
Pagi hari di rumah Bu Zubaidah semua keluarga sarapan pagi sebelum Rahma dan Tito berangkat ke sekolah.
Mamak selalu berusaha setiap makan semua pada ngumpul dan makan bersama, kalau pun tidak sempat biasa di siang hari.
Selesai semua sarapan Dedy dan Siska pagi ini sudah berjanji pada Rahma untuk mengantar ke sekolah. Sebenarnya Dedy tidak mau karena belakangan ini Rahma jadi manja, minta di antar pergi dan pulang setiap hari.
Mereka semua sudah di dalam mobil kecuali Bu Zubaidah yang tinggal di rumah."Rahma... mulai besok pergi dan pulang sendiri ya... tidak pakai di antar"kata Dedy.
"i...ya....bang... maaf merepotkan.."jawab Rahma yang gugup karena dia memang takut dengan abangnya.
"mas... enggak boleh seperti itu, kemarin aqu yang janji kok. Kasian kena panas,bisa hitam kulit nya Rahma. dia itu perempuan"kata Siska.
Dedy yang tidak mau berdebat dengan istri nya,apa lagi di depan ke dua adiknya Rahma dan Tito. Tak berapa lama mereka sampai di sekolah Tito yang SMP dan tak jauh dari situ sekolah Rahma pun sudah sampai."terima kasih ya kak Siska"kata rahma
"ya... yang rajin belajar di sekolah"pesan siska pada adik iparnya.
"insha Allah kak..."kata Rahma dan Salim ke Dedy yang cemberut.
"bang... terima kasih,Rahma sekolah dulu"
"mmmhhh...senang kamu kan..."kata Dedy yang di dengar Siska.
"mas... mulai lagi..."kata Siska
"enggak... hanya mengingatkan yang rajin belajar..."kata Dedy
"iya kak..."kata Rahma yang membela Abang nya dan turun dari mobil.
Kedua adiknya sudah turun dan sepasang suami istri itu pun kembali pulang ke rumah.
Waktu 20 menit mereka sampai rumah, turun dari mobil ada seseorang yang sedang duduk di kursi teras rumah.
"siapa yang datang itu mas...?"tanya Siska pada suaminya.
"mmmhhh... seperti nya utusan dari kantor balai desa"jawab Dedy yang secara bersamaan mereka berdua ke rumah.
"Assalamualaikum..."
kata Dedy mengucap salam mau masuk rumah.
"wa'alaikum salam..."
jawab yang lagi di teras.
Dari pada penasaran Dedy menayangkan langsung,"bapak ini mau cari siapa."tanya Dedy.
__ADS_1
"saya utusan dari balai desa mau menyampaikan pesan pada pak Dedy."kata orang tersebut yang orang baru beberapa bulan kerja di kantor lurah jadi tidak begitu mengenal warga di sana,apa lagi pada Dedy yang baru saja pulang kampung.
"oh... seperti itu...saya sendiri Dedy,apa pesan pak kades?"tanya Dedy kepada utusan tersebut.
"oh... ternyata bapak...kata pak kades bapak dan sekarang lagi di tunggu semua di kantor balai desa, karena ada yang mau di bicarakan"kata orang tersebut.
Dedy melihat jam yang menunjukkan pukul delapan pagi lewat dan melihat ke arah istrinya."apa lagi urusan di kantor kades?"kata Dedy dalam hati.
"baiklah jam sembilan lewat kami kesana karena mau siap siap dulu"kata Dedy.
"baik lah pak... kalau begitu saya pamit dulu, saya akan sampaikan ke pak kades"kata orang tersebut dan berpamitan.
Setelah orang tersebut pergi, dari dalam Bu Zubaidah membawakan di baki secangkir teh hangat."lho...mana orang yang dari kantor balai desa? kok sudah enggak ada orang tadi"kata Bu Zubaidah
"orang nya sudah pergi"jawab Dedy
"yah... mubazir teh hangat ini..."kata mamak.
"tenang mak... sini biar yang minum Dedy karena butuh energi"kata Dedy mengambil meminum tersebut dari baki dan langsung meminum nya.
Bu Zubaidah duduk di kursi yang ada di teras."apa pesan nya tadi?"
"kami di panggil ke balai desa, mamak mau ikut?"tanya Dedy.
"mamak ikut lah...mau lihat solusi dengan pak Anto"kata Bu Zubaidah.
"mimpi apa bisa mendapatkan masalah seperti ini.... mudah mudahan hari ini bisa selesai dengan cepat"kata Dedy dalam hati.
Karena semua orang di rumah mau cepat selesai masalah dengan pak Anto, mereka dengan cepat mengganti pakaian hanya membutuhkan waktu lima belas menit semua sudah siap.
Padahal biasanya Siska kalau mau keluar dandan nya pasti lama, paling cepat tiga puluh menit baru selesai. Tapi kali ini dia dandan dengan kilat dan express.
"Alhamdulillah... semua sudah selesai, sekarang kita langsung berangkat ke balai desa"kata Dedy.
"kalian masuk mobil duluan biar mamak kunci rumah"kata Bu Zubaidah yang mengunci pintu sendiri tidak mempercayakan pada yang lain.
Dedy yang menghidupkan mesin mobil, Siska duduk di samping suaminya dan mamak duduk di kursi tengah sendirian."sudah di kunci semua nya mak?"tanya Dedy.
"sudah... sekarang kita jalan saja"perintah Bu Zubaidah.
Mobil jalan menuju balai desa yang hanya lima belas menit sudah sampai, kali ini Dedy membawa mobil dengan sedikit kencang.
"Alhamdulillah...kita sudah sampai"kata mamak yang turun duluan dan di ikuti oleh Dedy dan Siska tentunya.
Ternyata sampai di balai desa, pak kades belum di tempat karena ada yang mau di selesaikan. Akhirnya mereka duduk menunggu kedatangan pak kades di ruang tunggu yang ada di kantor.
__ADS_1
"aduh... kalau tau begini lebih baik mamak masak di rumah karena mamak enggak mau lagi makan di luar hari ini"kata Bu Zubaidah.
"bagaimana lagi mak... namanya pak kades banyak kerjaan dan urusan, bukan kita saja yang mau dia urusin"kata Dedy.
"iya...mamak tau"jawab Bu Zubaidah.
Sementara Siska. diam saja tidak mau berkomentar dengan ibu dan anak itu yang lagi ngobrol."huh... betul kata mamak, ngapain cepat kali ke sini.lebih baik di rumah saja"kata Siska dalam hati.
Tak berapa lama yang di tunggu sudah datang dan melihat Bu Zubaidah bersama anak dan menantu menunggu di ruang tunggu."eh...Bu Zubaidah sudah datang,maaf...tadi saya ada urusan mendadak"kata pak kades.
"enggak apa apa pak... namanya juga orang penting dan sibuk."jawab Bu Zubaidah.
Pak kades melihat di sekeliling dan ternyata pak Anto tidak terlihat batang hidungnya."lho ..pak Anto mana? apakah kamu tadi sudah menemui pak Anto?"tanya pak kades pada orang yang di tunjuk ke rumah Bu Zubaidah dan pak Anto.
"ssudaah...pak... katanya dia akan datang"jawab orang tersebut.
"ini sudah hampir setengah sepuluh, rencana kita kan jam sembilan tadi?"kata pak kades.
"pak... mungil sebentar lagi sampai,mana mungkin dia tidak datang, orang mau dapat uang kok enggak datang"kata petugas balai desa.
"Assalamualaikum.... maaf...saya datang sedikit terlambat..."kata pak Anto.
semua yang ada ruangan melihat ke arah sumber suara yang mengucapkan salam.
BERSAMBUNG
*****
jangan lupa
like... like... like...
add favorit...
komentar yang membangun
bunga mawar yang bermekaran
secangkir kopi hangat
serta
vote... vote... vote...
terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏