saja... kalau seperti itu insha Allah saya bisa"jawab pak Anto.
"untuk kompensasi peran bapak, nanti anggota saya yang akan mengurus nya. kalau dia macam macam lapor sama Dedy menantu saya"kata pak Kusuma
"baik pak..."jawab pak Anto.
Akhirnya semua orang yang ada di ruangan dan staf kantor menuju rumah pak kades bersama kecuali mobil yang di bawa Dedy karena mau jemput Rahma dan Tito dulu.
BERSAMBUNG
*****
jangan lupa
like...like...like...
add favorit...
Komentar yang membangun
bunga mawar yang bermekaran
secangkir kopi hangat
serta
vote... vote...vote...
terima kasih
🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1