Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.173


__ADS_3

Saat di mobil Dedy dan Siska menuju rumah sambil ngobrol."tadi kok enggak ngerti kalau mereka ternyata pulang"kata Dedy.


"makanan seafood mereka juga kita yang makan banyak mas, apa karena kita kelaparan?" kata Siska.


"kalau itu memang iya,kita kelaparan. di awal tadi kamu seperti tak berselera makan, tapi kenapa saat makan seafood tadi jadi berselera?" kata Dedy.


"iya ya mas...aqu juga enggak tau, saat melihat Bu Nadya makan seafood tadi seperti nya enak kali. jadi pas waktu di persilahkan ya...qu makan saja, dan ternyata enak..."kata Siska.


Dedy yang mendengarkan Siska bercerita,tak biasanya dia bersemangat menceritakan sebuah makanan."jadi kamu suka makan seafood?"tanya Dedy.


"sebenarnya enggak begitu suka tapi tadi entah kenapa melihat Bu Nadya makan jadi berselera,mas enggak selera?"jawab Siska.


"ya selera...apa lagi setelah makan seafood jadi berselera melihat kamu"kata Dedy.


"kalau itu di kantor tadi juga sudah selera tapi tertunda karena masih kerja"kata Siska kembali.


"jadi kalau sampai rumah sudah boleh ya..."Dedy memastikan.


"dengan senang hati,enak kok enggak mau"kata Siska.


"baiklah kita sekarang sudah mau sampai"kata Dedy.


Siska tidak menjawab karena memang sudah mau sampai ke rumah."dasar mas Dedy... kalau sudah ke situ pasti lebih semangat"kata Siska dalam hati.


Mobil pun masuk pekarangan rumah keluarga pak Kusuma, sampai di dalam rumah ternyata pak Kusuma dan Bu Mona sudah menunggu kedatangan mereka berdua.


"Assalamualaikum..."kata Siska dan Dedy secara bersamaan.


"wa'alaikum salam..."jawab Bu Mona dan pak Kusuma bersamaan.


Siska dan Dedy melihat kedua orang tua itu sedang asyik santai di depan televisi, mereka pun masuk dengan pertanyaan dari pak Kusuma.


"kalian lembur ?"tanya pak Kusuma.


"ya Pi... banyak yang harus di periksa berkas di atas meja papi."Siska jawab.


"oh...iya kemarin papi enggak sempat tanda tangan karena banyak meeting di luar."kata pak Kusuma.


"kalian sudah makan? biar bibi siapkan "kata Bu Mona


"sudah ma..."jawab Dedy.


Pak Kusuma melihat Dedy membawa plastik kresek yang isinya makanan.


"kamu bawa apa Dedy?"tanya pak Kusuma.


"tadi kami makan di luar ternyata kebanyakan pesan,jadi yang belum di makan bawa pulang "jawab Dedy.


"pasti Siska asal pesan saja, makanya berlebih "kata Bu Mona.


Dedy pun menjelaskan pada mertuanya.


"tadi kami pesan ini ternyata jumpa dengan pak Dafi dan istri yang juga makan di sana. Karena pesanan mereka banyak jadi mereka mengajak kami makan, alhasil makanan yang di pesan tidak termakan "kata Dedy menjelaskan.


"ada sate dan nasi uduk,papi dan mami mau?"tanya Siska.


Pak Kusuma yang memang sudah lapar dan tertarik dengan bungkusan yang di bawa Siska.

__ADS_1


"papi lapar nih... sini bungkusan nya"kata pak Kusuma.


Siska ke dapur mengambil piring dan sendok,dan bibi masih ada di sana.


"non Siska mau ngapain?"tanya bibi.


"cari piring dan sendok Bi ada di mana?"


Siska yang memang tidak mengetahui di mana letak peralatan makanan di rumah nya sendiri karena selama ini dia terima bersih, tidak pernah memasak.


"ini non"kata bibi dan menyerahkan yang di inginkan Siska.


"terima kasih bi..."kata Siska mengambil dari tangan bibi.


Bibi yang bekerja di rumah pak Kusuma senang melihat perubahan pada Siska.


"Alhamdulillah... setelah menikah non Siska banyak berubah, sangat beruntung pak Dedy"kata bibi.


Di depan televisi ternyata Dedy sudah duduk bergabung dengan pak Kusuma dan Bu Mona.. Siska membawakan piring di ikuti bibi dari belakang.


"pak...Bu.. ada yang perlu di butuhkan lagi?"tanya bibi


"air putih saja bi..."jawab Bu Mona.


"baik Bu..."kata bibi ke belakang kembali mengambil pesanan.


Siska juga bergabung dengan orang tua dan suaminya, melihat pak Kusuma yang antusias dengan bawaan mereka.


"enggak terpikir mau beli lebih, kirain sudah pada tidur "kata Siska.


"enggak apa-apa, ini juga sudah cukup. biasanya juga papi itu jarang di rumah dan pulang larut malam."kata pak Kusuma.


"baik ibu bos... perintah di laksanakan "jawab pak Kusuma.


Pak Kusuma membuka kedua bungkus makanan tersebut dan ternyata isinya berbeda.


"ada sate dan pecel lele, mami mau makan yang mana?"tanya pak Kusuma.


"mami mau sate saja"jawab Bu Mona


"kok sama sih selera kita?"kata pak Kusuma.


"namanya juga sehati,makan berdua saja kita ya..."kata Bu Mona.


"ya lah kalau begitu, enggak ada pilihan lain "jawab pak Kusuma makan dengan semangat.


"nasi uduk nya untuk bibi saja ya... sudah malam hindari makan karbo"Bu Mona mengingatkan.


"iya mami...kita makan dulu, nanti jadi enggak selera makan."kata pak Kusuma


Melihat kedua orang tua nya yang akur membuat Siska merasa bahagia,selama ini dia tidak perduli dengan mereka berdua.


"ternyata papi dan mami itu rumah tangga nya harmonis, baru ini qu sadari "kata Siska dalam hati."Alhamdulillah...aqu juga mendapatkan suami yang sangat baik, bertanggung jawab dan bisa membimbing qu sebagai seorang istri "kata Siska lagi dalam hati.


Dedy yang kelihatan sudah capek dan mengantuk, sehingga Siska dengan tidak enak melihat nya."mi...Pi...kami masuk dulu, sudah ngantuk"kata Siska berpamitan.


"ya sudah... kalian masuk saja,kami juga bentar lagi masuk kamar"kata pak Kusuma.

__ADS_1


"kami masuk duluan papi,mami"kata Dedy berpamitan.


Sampai di dalam kamar jam menunjukkan pukul 12 malam."Siska...kita isya dulu baru tidur."Dedy mengingatkan.


"iya mas...aqu bersih bersih duluan "kata Siska mau masuk kamar mandi.


"sama aja biar cepat"


"enggak... nanti banyak khilaf nya dari pada mandi"jawab Siska.


"kalau khilaf sama kamu enggak berdosa,malah kamu dapat pahala "kata Dedy memeluk Siska dari belakang.


Siska yang sudah bisa menebak maksud dari suaminya."mas... sudah malam,isya dulu ya... nanti baru kita lanjutkan khilaf nya , bagaimana?"kata Siska memberikan penawaran.


"baik lah, kalau begitu kamu saja duluan biar cepat."kata Dedy yang sebenarnya sudah tidak sabar.


Di dalam kamar mandi Siska mandi dengan air hangat tapi tidak di bathtub biar cepat,.mandi seperti biasa lalu keluar dengan baju mandi kimono.


"mas...aqu sudah siap, masuk sama biar kita isya"kata Siska pada suaminya.


Dedy pun masuk ke dalam kamar mandi, dia mandi dengan cepat dan tak lupa mengambil air wudhu."lho...mandinya express ya..."kata Siska.


"iya...biar cepat sholat isya "jawab Dedy.


"mmmhhh...ya sudah"kata Siska mengambil mukena dan sajadah.


Mereka berdua pun sholat isya berjamaah di dalam kamar, setelah itu berdoa. Setelah selesai Siska pun ke meja rias untuk membersihkan wajah.


"ngapain lagi?"tanya Dedy.


"bersihkan wajah dulu mas...sabar ya..."kata Siska.


"jangan lama lama,mas sudah enggak kuat "kata Dedy


"sabar... nanti dapat plus-plus dari istri tercinta"jawab Siska yang melihat suaminya sudah uring uringan di atas tempat tidur menunggu Siska.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like...like...


add favorit...


komentar yang membangun


bunga mawar yang bermekaran


secangkir kopi hangat


serta


vote... vote... vote...


terima kasih

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2