Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab 170


__ADS_3

Masuk ke ruangan yang sudah lama di tinggalkan dan penampilan yang berbeda. Pakai hijab dengan penampilan baru membuat karyawan di bagian depan tidak mengenali Siska.


Berjalan sendiri masuk ke dalam, karyawan menegur Siska."ada yang bisa kami bantu ibu? mau cari siapa?"tanya pegawai.


"saya mau ketemu dengan pak Dedy"kata Siska


"oh...pak Dedy sudah lama tidak masuk,dia cuti panjang dengan istri nya"jawab pegawai yang melihat Siska seperti kenal tapi masih ragu.


"tapi tadi saya sudah janjian kok, katanya jumpa di sini"kata Siska lagi.


"oh... kalau begitu ibu tunggu saja di sana"kata karyawan mempersilahkan Siska duduk di ruang tunggu yang di sediakan.


"ya sudah...saya tunggu di sana saja"kata Siska yang langsung duduk.


Menunggu Dedy di ruang resepsionis lantai satu. Siska sengaja mengerjai karyawan lantai dasar. Hampir tiga puluh menit Siska menunggu suaminya yang belum datang."kok lama ya mas Dedy? mungkin panjang antrian nya"kata Siska dalam hati.


Tak berapa lama kemudian akhirnya Dedy masuk dengan membawa plastik yang isinya makan siang mereka berdua."siang pak Dedy... ada yang mencari bapak"kata karyawan.


"siapa yang mencari?"tanya Dedy


"seseorang yang lagi menunggu bapak duduk di sana"kata karyawan.


Dedy melihat ke arah yang di tunjuk karyawan dan ternyata itu Siska. Dedy tersenyum melihat Siska dan mendekati nya."kamu... ngerjain mereka saja"kata Dedy.


"habis mereka enggak kenal sama aqu,jadi di kerjain aja sekalian"jawab Siska.


"mereka enggak tanda karena kamu makin cantik dengan berhijab"kata Dedy sehingga membuat pipi Siska merah merona


"sudah ah...kita naik saja ke atas, aqu sudah lapar "ajak Siska.


Mereka berdua pun jalan berdua dengan mesra dan melewati karyawan di resepsionis.


"terima kasih ya mba..."kata Siska melewati karyawan.


"sama sama Bu..."kata karyawan saling pandang dengan temannya satu lagi.


"seperti nya itu tadi Bu Siska?"kata teman nya.


"iya... pasti itu Bu Siska,mana mungkin semesra itu"kata yang satu lagi.


Karena penasaran maka mereka memang pak satpam atau security."pak...sini sebentar "panggil mereka.


"ada apa mba..."tanya security mendatangi mereka.


"pak...itu yang sama pak Dedy tadi... ibu Siska?"tanya karyawan.


"iya...itu Bu Siska, kalian tidak kenal?"tanya pak security.


"astaghfirullah hal'azim... enggak tanda kami, karena pakai hijab. Biasanya juga dia pakai baju seksi "kata karyawan yang satu.


"mungkin dia sudah berubah semenjak menikah dengan pak Dedy, sudah ah...saya mau jaga di depan."kata pak security meninggalkan kedua karyawan tersebut.


Siska dan Dedy yang naik ke atas menaiki lift, yang kebetulan tidak ada orang yang masuk.


"mas tadi beli apa? kok lama ?"tanya Siska.

__ADS_1


"tadi itu antrian panjang makanya lama"jawab Dedy.


"jadi tadi beli apa?"tanya Siska lagi.


"mas bingung beli apa, jadi nasi SOP iga saja"jawab Dedy.


"ya sudah...itu juga enggak apa apa"kata Siska.


pintu lift terbuka mereka sampai di lantai atas di mana biasanya mereka kerja. Terbuka pintu lift ternyata ada karyawan lain yang mau turun, melihat Siska lagi menggandeng Dedy dengan mesra.


"siang pak Dedy?"kata mereka tanpa memperhatikan di sebelah Dedy.


"siang..."jawab Dedy.


Siska hanya diam walaupun tidak di sapa."kok hanya mas Dedy yang di sapa? apakah penampilan qu memang berubah drastis sehingga mereka tidak mengenali qu"kata Siska dalam hati.


Mereka pun keluar dan menuju ruangan tempat mereka kerja seperti biasa."oh...iya...pesan papi kita ke ruangan nya karena banyak berkas yang harus di periksa."kata Dedy mengingatkan.


"kok tadi papi enggak ada cerita sama qu?"tanya Siska.


"papi cerita saat kamu berpakaian, karena lama jadi papi mengingatkan sama mas"kata Dedy.


"oh... seperti itu, ya sudah. sekarang kita ke sana saja",ajak Siska.


Berjalan menuju ruangan pak Kusuma, ternyata sekertaris nya masih di tempat seperti biasa."pak Dedy....apa kabar? tumben sendiri...Bu Siska dimana?"tanya sekertaris.


Dedy dan Siska saling pandang dengan pertanyaan sekertaris.


"Alhamdulillah sehat, enggak tanda sama orang di sebelah saya?"tanya Dedy.


Sekertaris pak Kusuma melihat ke sebelah Dedy,di perhatikan nya dengan serius.


"iya...ini saya, jelek ya penampilan saya?"tanya Siska.


"ya Allah Bu, penampilan seperti ini jadi makin cantik. sampai sampai saya enggak mengenali"kata sekertaris lagi.


"di resepsionis juga enggak tanda,sampai sampai dia kerjain"kata Dedy


"ibu pakai hijab makin cantik kok, apa lagi gaya style yang modern"kata sekertaris.


"terima kasih atas pujiannya, kata papi banyak berkas yang harus di periksa dan di tandatangani?"tanya Siska.


"iya Bu, ada di dalam"


"ya sudah...kami ke dalam,tapi minta tolong ambilkan mangkok dan piring sebanyak dua di pantry"perintah Siska


"baik Bu, saya ambilkan"jawab sekertaris.


Dedy dan Siska akhirnya memasuki ruangan pak Kusuma, terlihat sangat mewah dan besar. Di sana ada kursi untuk direktur perusahaan,sofa tamu, lemari es dan ada seperti kamar kecil untuk istirahat. Di kamar tersebut ada tempat tidur ukuran enam kaki, lemari baju dan meja kecil untuk tempat meletakkan tempat minum.


Sampai di dalam Dedy sangat takjub karena dia jarang masuk ke ruangan tersebut. biasanya hanya sebentar, kalau pun lama hanya tiga puluh menit saja.


"Masya Allah... ruangan nya seperti rumah satu buah"kata Dedy.


"namanya juga ruangan pak direktur,ya lengkap seperti ini. agar nyaman dan kalau pun lembur bisa menginap di kantor"kata Siska.

__ADS_1


"wah... kalau kita lama di sini...mas bisa khilaf"kata Dedy.


"kalau mas... setiap malam sekarang selalu khilaf"jawab Siska.


"tapi kamu suka kan?"goda Dedy.


"namanya juga aqu ingat dengan pesan mamak mertua,jadi sebagai menantu yang baik harus mendengarkan saran dari mamak mertua."kata Siska.


"emangnya pesan mamak apa?"tanya Dedy.


"rahasia perempuan...mas enggak boleh tau"jawab Siska.


Tok...tok...tok...


"masuk..."kata Siska.


Ternyata sekertaris masuk membawakan pesanan Siska.


"Bu...ini dia yang di minta tadi "kata sekertaris.


"letakkan di meja tamu saja, terima kasih ya..."kata Siska.


"sama sama Bu, kalau perlu sesuatu saya di luar"kata sekertaris dan langsung keluar ruangan karena takut mengganggu pasangan suami istri tersebut.


"baik lah "jawab Siska


Dedy pun mengambil piring dan mangkuk untuk meletakkan makanan yang dia beli tadi.


"Siska...mas mau Zuhur dulu, kamu mau ikut?"tanya Dedy.


"ya mas, aqu ambil wudhu dulu"


"ya... setelah sholat kita makan dulu baru kerja"kata Dedy.


"oke mas ..."jawab Siska yang ke toilet mau mengambil wudhu.


BERSAMBUNG


*****


jangan lupa


like... like... like...


add favorit...


komentar yang membangun


bunga mawar yang bermekaran


secangkir kopi hangat


serta


vote... vote... vote...

__ADS_1


terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2