Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.138


__ADS_3

Setelah belanja Mukena dan sajadah di toko mereka berdua pun pulang ke rumah karena di rumah mau di bangun kamar mandi di kamar.


Dalam perjalanan Siska menanyakan sesuatu pada Dedy.


"boleh aqu tanya sesuatu?"tanya Siska.


"boleh...mau tanya apa?"


"mmmhhh...umur kamu berapa tahun? aqu juga enggak tau tanggal lahir mu"kata Siska.


Dedy yang lagi membawa mobil berhenti sejenak lalu mengambil dompet lalu memberikan KTP pada istrinya.


Siska mengambil KTP yang di berikan pada nya dan membaca KTP yang di tangan nya.


Di sana tertera nama lengkap suaminya yang selama ini Siska tidak mengetahui nama lengkap suaminya, tanggal lahir dan lain sebagainya.


"Dedy Setiawan...itu nama kamu?"tanya Siska


"iya...jadi selama ini kamu enggak tau nama lengkap qu?"tanya Dedy kembali.


"enggak... maaf ya..."jawab Siska.


"enggak apa apa karena aqu juga tau bagaimana posisi qu di mata mu"kata Dedy.


Siska hanya diam dan memang dia di awal pernikahan tidak menyukai Dedy.


Lalu Siska melihat tanggal, bulan dan tahun kelahiran suaminya, setelah itu dia hitung umur suaminya.


"berarti umur mu tahun ini 34 tahun..."kata Siska


"mmmhhh... sudah tua ya ...."kata Dedy


"berarti jarak umur kita..."kata Siska yang lagi menghitung.


"jarak umur kita 7 tahun... umur kamu 27 kan...?"kata Dedy


"kok...kamu tau umur qu?"kata Siska.


Dedy melihat Siska dan sambil menyetir kendaraan yang dia bawa."ya aqu harus tau lah... karena kamu itu istri qu, walaupun kita masih seperti ini. seperti masih dalam tahap pengenalan satu dan lainnya. Tapi yang pasti sudah halal"kata Dedy.


Siska mendengar kan suaminya bicara dan dia pun ikut bicara."sebelumnya aqu minta maaf... karena kita menikah karena kesalahan qu sendiri"kata Siska sambil mata berkaca.


"enggak apa apa Siska...aqu ikhlas kok menjalani semua ini"kata Dedy.


"pada saat papi memerintahkan aqu menikah dengan mu, sebenarnya aqu enggak bisa terima. Tapi setelah qu pikir, seharusnya kamu yang marah padaku"kata Siska yang mulai air mata jatuh di pipi.


Dedy yang melihat istrinya menangis mencari tempat untuk berhenti sejenak dan ternyata dia dapat di sebuah SPBU."sudah lah...kamu jangan menangis... sebaiknya kita mulai lagi dari awal untuk mengenal saling mengenal"kata Dedy.


"mmmhhh... terserah kamu saja..."kata Siska pasrah.


Dedy memegang tangan Siska dan memalingkan wajahnya ke hadapan nya karena Siska menghadap ke depan.

__ADS_1


"Siska... sebenarnya setelah ijab kabul kemarin aqu menerima mu apa adanya bukan ada apanya kamu. Karena pernikahan kita terjadi karena kecelakaan maka aqu enggak boleh menyentuh mu sampai ketahuan kamu hamil atau tidak tapi secara negara itu sah.


Seandainya kamu hamil secara agama pernikahan kita tidak sah dan anak itu tidak bernasap ayahnya, tapi syukurlah kalau kamu tidak sampai hamil."kata Dedy menjelaskan.


Siska yang kurang paham tentang agama hanya diam dan mendengarkan perkataan suaminya."kita mulai lagi dari nol saling mengenal tapi seandainya kamu tidak bisa melanjutkan pernikahan ini,aqu ikhlas kok"kata Dedy lagi.


"mmmhhh...iya...mas...kita mulai pernikahan ini dari nol"kata siska


Dedy tersenyum mendengar Siska yang memanggil dirinya MAS."panggilan yang bagus, aqu suka mendengar nya"kata Dedy.


"itu tadi karena ibu yang menjual mukena"kata Siska.


"apa yang di katakan ibu itu?"tanya Dedy penasaran.


"panggil suami itu tidak boleh memanggil nama, walaupun dia lebih muda kita harus memanggil sebutan abang,mas ,Uda...dan lainnya"kata Siska.


"enggak sia sia ke toko tadi jadi bisa membuat kita lebih terbuka"kata Dedy dan sambil mengecup kening Siska dan mereka saling berpelukan


Tiba tiba HP Dedy berdering dan ada pesan what's up yang mengatakan kalau tukang sudah sampai di rumah mereka."ada apa?"tanya Siska.


"mmmhhh.. tukang sudah sampai di rumah jadi kita harus pulang sekarang juga"kata Dedy.


Mobil pun berjalan menuju rumah dan dalam waktu 20 menit mereka sampai ke rumah juga.


Dedy turun bersama Siska yang sudah di tunggu tukang dan mamak."maaf...kami baru sampai, tadi ada yang di cari"kata Dedy.


"enggak apa apa Dedy, paklek mau tau dimana di bangun dan ukuran nya"kata paklek saudara dedy.


"oh... kalau itu Siska yang tau karena dia yang membeli semua peralatan"kata Dedy.


"istri Dedy paklek..."kata Dedy melihat ke arah Siska.


"wah...kamu nikah enggak ngundang ya..."kata paklek.


"mereka menikah di kota rencana minggu depan ada syukuran mereka"kata mamak menjelaskan.


"oh... gitu..."kata paklek.


Dedy mendengar perkataan mamak hanya diam saja."Siska kenalkan ini paklek adik mamak "kata Dedy.


Siska melihat dan menyalami paklek.


"pandai kamu cari istri ya..."kata paklek pada Dedy.


"paklek bisa aja sudah jodoh paklek"kata Dedy.


Setelah mengenalkan tukang yang mau mengerjakan kamar mereka Dedy mengajak melihat untuk tambahan kamar, sementara mamak ke dapur."mamak mau kemana?"tanya Siska.


"mamak mau masak, kenapa?"tanya mamak


"boleh Siska ikut Mak?tanya Siska.

__ADS_1


"boleh...kenapa tidak?ayo bantu mamak"ajak mertua Siska.


"tapi Siska enggak pintar masak mak, nanti ajarin ya ..."kata Siska.


"enggak apa apa... yang penting mau belajar"kata mamak membawa Siska memasak.


Sementara Dedy yang lagi bersama paklek melihat lokasi yang mau di tambah kamar mandi."paklek kamar mandi yang mau di bangun ada bathtub, toilet, wastafel dan shower"kata Dedy


"wah... banyak juga... kirain paklek hanya untuk mandi saja seperti di kampung ini"kata paklek.


"iya paklek karena itu permintaan istri qu"kata Dedy.


"oh... gitu ... namanya juga istri mu orang kota, jadi bangunan kamar mandi 2x3 atau 3x3."kata paklek.


"ya sudah kalau begitu 3x3, enggak apa apa kok"jawab Dedy


Paklek yang biasanya hanya mengerjakan rumah seputaran kampung geleng kepala"3x3 kalau di kampung kita dapat satu kamar tidur "kata paklek.


"iya paklek... enggak apa apa,kan tanah rumah mamak luas, jadi bisa saja di tambah bangunan."kata Dedy.


"oke...mulai besok kami kerja ya... karena hari ini anggota paklek lagi tidak di tempat"kata paklek.


"ya sudah paklek kalau lima hari bisa siap paklek?"tanya Dedy.


Berpikir sejenak dan memperhitungkan semua akhirnya paklek menjawab"Bisa Dedy... paklek usahakan bisa"kata paklek


"semuanya di borong saja ya paklek, tidak hitung harian untuk upah"kata Dedy


"atur kamu aja Dedy"kata paklek dengan semangat.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like ..like...like...


add favorit...


bunga bunga yang indah di pandang agar author semangat.


secangkir kopi supaya author tidak mengantuk dalam menulis...


komentar yang membangun


serta


.


vote... vote... vote...

__ADS_1


Terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2