
Andi dan Mila pun menuju ke perumahan yang di maksud, dengan mengendarai sepeda motor Andi. Menempuh waktu empat puluh menit akhirnya sampai di tempat tujuan.
Masuk ke perumahan yang termasuk sedikit elit, Mila melihat suasana rumah yang mewah menurut nya. Berhenti di block D yang berada di tengah tapi di bagian pinggir.
Andi membuka pintu pagar dan Mila mengikuti dari belakang, seperti tak percaya melihat di sekeliling kompleks.
"bang...ini rumah yang mau kita lihat?"tanya Mila
"iya...kita lihat dalam nya dulu... setelah itu baru boleh komentar"kata Andi.
Mila yang sebenarnya mau komentar jadi diam karena suaminya sudah memberikan aba aba. Membuka pintu rumah dan mengucapkan.
"Assalamualaikum..."kata Andi di ikuti oleh istri nya.
Masih ke dalam rumah dengan warna rumah putih dan sudah ada gorden jendela berwarna coklat... terlihat mewah dan elegan.
Mila terpana melihat rumah yang mewah...
"bang... enggak salah ini ? pasti harganya mahal..."kata Mila
Menggelengkan kepala karena melihat tingkah Mila yang sepertinya tidak menyangka melihat rumah ini.
"memang ini rumah yang mau abang tunjukkan."
Memeriksa bagian kamar yang terdiri dari tiga kamar, masuk ke kamar utama yang tersedia kamar mandi di dalam kamar.
Kamar mandi yang modern,ada bathtub untuk berendam dan memanjakan diri. Di sebelah ada shower, toilet dan tentu saja wastafel untuk cuci muka serta sikat gigi.
Isi rumah memang belum ada yang tersedia hanya ada kompor yang sudah menyatu di sebelah dapur ada taman kecil di sana, bisa juga di buat kolam untuk ikan peliharaan.
Mila melihat besar rumah ini ada lima kali lipat dari rumah mereka tempati sekarang ini.
"bang...kita mau tinggal di sini?"tanya Mila.
"iya...mau kan?"tanya Andi.
Mila berpikir sejenak melihat ke semua ruangan dan di pikiran nya bagaimana cara membersihkan rumah,mana di depan juga ada juga halaman nya.
"mmmhhh... menurut ku... rumah ini terlalu besar bang."
"hanya itu alasan nya?"tanya Andi pada istrinya.
"bukan itu saja... selain besar...aku bingung cara membersihkan nya trus ini pasti mahal... pasti nyicil nya lama dan bayaran nya yang pasti banyak... cukup uang nya?"tanya Mila kembali.
Andi melihat istrinya yang di mata nya lucu karena dia selalu menanyakan tentang apakah ada dan cukup uang nya.
Yang setahu Andi kalau perempuan itu tidak mau tau apakah uang nya cukup atau dapat uang dari mana... yang penting hasilnya saja.
__ADS_1
"abang mau cerita sama kamu."kata Andi
Mereka pun duduk berdua di lantai rumah tepatnya di ruang tengah, karena dari situ bisa melihat ke depan,tiga pintu kamar, dapur dan taman di halaman belakang.
"abang mau jujur sama kamu..."
"mmmhhh mau jujur tentang apa bang? apakah abang membuat kesalahan?"banyak pertanyaan yang Mila lontarkan dan di dalam hati dia sudah takut kalau suaminya berbuat kesalahan.
Andi yang mau mengakui kalau ini rumah nya dan niat nya mau di jual kembali.
"Mila... sebenarnya ini rumah abang...dan sudah lunas...bukan nyicil."kata Andi.
Mendengar ungkapan Andi... membuat Mila seperti tak percaya... rasanya dia mau pingsan.
"ah... yang benar bang? kenapa enggak beli rumah di perkampungan saja."kata Mila.
"abang membeli ini sebenarnya sebagai investasi,dan saat membeli rumah ini...kita belum dekat,tapi sudah kenal...dan enggak terpikir kalau kamu jodoh ku."kata Andi.
Mengatur nafas karena masih belum yakin dan percaya tentang pernyataan Andi yang ternyata sudah memiliki rumah.
"oh... gitu... kenapa enggak beli rumah lebih kecil dari sini..."kata Mila
"oh... kamu mau yang lebih kecil dari sini?
"iya...ada? kalau enggak ada kita tinggal di rumah yang kita tempati sekarang, masalah mobil abang itu... sewakan saja dengan pak Dafi."kata Mila lagi.
"wkwkwk...kamu itu...abang enggak mau kita tinggal di situ."kata Andi
Alasan Andi tidak mau tinggal di rumah type 36 karena teringat dengan kelakuan Leli tadi pagi di rumah nya. Bisa saja Leli mempunyai kunci duplikat.
"jadi abang mau tinggal di mana?"tanya Mila
"di sini saja... untuk isi rumah...kita cicil secara bertahap, yang penting ada tempat tidur... biar nyaman saat kamu tidur pakai baju dinas."kata Andi.
"abang... mesum aja..."kata Mila dengan pipi merah merona
"tapi kamu suka kan..."kata Andi.
"selain tempat tidur...kita perlu lemari es... agar bisa menyimpan bahan makanan."kata Mila.
"iya... boleh "jawab Andi.
Tiba tiba terdengar suara HP milik Andi berbunyi, dengan cepat membuka tas ransel yang selalu dia bawa. Setelah membuka tas ransel mau mengambil HP, Andi tidak mengunci kembali tas nya.
Mila pun mengambil tas tersebut untuk di kunci, tapi ada kantong plastik kresek warna hitam di dalam tas. Mila mengambil plastik tersebut,dan dia pun membuka isi nya.
Ternyata isinya adalah lingerie yang dari semalam dia cari."kenapa ini ada di dalam tas bang Andi?"batin Mila berkata.
__ADS_1
Andi yang masih bertelepon dengan seseorang, tapi mendengar cerita mereka...Mila yakin kalau itu adalah Dafi.
Alasannya Andi selalu menyebut Dafi dengan bos."lagi telpon dengan pak Dafi... pasti lama mereka ngobrol."kata Mila dalam hati.
Memasukkan plastik kresek yang isinya lingerie dirinya, Mila pun berjalan melihat taman yang berada di belakang. Memperhatikan rumah yang sebenarnya Mila suka tapi untuk membersihkan nya dia tidak mampu.
Andi yang sudah selesai ngobrol dengan Dafi, mencari keberadaan istrinya...yang ternyata ada di ruang belakang.
"kamu suka kan kalau kita tinggal di rumah?"tanya Andi lagi.
"rumah nya besar kali...bisa satu harian aku membersihkan rumah ini."kata Mila.
"oh... kalau untuk itu...kita cari orang untuk kerja di rumah ini."kata Andi lagi.
Mila yang belum semangat hanya diam saja, masih berat untuk tinggal di rumah besar ini.
"bang... sebaiknya rumah ini kamu jual saja."kata Mila
"bentar... bentar... apakah ada rumah yang besarnya lebih kecil dari sini...tapi punya abang..."tanya Mila
Andi berpikir sejenak karena masih memikirkan di mana rumah nya.
"ada ..tapi kuncinya tidak ada di tangan abang sekarang ini."kata Andi
Melihat jam di HP yang ternyata sudah mau waktu ashar tiba... Mila tak sengaja untuk melihat nya.
"bang... sebaiknya kita ashar dulu... dan setelah itu...kita lihat situasi dan kondisi... apakah melihat rumah yang satu lagi."kata Mila.
"baik lah kalau seperti itu..."kata Andi
"oh...iya bang... tadi aku lihat di ransel ada plastik kresek yang isinya lingerie yang dari semalam aku cari."kata Mila dan membuat Andi menjadi seperti lagi jadi tersangka.
BERSAMBUNG
***
Jangan lupa like... like... like.
Subscribe nya ya...
komentar yang membangun
serta
vote... vote... vote
Terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏