
Menempuh perjalanan yang panjang untuk menuju kampung Dedy. Dalam perjalanan Siska sebenarnya sudah bosan, tapi bagaimana lagi.
"masih lama kita sampai nya?"tanya Siska pada suaminya.
"ya... lebih kurang 3 jam lagi, kenapa?"tanya Dedy.
"aqu sudah bosan dalam mobil,"jawab Siska
"tiduran aja dulu, kursinya di rendahkan lagi biar nyaman"saran Dedy.
"dari tadi aqu juga sudah tidur, mana ngantuk lagi"jawab Siska tapi mencoba saran dari Dedy."oke juga saran si Dedy jadi sedikit nyaman"kata Siska dalam hati.
Dedy yang melihat istrinya mengikuti saran dari nya tersenyum tapi tidak menghadap Siska."tumben mengikuti saran aqu, pelan pelan saran dari qu di dengar kan nya juga"kata Dedy dalam hati.
Setelah tiga jam mereka sudah mulai memasuki daerah perkampungan yang di tuju, Dedy sengaja tidak memberi tahu pada Siska. Di biarkan nya saja Siska melihat ke arah luar mobil."di sini tempat yang kita tuju?"tanya Siska pada Dedy.
"ya... sebentar lagi juga sampai"jawab Dedy.
"waduh...di sini pasti pedesaan, enggak ada penginapan"kata Siska.
"ya...ini namanya pedesaan dan jauh dari kecamatan apalagi kabupaten. ke kabupaten menempuh jarak dua jam"kata Dedy.
"apa...? dua jam ? jadi kita tidur di mana ?"tanya Siska
"ya...di rumah mamak qu"jawab Dedy santai.
Siska melihat ke arah Dedy tapi tidak berkomentar."bagaimana ini? tidur di rumah nya."kata Siska dalam hati. "Di rumah nya aqu harus bersikap bagaimana? bersikap pada mama nya Dedy?" kata Siska dalam hati.
Mobil masuk ke suatu rumah yang terlihat sangat sederhana, dari luar rumah tersebut sudah di buat batu tapi belum di plaster. Jadi terlihat dari luar batu bata saja, dan semen kasar. Siska penasaran menanyakan pada Dedy , itu rumah siapa.
Dengan ragu ragu Siska menanyakan pada Dedy."kita sudah sampai? ini rumah orang tua kamu?"tanya Siska.
"ya kita sudah sampai...ini rumah mamak qu, ayo kita turun"ajak Dedy.
Siska seperti shock melihat pemandangan di depan matanya, dia sudah stress duluan melihat rumah tersebut."aduh... bagaimana ini? masa aqu harus tidur di sini? sepertinya lebih nyaman tidur di kamar si mbok yang di rumah dari pada di sini"kata Siska dalam hati.
Dedy berjalan memasuki pekarangan rumah, tidak ada orang di luar, sepi di sana.
__ADS_1
"Assalamualaikum..."
Dedy mengucap salam tapi belum ada jawaban dari dalam.
Salam kedua juga sama tidak ada jawaban, setelah salam yang ketiga baru ada jawaban.
"wa'alaikum salam..."
jawab seorang ibu yang dari dalam melihat siapa tamu yang datang berkunjung ke rumah.
Melihat tamu yang datang ibu tersebut seperti tak percaya dan sedikit histeris."Dedy.... kamu itu nak....?" kata ibu tersebut.
Dedy juga sama melihat mamak nya, di dekat nya perempuan yang berusia di atas 55 tahun tersebut.
"iya Mak...ini Dedy..."kata Dedy mendekat dan memeluk mamaknya.
Mereka saling berpelukan erat dan tak terasa keluar air mata jatuh di pipi.
"akhirnya kamu pulang juga, dari kemarin mamak sudah menunggu mu"kata ibu tersebut.
"maaf Mak... baru ini Dedy dapat cuti"jawab Dedy
Setelah beberapa menit mamaknya Dedy melepas pelukan mereka dan melihat sosok seorang perempuan cantik yang di bawa anak nya. Biasanya Dedy tidak pernah membawa seorang perempuan ke rumah apa lagi dari kota.
Karena penasaran mamak Dedy menanyakan pada anaknya siapa perempuan tersebut.
"Dedy kamu pulang sama siapa? dia siapa?"tanya mamak Dedy sambil melihat ke arah Siska yang berdiri di depan pintu.
Karena di pertanyaan mamak Dedy, Siska hanya tersenyum dan mengangguk, dia pun masuk dan duduk di kursi yang ada di ruangan tersebut.
Dedy yang tersadar melihat ke arah Siska dan melihat mamak nya, dengan sedikit ragu dan bingung menjelaskan akhirnya dia beranikan diri."mak... kenalkan...ini... Siska..."kata Dedy
Mamak Dedy melihat penampilan Siska dari atas sampai ke bawah."Dedy...ini teman yang bagaimana? mamak kok bingung tapi juga curiga"kata mamak
"maksud mamak bagaimana?"tanya Dedy pada orang tuanya.
"ya ..kamu tak pernah membawa perempuan ke rumah ini, jadi wajar kalau mamak curiga"kata mamak.
__ADS_1
Dedy makin bingung untuk menjelaskan karena melihat mamaknya seperti penuh dengan kecurigaan pada mereka berdua seperti feeling nya kuat.
"Mak... maaf...ini Siska...dia itu.."kata Dedy yang ragu untuk menjelaskan.
"dia itu siapa maksud mu?"kata mamak Dedy.
Dengan ragu Dedy melanjutkan perkataannya"dia itu istri Dedy ma..."kata Dedy dengan ragu dan bimbang menjelaskan nya.
"apa....!"kata mamak.
Seperti tersambar petir mendengar perkataan dari anak yang selama ini jadi tukang punggung keluarga. Sebelum nikah Dedy tidak berkabar, jadi mendengar perkataan ini seperti tak percaya,tapi bagaimana mungkin bisa terjadi.
"kok bisa kamu menikah tanpa restu dari orang tua"kata mamak menjewer telinga anaknya.
"maaf Mak...ampun ...ini memang salah Dedy"jawab Dedy.
"mamak sudah rindu dengan kamu, pulang pulang malah bawa istri. jangan bilang istri mu itu hamil"kata mamak
"enggak Mak..."jawab Dedy.
Siska yang melihat Dedy yang di marahi sedikit merasa bersalah karena mereka menikah akibat dari Siska."kasian Dedy... akibat ulah qu dia di marahi habis habisan oleh mamaknya"kata Kalisa dalam hati.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like... like...
add favorit
komentar yang membangun
serta
vote... vote... vote...
__ADS_1
Terima kasih
🙏🙏🙏