
Azan magrib berkumandang terdengar dari rumah Dafi. Orang yang ada di dalam rumah sudah bersiap untuk sholat berjamaah bersama. Kali ini Bu Nani ikut serta melaksanakan sholat magrib berjamaah.
Setelah sholat magrib Bu Nani membaca Alquran tak ketinggalan Nisa juga belajar ngaji dengan mamanya. Di TK setiap hari di ajarkan oleh Bu guru, jadi di rumah tinggal mengulang supaya tidak lupa.
Nisa sangat senang belajar bersama mamanya, selama ini yang dia mimpi-kan. Ada seorang ibu yang memperhatikan dirinya, ada yang membimbing pengulangan pelajaran sekolah.
"ma... besok besok ajarin Nisa lagi ya..."kata Nisa
"iya...tadi kan sudah belajar sama mama, belajar ngaji, mengulang pelajaran di kelas"jawab Nadya.
"besok Nisa bisa cerita sama teman kalau mama sudah pulang ke rumah"jawab Nisa.
Karena biasanya yang menemani belajar adalah ayah nya, kalau pulang kerja kemalaman Oma atau mba marni yang menemani belajar.
Dafi yang melihat Nisa belajar yang di temani Nadya, dia merasa senang. Dafi pun ke ruang kerjanya, tadi siang sudah di pesankan pada Andi untuk mengirimkan laporan hari ini melalui email. Di periksa nya satu satu laporan pekerjaan hari ini.
Nadya yang telah selesai menemani Nisa belajar, maka di bawanya Nisa ke kamar untuk tidur."sayang kita sudah selesai belajar, jadi do'a nya apa ya???"tanya Nadya pada anaknya.
"Alhamdulillah hirrobbil 'alamin..."jawab Nisa.
"pintar anak mama sudah jam 9 lewat, waktu nya tidur. besok kan Nisa sekolah"kata Nadya pada Nisa sambil mencubit lembut dagunya karena gemas melihat anaknya itu.
"oh...iya besok Nisa mau sekolah harus tidur cepat, tapi mama temani tidur nya ya..."kata Nisa.
"iya...mama mau mendongeng untuk Nisa"kata Nadya.
"mau...mau..mau..."jawab Nisa
"let's go to bad room"ajak Nadya
Mereka pun masuk ke dalam kamar lalu Nisa ke toilet untuk sikat gigi, pipis, cuci muka dan ganti baju tidur."kalau tidur malam itu tidak boleh bajunya sempit nanti badan nya tidak bisa besar"kata Nadya
"masa sih ma..."tanya Nisa penasaran
"bisa la, nanti badan ngomong gini. aqu mau melebar tapi kok enggak bisa ya...? aduh ternyata bajunya sempit, jadi tidak bisa melebar dan membesar"kata Nadya dengan suara di kecil kan.
"Nisa mau besar, pakai baju longgar"kata Nisa sambil melihat bajunya.
"tapi baju Nisa longgar kok ma..."kata Nisa lagi.
"memang sudah longgar, mama hanya mengingatkan saja"jawab Nadya
Ganti baju sudah selesai Nisa ke tempat tidur tentu nya di temani Nadya.Nisa teringat janji Nadya di luar tadi kalau mamanya mau mendongeng untuk dirinya."mama cerita dongeng ya..."kata Nisa
__ADS_1
"oh...iya mama hampir saja lupa"jawab Nadya
"cerita sekarang aja"kata Nisa lagi.
"oke...mama cerita ya...tapi jangan ribut"pesan Nadya
Nisa yang di pesan jangan ribut merasa bingung"mama yang ada di kamar kita berdua,mana bisa ribut"jawab Nisa
"oh...iya mama ingat di TK, ya sudah mama cerita. di dengar ya..."jawab Nadya
"Judul nya MAMA KU HEBAT" kata Nadya melihat anaknya serius memperhatikan.
"Di sebuah selokan hidup lah se ekor tikus dan induk nya, si tikus lagi sedih sekali.mmmhhh kenapa badan ku jelek? Kenapa wajah ku juga jelek. hiks...hiks...hiks.. tikus menangis meratapi nasibnya"cerita Nadya sambil melihat Nisa yang masih serius memperhatikan dirinya.
"ma... lanjut dong, jangan berhenti"kata Nisa
"oke...dengar baik baik princess"kata Nadya
Nadya pun melanjutkan cerita yang sudah di tunggu Nisa.
"mama qu jelek dan kecil... lebih baik aqu cari mama baru. siapa ya... yang jadi mama qu ya...
oh... lebih baik aqu jumpa dengan ibu matahari.si tikus pun mendatangi Matahari.
ibu matahari...ibu matahari...
o....hohoho... siapa kamu"kata Nadya sambil membesarkan suara nya.
Di lihat nya lagi Nisa ternyata masih mendengarkan tapi sudah mulai meredup tapi masih menunggu kelanjutan cerita"lanjut ma..."
"oke... princess"jawab Nadya
"aqu si tikus mau cari mama yang HEBAT, ibu matahari itu kan hebat. besar,bisa lihat semua orang.kata si tikus"Nadya menghentikan cerita nya."mama jangan berhenti"kata Nisa dengan suara mulai pelan.
"Sebenarnya Aqu itu tidak hebat, kalau awan datang aqu pasti kalah. jadi yang hebat itu ibu awan.kata Matahari"
"jadi ibu matahari tidak hebat?yang hebat itu ibu awan, jadi ibu matahari itu tidak hebat?iya aqu tidak hebat.kata ibu matahari.karena ibu matahari tidak hebat maka si tikus pun mendatangi ibu awan"kata Nadya
Nadya memberhentikan cerita nya, melihat keadaan Nisa yang ternyata sudah tidur lelap. Karena Nisa sudah tidur maka di naikkan nya selimut yang berantakan di kaki anaknya itu.
Di matikan nya lampu besar lalu di hidupkan nya lampu tidur di kamar Nisa."mimpi yang indah sayang"kata Nadya pelan di telinga anaknya itu.
Selesai Merapikan Nisa yang tertidur pulas, Nadya keluar kamar dan ke ruang kerja. Ternyata Dafi lagi kerja dengan serius sehingga dia tidak sadar kalau Nadya sudah ada di sebelah nya."bang... masih lama? biar di buatkan minuman"kata Nadya
__ADS_1
Dafi tersenyum simpul melihat ke arah Nadya dan menjawab"boleh... air putih aja karena sudah mau selesai kok"jawab Dafi
Nadya ke dapur mengambilkan air putih di gelas yang berisi 500ml air dan meletakkan di meja tapi agak jauh dari Dafi."bang...ini minum nya"kata Nadya
"terima kasih ya..."jawab Dafi tapi matanya tetap ke laptop
"sama sama"jawab Nadya
"kamu ke kamar saja dulu, sebentar lagi abang menyusul"pesan Dafi sambil memegang tangan Nadya
"oh...iya aqu masuk kamar dulu"jawab Nadya
"oke... tunggu abang, nanti kita lanjutkan yang tertunda tadi siang"kata Dafi menarik tangan Nadya untuk dekat dengan nya
"tergantung ya bang... kalau kelamaan nanti takutnya aqu sudah tidur"jawab Nadya sambil memainkan kuku nya.
Dafi yang merasa dapat angin segar berdiri dari kursi dan mendekati Nadya, mereka pun berhadapan dan bertatapan."please... tunggu abang tanggung kalau di tinggal"kata Dafi sambil m*n*i*m bibir istri nya lembut.
Nadya mendapat c*u*m*n yang lembut membalasnya juga.
Merasa takut kebablasan di ruang kerja dan masih banyak yang di periksa email dari Andi lalu Dafi menghentikan c*u*a* yang lembut itu.
"nanti kita lanjutkan di kamar"kata Dafi dengan suara lembut di telinga Nadya
"oke ..aqu masuk kamar dulu"kata Nadya mengalungkan tangannya di leher Dafi dengan manja.
"jangan mulai lagi sayang... nanti pekerjaan abang tidak siap"kata Dafi
"oke bang...aqu masuk kamar duluan ya .."kata Nadya sambil meninggalkan Dafi di ruang kerja nya
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like...like...
add favorit...
komentar yang membangun
vote...vote...vote...
__ADS_1
Terima kasih
🙏🙏🙏🙏🙏